Hubungi kami di

Gaptek? Gak Lah!

226 Juta Pelanggan Telepon Selular sudah Registrasi

nien bagaskara

Terbit

|

PEMERINTAH melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menetapkan tanggal 28 sebagai batas akhir registrasi ulang bagi pengguna kartu SIM. Anda sudah registrasi?

Jika tidak dilakukan, Kemenkominfo mengancaman akan memblokir pengguna telepon selular yang menggunakan kartu SIM prabayar. Pemblokiran sendiri akan dilakukan secara bertahap. Kemenkominfo masih memberikan masa tenggang selama 30 hari setelah tanggal yang sudah ditetapkan tersebut.

Selama masa tenggang itu, apabila pelanggan belum juga melakukan pendaftaran, pertama-tama pemerintah akan memblokir layanan panggilan keluar (outgoing call) dan SMS. Setelah itu, apabila 15 hari setelahnya pelanggan juga masih belum mendaftar, layanan kedua yang akan diblokir adalah panggilan masuk (incoming call) dan SMS. Nantinya, hanya paket internet yang akan aktif selama 15 hari.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemenkominfo Ahmad M. Ramli menjelaskan, program registrasi nomor prabayar seluler sampai dengan 17 Februari 2018 telah mencapai lebih dari 226 juta pelanggan.

“Tepatnya sejumlah 226.444.899 kartu nomor pelanggan pada pagi hari tadi,” katanya dalam keterangan pers yang dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (17/2).

BACA JUGA :  PUBG Mobile Jadi Games Terlaris di Dunia

“Angka ini menunjukkan jumlah nyata pelanggan aktif saat ini yang telah teregistrasi dan tervalidasi melalui sistem database kependudukan Ditjen Dukcapil,” imbuh Ramli.

Menghadapi masa akhir registrasi nomor prabayar seluler, dirinya kembali memberikan penekanan kepada masyarakat, yakni pelanggan dan siapapun diingatkan kembali agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar.

“Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di-upload oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di internet,” jelas Ramli.

Adapun terkait dengan tujuan registrasi ulang ini, Ramli menuturkan bahwa hal ini semata-mata untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan, dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan HP yang hilang.

Masyarakat diimbau segera melakukan registrasi ulang tidak menunggu batas akhir 28 Feb 2018. Sebab, pada saat itu akan terjadi traffic tinggi luar biasa yang dapat menyebabkan gagal registrasi. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook