SISWA SMAN 26 Batam, Canggih Pamungkas, terpilih sebagai peserta terbaik pertama dalam perkemahan kepemimpinan pelajar Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) 2026 di Universitas Indonesia (UI).
Putra dari pasangan Kusnanto dan Eva Aryati ini merupakan satu dari tiga perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) yang lolos dari total 4.600 pendaftar asal Indonesia dan luar negeri. Canggih bergabung bersama 100 peserta terpilih, termasuk perwakilan dari Mesir dan Singapura, dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari empat malam tersebut.
Canggih tidak langsung menempati posisi teratas di awal kegiatan. Pada dua hari pertama, namanya tidak masuk dalam daftar 10 peserta dengan poin tertinggi.
Untuk mengejar ketertinggalan, ia meningkatkan partisipasi aktif dalam setiap sesi diskusi dan sesi tanya jawab dengan para narasumber.
“Awalnya enggak pernah menyangka dan enggak pernah ada niatan untuk mau jadi yang terbaik. Cuma saya berpikir, kalau sudah nyemplung, biarin saja sekalian basah,” kata Canggih.
Melalui keaktifan tersebut, perolehan poin Canggih terus meningkat. Pada hari ketiga, perolehan skornya mulai menanjak, lalu naik ke posisi ketiga pada hari keempat, hingga akhirnya menempati peringkat pertama pada akhir perkemahan.
Saat berinteraksi dengan narasumber—seperti anggota DPR RI Komisi V Yoyo Sujiwo dan Menteri Pertanian—Canggih membagikan pengalamannya mandiri secara finansial sejak usia 17 tahun. Ia sempat berjualan ketoprak di kawasan Nongsa selama empat bulan untuk mendapatkan uang jajan mandiri.
Dari usahanya tersebut, ia mengantongi pemasukan hingga Rp400 ribu per hari. Pengalaman ini membentuk keberaniannya dalam mengambil kesempatan.
Pengalaman berwirausaha itu juga diterapkan di sekolah. Canggih aktif berorganisasi sejak kelas X melalui Paskibra, marching band, dan OSIS. Saat menjabat sebagai Ketua OSIS SMAN 26 Batam periode 2025–2026 pada kelas XI hingga semester pertama kelas XII, ia membuat sejumlah program pencarian dana mandiri untuk kas organisasi:
- Membuka layanan perantara pemesanan jersey siswa melalui OSIS.
- Mengadakan kegiatan bootcamp berkonsep pasar malam dengan biaya masuk Rp5.000 yang menggaet sponsor Pop Ice dan salah satu penyedia layanan telekomunikasi.
Tahapan Seleksi
KETERTARIKAN Canggih mengikuti ISLC bermula dari informasi yang dibagikan Khairunisa, seniornya di Forum OSIS Batam yang menjadi alumni ISLC 2025. Untuk memenuhi kriteria pendaftaran yang mewajibkan status Ketua OSIS, Canggih maju dalam pemilihan di sekolahnya dan terpilih.
Proses seleksi ISLC yang dilaluinya meliputi:
- Seleksi administrasi.
- Penulisan esai bertema Empathetic Leaders.
- Leaderless Group Discussion (LGD) bersama peserta dari berbagai daerah dan negara.
Selama proses seleksi dan pelaksanaan kegiatan, Canggih harus beradaptasi dengan latar belakang budaya peserta yang beragam. Di samping itu, ia tetap menjaga integritas akademiknya dengan menyicil tugas sekolah hingga larut malam usai kegiatan organisasi.
Kepala SMAN 26 Batam, Midiyanto, S.Pd., M.M., mengonfirmasi bahwa Canggih tetap bertanggung jawab atas tugas sekolahnya dan langsung mengikuti persiapan Tes Kemampuan Akademik setibanya dari Jakarta.
Setelah menerima penghargaan, orang pertama yang dihubungi Canggih adalah ayahnya. Sang ayah mengingatkannya untuk tidak cepat berpuas diri karena perjalanan kariernya masih panjang.
Ke depan, Canggih yang kini bergabung dengan Forum OSIS Nasional berencana membentuk Forum OSIS Kepulauan Riau. Wadah ini ditujukan untuk menyatukan aspirasi dan kegiatan pelajar dari Batam, Karimun, Tanjungpinang, Bintan, dan daerah lainnya di Kepri.
Selain aktif di bidang organisasi, remaja kelahiran 19 Februari 2008 ini juga memiliki cita-cita untuk menjadi anggota TNI.
(ham)


