Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    13 jam lalu
    Belum Ada Solusi Yang Pas, Hujan Deras Tiba Batam Tetap Direndam Air
    14 jam lalu
    Kerjasama Indonesia-Singapura, Kembangkan Kawasan BBK Jadi Pusat Data Center
    19 jam lalu
    Kerjasama dengan BTP, Menteri P2MI Resmikan Migran Center di Batam
    23 jam lalu
    Bakrie Group Tertarik Berinvestasi di Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Gol Tunggal Ole Romeny Menangkan Timnas Garuda Atas Mozambik
    1 hari lalu
    Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
    2 hari lalu
    Tiket Semifinal Dramatis: Eksekusi Penalti Evandra Florasta Singkirkan Vietnam
    3 hari lalu
    Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
    4 hari lalu
    Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    1 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    4 hari lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    5 hari lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    5 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

‘Retak Mencari Belah; Keresahan Warga Rempang’

Editor Admin 3 tahun lalu 1.8k disimak
Ilustrasi, © disediakan oleh GoWest.ID

SUASANA di kampung-kampung adat yang ada di Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terpantau lebih kondusif paska kejadian konflik terbuka dengan aparat, pada Kamis (7/9) kemarin. Namun siapa tau isi hati masyarakat setempat. Serba rasa. Hidup di tanah moyang terkatung-katung, sekarang hanya menunggu ‘retak mencari belah’.

Daftar Isi
Spirit Masyarakat Nelayan MeredupRempang dengan 3 Pilar DasarPeradaban Melayu Asing di Tanah SendiriRancangan Investasi hingga Lingkungan yang Tak Terpisahkan dari Orang Pulau

MASYARAKAT Melayu di Rempang sedang resah karena harus berpisah dari tanah leluhur. Mereka harus meninggalkan sisa-sisa kenangan, budaya dan lingkungan yang sudah bersama sejak ratusan tahun silam, turun temurun.

Banyak kritikan dan komentar datang dari para pesohor soal kemelut yang sedang terjadi di pulau Rempang sekarang. Dari aktivis sampai politisi. Mulai dari Rocky Gerung sampai Menkopolhukam, Mahfud MD.

Ada pula maklumat yang keluar dari lembaga yang mengatasnamakan Melayu, walaupun itu tak seragam.

NGO lingkungan buka suara. Ialah Akar Bhumi Indonesia (ABI) yang bermarkas di Batam. Lantas bagaimana pendapat mereka soal investasi yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat dengan alamnya?

Spirit Masyarakat Nelayan Meredup

Founder ABI, Hendrik Hermawan, tak menutup mata soal peluang investasi di Batam. Namun dia juga tak ingin masyarakat pesisir jadi korban.

“Kami adalah organisasi lingkungan yang menomor satukan lingkungan, tapi bukan menomor duakan manusia. Pada perkembangannya, Akar Bhumi menyentuh kepada aspek manusia, yakni masyarakat pesisir,” kata dia, Jumat (8/9/2023) kemarin pada GoWest.ID.

Tentang konflik di Rempang, ia belum melihat secara jelas tentang master plan wacana pengembangan industri hilirisasi di sana. Tapi, seyogyanya pemerintah perlu bertindak bijak.

“Pada dasarnya, Akar Bhumi tidak setuju jika pengembangan Pulau Rempang yamg kemudian menggusur warga dan menceraikan mereka dengan lingkungannya. Menceraikan masyarakat dari lingkungan itu tidak kalah jahatnya dengan merusak lingkungan,” kata Hendrik.

Hendrik cukup tau dan dekat dengan masyarakat pesisir di Kepri. Pasalnya, ABI kerap keluar masuk hutan, mengair di laut dan juga merasakan suasana kehidupan para nelayan.

“Memang, rata-rata, sebanyak 70 sampai 80 persen masyarakat pesisir khususnya nelayan di Kepri berada di bawah garis kemiskinan. Meski demikian, bukan berarti orang-orang itu tak menikmati hidup. Mereka masih cukup makan, meski ‘kais pagi makan pagi, kais petang makan petang’. Mereka juga masih bisa menyekolahkan anak”, katanya.

“Miskin itu kalau kita lihat dari harga, ini beda dengan bahagia. Tapi di sana, bukan berarti mereka tak bahagia. Saya dapat info masyarakat (bakal) dipindahkan ke darat untuk berbudidaya garam. Saya tidak setuju, itu namanya membunuh spirit nelayan,” lanjut Hendrik.

Rempang dengan 3 Pilar Dasar

Secara kehidupan, bagi ABI, ada beberapa sektor penting yang tak lepas dari manusia, yakni ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Semua itu adalah pilar hidup. Hendrik mengamati bahwa Rempang adalah pilar dari ketiganya. Apabila dasar-dasar itu tak dijaga, maka bisa berbahaya.

Hendrik melihat ada satu dari tiga pilar itu yang sangat rentan, adalah sosial budaya. Sudahlah masyarakat pesisir hidup dengan tingkat perekonomian yang rata-rata rendah, ditambah lagi pemerintah yang cuai. Tak heran jika masyarakat di pulau-pulau itu merasa dianaktirikan.

“Di Rempang ini yang sangat rentan adalah pilar sosial budaya. Makanya kami melihat adalah Pemko Batam belum berhasil menyejahterakan masyarakat pesisir, ditambah menggusur masyarakat di sana. Itu menambah dosa,” ujarnya.

Peradaban Melayu Asing di Tanah Sendiri

Puluhan bahkan ratusan tahun silam, sejarah mencatat bahwa peradaban di Kepri, termasuk Batam, merupakan kepunyaan orang-orang dari bangsa Melayu. Hendrik juga mengamininya. Namun sekarang, rakyat tempatan malah terkesan diasingkan.

Dia mencontohkan soal Batam yang kian hari makin banyak pendatang. Para perantau menggurita. Tidak sedikit dari mereka yang sukses dan menjadi kaya.

“Kita tahu orang-orang pendatang rumahnya semakin besar, parkirannya semakin luas, mobilnya bahkan tak cukup di parkiran. Tapi kalau pergi ke pesisir itu, untuk masuk ke rumah mereka (nelayan) jalannya pun susah. Kasian mereka seperti itu. Ada 90 persen desa dan kelurahan di Kepri ini berada di pesisir, sementara mereka terpinggirkan,” kata dia.

“Jangan salahkan mereka tentang pendidikan dan lainnya, berarti kita tidak punya sense social justice, secara ini tanah orang Melayu,” tambah Hendrik.

Garis besarnya, ABI bukan hanya memperhatikan soal faktor lingkungan, tapi juga spirit dan historis masyarakat pesisir dengan alamnya. Jika itu tak diperhatikan, akan menjadi kesalahan besar seluruh pihak lantaran peradaban akan lenyap.

“Ketika kita sudah tidak memperhatikan mereka, ini menjadi kesalahan besar karena jumlah peradaban dimana kita berdiri di atas kematian peradaban yang lain. Tidak bisa dipungkiri, merekalah pemilik tanah ini. Tapi secara legal, Indonesia mengangkanginya,” katanya.

Rancangan Investasi hingga Lingkungan yang Tak Terpisahkan dari Orang Pulau

Setelah lahan dialokasikan ke perusahaan, pasti ada potensi kerusakan. Ketika sesuatu itu direncanakan dengan matang, maka potensi itu akan semakin kecil.

ABI menilai, rancangan investasi di Rempang itu perlu restrukturisasi dengan melibatkan banyak stakeholder. Karena bila bicara soal kerusakan lingkungan, itu sudah jadi prioritas dunia, apalagi kerusakan di wilayah pesisir. Hendrik menyebut, bahwa tidak ada satupun orang yang mau menolak pembangunan apabila itu dijalankan dengan benar dan baik.

“Masyarakat Melayu itu sangat welcome. Mereka bahkan disakiti pun tak mau membalas menyakiti. Mereka mau hidup damai. Mereka punya kebahagiaan yang tidak bersumber dari materi, salah satunya dari lingkungan. Ada kemewahan dari mereka yang tidak dimiliki oleh orang-orang kaya di luar sana,” kata Hendrik.

ABI melihat bahwa jika rancangan investasi itu tidak digagas ulang, potensi kerusakan dan daya tahan kawasan laut di Kepri itu berubah. Mungkin saja bisa dicegah dengan melakukan akselerasi terhadap kerusakan akibat pembangunan dengan berbagai cara. Contohnya menanam pohon dengan dana yang besar dan melibatkan banyak orang.

“Tapi ini bukan mengenai kalkulasi seperti itu, ini ada spirit yang harus dijaga. Saya selalu bilang, mangrove dan pulau-pulau kecil tidak akan terpisahkan. Demikian juga masyarakat pulau yang tidak terpisahkan dengan lautan,” terangnya.

Lingkungan bukan hanya tempat bagi masyarakat Rempang berkembang biak. Bukan pula hanya tempat mengais rezeki. Tetapi juga tempat orang-orang itu mengakarkan budaya, sejarah dan pengetahuan.

(ahm)

Kaitan Akar bumi Indonesia, batam, budaya, Ecocity, Rempang
Admin 22 September 2023 22 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pertemuan di Mapolres Barelang Soal Pembatalan Aksi Solidaritas Rempang
Artikel Selanjutnya Uniknya Nama-Nama Anak Bos Tesla Elon Musk

APA YANG BARU?

Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
Artikel 13 jam lalu 35 disimak
Belum Ada Solusi Yang Pas, Hujan Deras Tiba Batam Tetap Direndam Air
Artikel 14 jam lalu 73 disimak
Kerjasama Indonesia-Singapura, Kembangkan Kawasan BBK Jadi Pusat Data Center
Artikel 19 jam lalu 89 disimak
Kerjasama dengan BTP, Menteri P2MI Resmikan Migran Center di Batam
Artikel 23 jam lalu 157 disimak
Gol Tunggal Ole Romeny Menangkan Timnas Garuda Atas Mozambik
Sports 1 hari lalu 225 disimak

POPULER PEKAN INI

USD Terus Menguat Terhadap Rupiah, Picu Kekhawatiran Pengusaha Batam
Artikel 6 hari lalu 788 disimak
Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
Pendidikan 7 hari lalu 733 disimak
Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
Pendidikan 7 hari lalu 714 disimak
Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
Statistik 7 hari lalu 702 disimak
Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
Statistik 5 hari lalu 685 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?