Hubungi kami di

Khas

VTL Singapura Harapan Dunia Pariwisata Batam

Terbit

|

General Manager Batam View Beach & Resort, Anddy Fong, bicara terkait persiapan menyambut VTL Singapura. Foto: @zhr/GoWest.id

VACCINATED Travel Lane (VTL) merupakan jalur khusus wisata yang disediakan suatu negara kepada negara lainnya. Turis yang berhak masuk ke negara tujuan tersebut pun mesti memenuhi kriteria tertentu, salah satunya telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis penuh.

Pemerintah Singapura adalah salahsatu negara yang secara resmi telah mengumumkan peluncuran Vaccinated Travel Lane (VTL) dengan dengan Indonesia, pada 22 November 2021 lalu.

Dalam kebijakan untuk perjalanan melalui jalur VTL Singapura ini, diatur juga untuk wisatawan yang telah divaksinasi penuh dari Indonesia dapat bekunjung ke Singapura tanpa karantina, mulai 29 November 2021.

Kendati demikian, hingga memasuki tahun 2022 ini, harapan dunia wisata Indonesia khususnya wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negeri Singa tersebut, kebijakan VTL yang diyakini bisa memulihkan geliat industri wisata tersebut masih belum nampak kejelasanya.

Berbagai kendala sepertinya masih menghalangi pihak Singapura memberikan ijin warganya untuk berkunjung ke Indonesia khususnya Kepri.

Apalagi dengan munculnya varian baru Covid-19, Omicorn yang menjadi momok baru bagi dunia kesehatan secara global.

Namun memasuki minggu kedua di Januari 2022 ini, gaung terkait VTL kembali berhembus.

Walaupun angka kasus Omicorn secara nasional telah menyentuh diangka 500 kasus, akan tetapi khusus wilayah Kepri tidak ditemukan kasus Omicorn dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, telah menyatakan Kepri masih aman.

“Sejauh ini Kepri aman dari wabah omicron dan hampir di tujuh kabupaten kota di Provinsi Kepri masih masuk kategori zero case atau nol kasus” kata Ansar Ahmad saat bertemu dengan pelaku wisata Kepri pada Selasa (11/1) lalu.

BACA JUGA :  Inter Milan Tahan Imbang Sampdoria 2-2 di Luigi Ferraris

Kondisi ini direspon positif oleh seluruh pelaku industri kepariwisaatan Kepri, untuk menyambut pemberlakuan kebijakan VTL Singapura tersebut, yang akan diberlakukan diawal bulan Februari 2022 ini.

General Manager Batam View Beach & Resort, Anddy Fong, kepada GoWest Indonesia mengungkapkan apresiasi dan harapanya jika VTL dari Singapura ini benar-benar terwujud.

General Manager Batam View Beach & Resort, Anddy Fong, saat wawancara bersama awak GoWest Indonesia dalam Program Uang. Foto: @zhr/GoWest.id

Menurut Anddy, dengan pemberlakuan VTL ini diyakini akan kembali menggerakan denyut nadi ekonomi secara umum, dengan dipicu oleh bergeraknya nadi usaha sektor wisata.

“Ya kami sangat apresiated dan berharap besar ini akan jadi. Karena ini akan mampu menggerakan perekonomian secara umum dan besar. Andalan wisata kita 80% dari Wisman terutamanya dari Singapura dan Malaysia. Jadi kalau wisatawan asing sudah bisa masuk ke kita, akan berefek luas ke bidang lainya” kata Anddy Fong saat ditemui di Batam View Beach & Resort, Sabtu (15/1).

Anddy Fong juga berharap pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata Indonesia, untuk terus serius dan intesif melobi dan memberikan keyakinan kepada pemerintah Singapura, bahwa Indonesia khususnya Batam dan Kepulauan Riau sudah siap dan aman menerima tamu wisman dari Singapura.

“Kami berharap pemerintah pusat atau Kementerian Pariwisata kita untuk terus melobi dan memberikan keyakinan kepada mereka (Singapura) bahwa kita sudah siap. Inikan urusanya G to G (Goverment to Goverment). Kalau kami dari pelaku wisata tinggal menunggu aja keputusanya” ujar Anddy Fong.

General Manager Batam View Beach & Resort, Anddy Fong, menunjukan beberapa tempat objek wisata yang ada kawasan Batam View Beach & Resort. Foto: @zhr/GoWest.id

Disinggung terkait kesiapan pelaku wisata dalam menyambut kebijakan wisata khusus (VTL) Singapura, Anddy Fong yang juga Chairman Nongsa Sensation (Asosiasi Pelaku Wisata Kawasan Nongsa, Batam) memastikan pihaknya dengan para pelaku usaha lainya, telah siap menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan syarat-syarat yang diminta.

BACA JUGA :  ED Woodward Mundur, Arnold CEO Baru Manchester United

“Sejak awal ada rencana dibukanya jalur khusus wisatawan asing ke kita, kami sudah lakukan persiapan. Mulai dari Travel Bubble yang tak jadi hingga adanya VTL ini, kita sudah siap. Apalagi kawasan Nongsa dan Lagoi di Bintan, dijadikan sebagai pilot projec (percontohan), kita sudah siap semuanya” tuturnya.

Beberapa persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya antara lain, Vaksinasi kepada seluruh karyawan industri pariwisata, vaksinasi warga disekitar lokasi wisata.

Berikutnya, pemenuhan syarat dan ketentuan pelaksanaan layanan protokol kesehatan tempat wisata. Sertifikasi CHSE (Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Sebagaimana diketahui ketika bencana kesehatan (Pandemi Covid-19) melanda segenap penjuru dunia sejak awal tahun 2020, berimbas kepada seluruh sektor kehidupan manusia, terutamanya sektor ekonomi.

Lebih mengurucut lagi, sektor ekonomi industri pariwisata yang paling pertama dan terparah akibat adanya pandemi Covid-19 tersebut.

Banyak contoh di kota Batam dan juga wilayah Kepulauan Riau lainya serta Indoseia pada umumnya, pelaku usaha jasa perhotelan, restoran, destinasi wisata, tempat hihuran dan lain-lainnya berhenti beroperasi (tutup) bukan hanya sementara, tapi secara permanen.

Diluar prediksi para ahli, pandemi Covid-19 sanggup menghancurkan bisnis pariwisata dikisaran angka 80 hingga 95 persen dalam kurun waktu yang sangat cepat.

Kini seiring perjalan waktu, harapan untuk kembali Recovery sektor industri pariwisata Kepulaluan Riau, khususnya kota Batam yang masih mengandalkan wisatawan asing, muncul kembali dengan adanya kebijakan VTL dari Singapura.

*(zhr/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid