Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    8 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    8 jam lalu
    Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
    20 jam lalu
    Pemuda Ditusuk Orang Tak Dikenal di Villa Pesona Asri
    21 jam lalu
    Tilang Manual dalam Operasi Patuh 2026, Daftar Pelanggaran Yang Diincar
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    2 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    2 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    3 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    7 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    20 jam lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    2 hari lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Tugas Negara Harry Tansil

Editor Admin 4 tahun lalu 678 disimak

INDONESIA dilanda krisis ekonomi sekitar tahun 1965–1966. Inflasi tinggi membuat pemerintahan Presiden Sukarno di ujung tanduk. Kala ekonomi sedang memburuk itu, Tan Tek Hoat, pemilik bank swasta malah membuat kekacauan.

Tan Tek Hoat datang ke Indonesia dari Cina daratan pada 1930-an. Pada zaman Hindia Belanda itu, dia hanyalah penjaga toko “Wie Hong Liong” di Makassar yang khusus menjual onderdil sepeda dan becak. Dari sinilah kemudian naluri bisnisnya berjalan. Mula-mula dia menjual sepeda bekas. Tatkala datang era sepeda motor, dia berinisiatif menjadi importir motor merek DKW. Pemasarannya sukses.

“Tan Tek Hoat lantas merambah dunia perbankan, dengan mendirikan Bank Benteng,” tulis majalah Gama, Juni 1999.

Gama menerangkan, pada 1960-an Tan Tek Hoat sudah dikenal sebagai saudagar kaya di Sulawesi Selatan. Ketika itu dia sudah memiliki Bank Benteng Republik Indonesia (BBRI) dan Bank Pembangunan Sulawesi. Bank yang terletak di persimpangan Jalan Nusantara dan Jalan Timor di tengah kota Ujungpandang itu berhasil meraup banyak nasabah. Namun, dia malah melakukan kejahatan perbankan.

Di tengah krisis ekonomi, Tan Tek Hoat membagi-bagikan cek kosong kepada koleganya dan sering menggunakan akad kredit palsu. Dia pun berperan dalam melemahkan perekonomian era Sukarno itu.

Kasus cek kosong Tan Tek Hoat langsung ditangani oleh pemerintah pusat. Buletin Djembatan Kawanua, 1 September 1966, melaporkan perkara cek kosong yang menghebohkan itu, yang meliputi ratusan juta rupiah telah diperiksa oleh Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta sejak tahun 1953.

Dalam pemeriksaan tahap pertama, orang-orang yang mengedarkan cek kosong sudah divonis: Chiu Hun Sin (hukuman mati), Siauw Njan Min (15 tahun penjara), dan Tan Tjiong Tok (hukuman seumur hidup).

Selanjutnya, pada 18 Agustus 1966 Hakim Sutidjan dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta memvonis Tan Tek Hoat, general manajer BBRI, đengan sembilan tahun penjara karena terbukti mengedarkan cek kosong. PT BBRI sendiri divonis hukuman denda Rp 30 juta dan seluruh milik BBRI dirampas oleh negara.

Sementara itu, Indra D. Pontoan, presiden direktur BBRI, dinyatakan bebas karena tidak terbukti mengedarkan cek kosong. Sebelum diputus bebas, Indra telah ditahan selama 26 bulan.

Tan Tek Hoat ditahan di Penjara Khusus Glodok, Jakarta. Namun, dia kemudian melarikan diri. Berita Yudha, 20 Oktober 1966, memberitakan, menurut direksi BBRI dalam likuidasi, Tan Tek Hoat telah kabur ke Hong Kong pada 4 Oktober 1966 menumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 902. Dia kabur berbekal identitas paspor Republik Indonesia No. 0906105/JKT yang dikeluarkan di Jakarta pada 25 September 1966. Padahal dia warga negara asing berkebangsaan Republik Rakyat Tiongkok.

Pihak yang mengerluarkan paspor lalu angkat bicara. Berita Yudha, 25 Oktober 1966, menyebut Direktur Jenderal Imigrasi Widikdo Soedikman memberi keterangan bahwa paspor itu memang dikeluarkan kantor imigrasi karena “Tan Tek Hoat dipergunakan oleh suatu unit operasional resmi untuk menjalankan tugas negara”.

Atas dasar “tugas negara” ke luar negeri itu, Dirjen Imigrasi menyetujui pembuatan paspor warga negara Indonesia untuk Tan Tek Hoat. Paspor itu dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Kota.

Tidak jelas apa sebenarnya “tugas negara” Tan Tek Hoat di Hong Kong. Namun, yang jelas Ketua Presidium Jenderal TNI Soeharto menyampaikan kepada wartawan bahwa “Tan Tek Hoat telah digunakan oleh KOTI untuk tugas negara”. KOTI adalah Komando Operasi Tertinggi.

“Demikianlah kisah orang asing yang telah dijatuhi hukuman itu berhasil lolos ke luar negeri,” sebut mingguan Pembina tahun 1966.
Tan Tek Hoat kembali ke Indonesia pada 15 Oktober 1966. Begitu dia datang, paspornya dicabut kembali.

Pada masa Orde Baru, Tan Tek Hoat kembali ke jalannya menjadi pebisnis. Anaknya, Tan Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan merintis usaha sebagai agen tunggal pemegang merek Bajaj pada awal 1970-an. Perusahaannya, Tunas Bekasi Motor merakit kendaraan bermotor teknologi India itu di Tambun, Bekasi.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kelakuan Tan Tjoe Hong mengikuti jejak bapaknya. Dia merugikan negara sebesar Rp 1,3 triliun dalam kasus kredit macet Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Kasus itu menyeret para pejabat yang memberi katebelece untuk melancarkan kreditnya. Kakaknya, Tan Tjoe Hin, pemilik Bank Harapan Sentosa, juga terpidana seumur hidup kasus korupsi BLBI Rp 1,7 triliun.

Tan Tjoe Hong divonis 17 tahun penjara. Namun, pada 4 Mei 1996, dia melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.
Achmad Arnold Baramuli (1930–2006), anggota DPR Fraksi Karya Pembangunan dan anggota Komnas HAM, agak terkejut dengan kasus itu.

“Lho, ini kan anaknya Harry Tansil alias Tan Tek Hoat. Bapaknya dulu pemilik Bank Benteng. Saya tahu, karena sama-sama dari Makassar, jadi saya tahu kasusnya, sebab saya waktu itu Jaksa Tinggi Sulawesi. Insting saya lantas bilang, wah ini keluarga sudah nggak beres semua. Jangan-jangan, kali ini juga kembali nggak beres lagi,” kata Baramuli dalam Baramuli Menggugat Politik Zaman.

Tan Tjoe Hong alias Eddy Tansil hingga kini belum tertangkap. Interpol telah mengeluarkan red notice yang menetapkanya sebagai buronan internasional. Sementara kakaknya, Tan Tjoe Hin alias Hendra Rahardja melarikan diri ke Australia dan meninggal dunia di sana pada 2003.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan BLBI, Cek kosong, Eddy Tansil, Harry Tansil
Admin 1 Agustus 2022 1 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pratu Syamsuddin Rebut Dua Medali Emas di Kepri Archery Club Championship 2022
Artikel Selanjutnya Rahma Imbau Warga Tanjungpinang Kibarkan Bendera Merah Putih Serentak

APA YANG BARU?

Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 7 jam lalu 137 disimak
ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
Artikel 8 jam lalu 153 disimak
Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
Artikel 8 jam lalu 148 disimak
Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
Statistik 20 jam lalu 247 disimak
Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
Artikel 20 jam lalu 232 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 774 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 743 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 722 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 6 hari lalu 722 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 714 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?