Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

WHO: Program Booster Cenderung Perpanjang Pandemi Covid-19

Terbit

|

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. F. Dok. Kompas.com/EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI

ORGANISASI Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) optimistis pandemi Covid-19 bisa berakhir di 2022. Namun untuk mencapainya, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, ada satu hal penting yang harus dilakukan dunia.

Dengan banyaknya negara memulai program vaksinasi booster Covid-19 atau dosis tambahan vaksin Corona, Tedros mengungkapkan bahwa ini bukan cara yang tepat mengakhiri pandemi.

“Program booster cenderung memperpanjang pandemi Covid-19 daripada mengakhirinya. Dengan mengalihkan pasokan ke negara-negara yang sudah memiliki cakupan vaksinasi tingkat tinggi, memberi virus lebih banyak kesempatan untuk menyebar dan bermutasi,” kata Tedros kepada wartawan dikutip dari France24, Sabtu (8/1/2022).

BACA JUGA :  UN Siswa SMP Pada 22 April

Dia menegaskan kembali bahwa hanya kesetaraan vaksin yang dapat mengakhiri pandemi saat ini dan bahwa semua negara perlu bersatu untuk memvaksinasi 70 persen orang di setiap negara pada Juli 2022.

“Alpha, Beta, Delta, Gamma, dan Omicron mencerminkan bahwa sebagian karena tingkat vaksinasi yang rendah, kami telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk munculnya varian virus,” beber Tedros dikutip dari laman resmi WHO.

Kepala WHO ini telah mendesak para pemimpin dunia untuk bersama-sama mengakhiri ketidaksetaraan vaksin karena banyak negara belum memvaksinasi populasi yang cukup karena kekurangan suntikan, sementara yang lain meluncurkan dosis booster setelah lonjakan Omicron.

BACA JUGA :  30 Pegawai Kominfo Positif Covid-19

Tedros juga dengan tegas mengatakan bahwa booster saja tidak akan mengakhiri pandemi Covid.

Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO (SAGE) tentang Imunisasi mengatakan bahwa setidaknya 126 negara di seluruh dunia telah mengeluarkan rekomendasi tentang booster atau dosis vaksin tambahan, dan 120 di antaranya telah mulai menerapkan program tersebut.

“Belum ada negara berpenghasilan rendah yang memperkenalkan program vaksinasi booster,” kata SAGE dalam sebuah pernyataan.

Pakar kesehatan telah lama memperingatkan bahwa kegagalan untuk memperluas vaksinasi secara global akan membuka jalan bagi lebih banyak varian virus Corona untuk berkembang.

(*)

sumber: detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid