Kota Kita
4.608 Tenaga Kesehatan di Kepri Sudah Vaksin Booster Kedua

SEBANYAK 4.608 orang atau 31,74 persen tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis penguat kedua atau booster kedua.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana. Ia mengatakan target vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan cepat tercapai karena mereka membutuhkan.
“Ini baru sekitar dua pekan sudah mencapai 31,74 persen. Kalau dilihat dari pengalaman vaksinasi sebelumnya, mudah-mudahan 1-2 bulan target sudah tercapai,” kata Tjetjep, dikutip dari Antara, Minggu (14/8/2022).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri itu menjelaskan vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan di wilayah itu mencapai 20.295 orang atau 143,72 persen, dosis kedua 19.974 orang atau 141,45 persen, dan dosis ketiga mencapai 18.158 orang atau 128,59 persen.
“Tempat vaksinasi memadai, dan akses tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin juga mudah, sehingga mendukung percepatan vaksinasi,” ujarnya.
Kondisi berbeda terjadi dalam pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum, terutama dosis ketiga atau booster.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri Muhamad Bisri mengungkapkan sebagian orang suntik vaksin karena untuk kepentingan ke luar kota. Pemahaman seperti itu, menurut dia tidak tepat.
“Itu pemahaman yang keliru karena vaksin di masa pandemi itu dibutuhkan, bukan karena alasan untuk memenuhi syarat ke luar daerah agar tidak tes usap,” katanya.
Capaian vaksinasi dosis ketiga atau penguat untuk kelompok lansia sebanyak 31.172 orang atau 35,78 persen. Sisa target vaksin dosis ketiga untuk lansia mencapai 55.956 orang.
Capaian vaksinasi dosis pertama untuk kelompok lansia sebanyak 73.934 orang atau 84,86 persen, dan dosis kedua 63.066 orang atau 72,38 persen.
Jumlah warga usia di atas 18 tahun yang sudah vaksin dosis ketiga sebanyak 697.369 orang atau 50,78 persen.
Ia mengimbau para lansia untuk segera suntik vaksin penguat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan pasien Covid-19 yang berusia lansia tidak bergejala atau bergejala ringan setelah mendapatkan vaksin penguat.
“Lansia merupakan kelompok rentan yang diprioritaskan mendapatkan vaksin. Kami minta seluruh elemen masyarakat mendukung program vaksinasi ini,” ujarnya.
Secara umum, capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.777.294 orang atau 98,59 persen, sementara dosis kedua 1.535.216 orang atau 85,16 persen, dan dosis ketiga 701.192 orang atau 51,06 persen.
(*)