Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polsek Nongsa Mediasi Bentrok Pemuda di Kabil
    4 jam lalu
    Personil Gabungan Sisir THM Di Batam
    5 jam lalu
    Publik Diajak ‘Uji Kepatutan’ Draft PTSP BP Batam 2026
    5 jam lalu
    Pertama Kali di Batam, RSUD Embung Fatimah Berhasil Lakukan Operasi Clipping Aneurisma Otak
    1 hari lalu
    Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam Dengan Pasal TPPU
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    1 hari lalu
    Garuda Spark Hub Resmi Meluncur
    4 hari lalu
    Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
    5 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    1 minggu lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    1 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

“Seteguk Air Dingin”; Dari Budaya Baik Bule di Singapura

Editor Admin 1 tahun lalu 644 disimak
Ilustrasi, © F. Sultan YohanaDisediakan oleh GoWest.ID

SAYA suka bagaimana orang-orang bule mempertahankan budaya mereka bersepeda pancal. Sebagai alat transportasi sehari-hari semasa mereka tinggal di Singapura. Itu seperti “seteguk air dingin” di tenggorokan yang kehausan oleh nafsu berkendara motor. Di Singapura yang kian hari, saya rasakan kian macet dan pengendaranya kian tak punya adab.

Oleh: Sultan Yohana


KENDARAAN di Singapura memang tidak bertambah secara massif. Itu karena kebijakan pembatasan kendaraan bermotor yang sangat ketat. Bahkan dari tahun 2018 hingga 2028, pemerintah menerapkan “zero vehicle growth rate”, yang artinya, tidak ada penambahan kendaraan bermotor di 10 tahun itu. Satu mobil baru terjual, harus ada satu mobil yang diskrap.

Tapi kenapa bisa semakin macet?

Itu karena semua pemilik kendaraan bermotor, kini, SUKA berbondong-bondong memakai mobil di waktu yang sama. Ke mana-mana. Beli makan ke pasar saja, sekarang naik mobil. Ngantor, pada berbondong-bondong pamer mobil. Terutama masyarakat berumur 20 – 40an tahun yang sudah bekerja, tak punya tanggungan, dan mampu mengkredit mobil.

Sekarang juga, saya sulit menemukan mobil-mobil pribadi berpelat merah. Plat merah berarti, mobil-mobil itu hanya bisa beroperasi pada akhir pekan atau liburan. Mobil dengan pajak lebih murah. Kemampuan finansial yang bagus, membuat orang Singapura boros pengeluaran dan kian hidup hedon. Hedonistik itu salah satunya ditunjukkan lewat “wang…weng…” memakai kendaraan bermotor seenak udel mereka.

10an tahun silam, semua ini tidak terjadi. Tidak terbayangkan oleh saya yang sudah sejak 2002 mengakrabi Singapura.

“Thirds county peoples at first country”, begitu saya sering membaca istilah untuk menyebut orang-orang yang tiba-tiba hidup hedon setelah punya uang, dan melupakan latar-belakangnya secara radikal. Masyarakat Singapura, secara umum memang tak sip-sip amat. Sifat khas orang Asia, yakni suka pamer – meski sudah berpendidikan tinggi dan cukup lama hidup makmur – masih melekat erat di mereka. Meski, tak separah sifat pamernya orang kaya di Indonesia.

Untungnya saya masih sering menikmati “seteguk air dingin” yang ditunjukkan keluarga-keluarga bule yang tinggal di Singapura. Dengan kepantasan di segala bidang yang terukur, mereka bisa menjadi contoh bagaimana bersikap seperti orang di negara maju.

Soal transportasi misalnya, budaya bersepeda orang bule (Erapa), masih mereka pertahankan ketika tinggal di Singapura. Bukan karena mereka ndak mampu beli mobil. Mengingat, rata-rata bule yang tinggal di Singapura, punya kerja bagus, juga mendapat fasilitas bagus dari perusahaan, termasuk mobil dan rumah. Tapi, saya memperhatikan, banyak di antara mereka yang lebih memilih gaya hidup praktis sehari-hari. Di antaranya memakai sepeda pancal, naik transportasi umum ke tempat kerja, atau tidak memakai pembantu rumahtangga. Saya sering melihat keluarga bule-bule di daerah East Coast atau Orchard -dua daerah elite di Singapura – misalnya, “ngemong” anak-anak mereka sendiri. Atau emak-emak bersama balitanya, belanja segunung barang, dengan bersepeda pancal.

Ibu kawan les bahasa China Zak, anak bungsu saya, yang kebetulan orang Australia, bahkan memodifikasi sepeda pancalnya agar bisa membonceng tiga anaknya sekaligus.

Bagi saya, itu keren. Fenomena ini bisa memberi pelajaran bagi orang-orang Singapura, juga yang membaca tulisan ini, bahwa menjadi “first class people” tidak harus pamer-pameran kekayaan! Tidak harus pamer-pamer gengsi! Menjadi “first class people” tidak harus tinggal di negara maju! Tidak harus lulus universitas tenar! Tidak harus kaya raya dan punya jabatan! “First class people” adalah mereka yang hidup dengan PENUH KEPANTASAN.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan air minum, bule, Catatan, singapura
Admin 9 Maret 2025 9 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Mengapa Sritex, Raksasa Tekstil Indonesia Bisa Runtuh?
Artikel Selanjutnya Manan Sasmita

APA YANG BARU?

Polsek Nongsa Mediasi Bentrok Pemuda di Kabil
Artikel 4 jam lalu 82 disimak
Personil Gabungan Sisir THM Di Batam
Artikel 5 jam lalu 82 disimak
Publik Diajak ‘Uji Kepatutan’ Draft PTSP BP Batam 2026
Artikel 5 jam lalu 106 disimak
Pertama Kali di Batam, RSUD Embung Fatimah Berhasil Lakukan Operasi Clipping Aneurisma Otak
Artikel 1 hari lalu 171 disimak
Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam Dengan Pasal TPPU
Artikel 1 hari lalu 197 disimak

POPULER PEKAN INI

Rabu (26/08) Malam, Air Batam Hilir Matikan Sementara Di Berbagai Wilayah di Batam
Artikel 5 hari lalu 355 disimak
Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
Lingkungan 5 hari lalu 349 disimak
50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
Artikel 3 hari lalu 335 disimak
Singapura Siapkan Reklamasi Tiga Pulau di Hadapan Batam
Artikel 5 hari lalu 329 disimak
Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 6 hari lalu 323 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?