Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Empat Mantan Pejabat KPU Karimun Dituntut Hukuman Penjara hingga 4,6 Tahun
    2 jam lalu
    Pengangguran di Kepri Capai 6,8%
    14 jam lalu
    8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
    23 jam lalu
    Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
    1 hari lalu
    Polisi Terus Telusuri Jejak Komunikasi dan Aliran Uang Transaksi Judi Online
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    14 jam lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    14 jam lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    2 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    3 hari lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    13 jam lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    4 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    4 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    4 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Raja Haji Ali (Tengku Selat)

Editor Admin 5 jam lalu 66 disimak
Foto Raja Haji Ali ibn Raja Muhammad, perintis Ahmadi and Co di Midai Natuna dan penerbit Al Ahmadiyah Press di SingapuraDisediakan oleh GoWest.ID
  • Nama : Raja Ali ibn Raja Muhammad (Tengku Nong) ibn Raja Abdullah (Yang Dipertuan Muda Riau IX 1857)
  • Nama lain: Tengku Selat
  • Lahir: Pulau Penyengat, 1869. Situs Royal Ark menyebut 2 April 1870
  • Wafat : Midai, Natuna 3 Maret 1955
  • Ayah : Raja Muhammad ibn Raja Haji Abdullah (Yang Dipertuan Muda Riau IX 1857)
  • Ibu: Raja Wuk binti Raja Jumaat ibn Raja Ja’far (YDM Riau VI 1806 – 1831)
  • Isteri: Raja Badariah binti Raja Muhammad Tahir, anak dari pamannya Raja M. Tahir ibn Raja Haji Abdullah (YDM Riau IX 1857)
  • Anak: Raja Haji Salman, Raja Nur, Raja Zahara, Raja Habshah, Raja Hajjah Fatimah

MENURUT catatan Wan Mohammad Shaghit Abdullah, seorang penulis sejarah Melayu, Raja Haji Ali lahir tercatat pada 1286 H/1869 M. Tetapi dalam Surat Keterangan Yang Berlaku Laksana Pasport No. 21441 yang dikeluarkan di Singapura pada 10/8/1950 oleh Republik Indonesia Serikat, Raja Haji Ali dinyatakan lahir di Pulau Penyengat (Riau) tahun 1874 M. Ia wafat di Pulau Midai, Kepulauan Riau, 9 Rajab 1374 H/ 3 Maret 1955.

Daftar Isi
Gagasan Ekonomi Raja Haji Ali Perkebunan dan Wakaf Pendirian Al Ahmadiyah Press di SingapuraFoto Raja Haji Ali

Datuknya adalah Raja Haji Abdullah, Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga ke-9. Sementara ayahnya adalah Raja Haji Muhammad, dikenal juga dengan sebutan Tengku Nong. Ayah Raja Haji Ali, Tengku Nong, sempat menyandang gelar `Kelana’ calon pengganti Yang Dipertuan Muda. Namun, karena beberapa faktor tertentu, ia tidak sempat menjadi Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga menggantikan ayahnya, Raja Haji Abdullah. Ayah saudara Raja Haji Ali (pamannya, pen.) adalah Raja Haji Muhammad Tahir, seorang Hakim Kerajaan Riau-Lingga yang juga menjadi mertuanya.

Raja Haji Ali (nama lengkap: Raja Haji Ali bin Raja Haji Muhammad) adalah seorang bangsawan keturunan Kesultanan Riau-Lingga yang mendirikan perusahaan penerbitan Al-Ahmadiah Press (Mathba’ah Al-Ahmadiah) di Singapura pada tahun 1912.

Sebelumnya, bersama beberapa kerabat, ia juga tercatat sebagai perintis usaha dagang Ahmadi and Co. Di Natuna. Yaitu, sebuah kongsi dagang bumiputera sekaligus salah satu bentuk koperasi pertama di Nusantara yang didirikan pada tahun 1906 di Pulau Midai, Kepulauan Natuna (dahulu wilayah Pulau Tujuh, Kesultanan Riau-Lingga)

Saat awal berdiri, usaha bersama ini diberi nama Asyarikatul Ahmadiah (Sarikat Dagang Ahmadi). Nama “Ahmadi” dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pendirinya, Raja Haji Ahmad. Seiring meluasnya jaringan bisnis, namanya diubah menjadi lebih modern, yaitu Ahmadi & Co.

Tujuan utama pendirian usaha ini adalah membantu para pemilik kebun kelapa dan masyarakat Melayu di Pulau Tujuh agar bisa memasarkan hasil bumi mereka secara langsung ke luar daerah dengan harga yang adil, tanpa melalui tengkulak. Pada masa itu, pulau Midai dan sekitarnya kaya akan hasil perkebunan kelapa. Ahmadi & Co mengelola kelapa tersebut untuk diolah menjadi kopra berkualitas.

Melalui sistem koperasi yang didirikan bersama kerabatnya itu, hampir dua pertiga kebun kelapa di Pulau Midai akhirnya bergabung dan dikelola di bawah naungan Ahmadi & Co. Koperasi ini bahkan memperluas penanaman kelapa dan karet hingga ke pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Ahmadi & Co sangat melegenda karena menerapkan sistem tata kelola dan pengupahan yang sangat adil bagi para pekerjanya. Setiap kali panen kelapa dan penjualan kopra dilakukan, keuntungannya dibagi menjadi lima bagian:

  • 2 Bagian (40%): Diserahkan kepada pemilik kebun/kas koperasi Ahmadi & Co.
  • 3 Bagian (60%): Dibagikan langsung kepada para pekerja lapangan, yang meliputi pemanjat kelapa, pengupas kelapa, serta buruh yang mengasapi dan mengeringkan kopra.

Meskipun berpusat di sebuah pulau kecil di Laut Natuna, pengelolaan koperasi ini dilakukan secara sangat profesional. Jaringan perdagangannya menggurita hingga ke Singapura, bahkan meluas sampai ke Siam (Thailand). Hasil laut, cengkih, karet, dan kopra dari Natuna diangkut menggunakan armada kapal mereka sendiri langsung menuju pasar Singapura.

Gagasan Ekonomi Raja Haji Ali

Untuk mengukuhkan ekonomi, Raja Haji Ali membangun berbagai sektor penunjang sebagai benteng pertahanan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Sektor-sektor tersebut meliputi:

  1. Kepemilikan tanah perkebunan
  2. Kepemilikan tempat usaha sendiri, bukan menyewa dari pihak lain
  3. Kepemilikan alat transportasi, baik di darat maupun laut
  4. Penerapan sistem permodalan bersama, baik antar keluarga, kerabat, maupun seluruh kaum Muslimin. Dalam hal ini diperlukan penentuan saham yang jelas.
  5. Penyediaan fasilitas pendidikan sebagai rangka jangka pendek untuk kemaslahatan umat Islam.
  6. Kepemilikan aset jangka panjang berupa tanah wakaf dan kebun wakaf, karena menurut Tengku Ali umat Islam harus memiliki hak milik sendiri.

Dalam catatan Wan Mohammad Shaghit Abdullah, prinsip ekonomi Raja Haji Ali adalah pembayaran wajib seperti zakat sebelum sedekah sunah. Termasuk juga mendahulukan pembayaran upah pekerja dibanding pengeluaran lainnya. Semua prinsip ini menjadi kerangka sistem ekonomi Islam ala Raja Haji Ali.

Perkebunan dan Wakaf

AKTIFITAS Raja Haji Ali di sektor perkebunan bisa dilihat dari tulisan tangannya sendiri. Ia membuka kebun di Pulau Kemili, Riabu, Kepulauan Anambas. Surat izin dari Mahkamah Siantan bertanggal Senin, 2 Rajab 1319 H / 1901 M, yang ditandatangani Orang Kaya Dewa Perkasa Muhammad Usman dan Amir Bakal Pangeran Siantan, memberikan izin kepada Raja Haji Ali bin Raja Haji Muhammad Kelana alias Tengku Nong untuk membuka kebun karet dan tanaman lain di tanah Pulau Siantan Darat, Teluk Tarempa. (Catatan & Data : Wan Mohammad Shaghit Abdullah)

Tanah dan perkebunan milik Raja Haji Ali di Kepulauan Anambas bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk umat Islam.

Luas tanah yang disebut dalam surat itu sangat besar. Separuh Gunung Tarempa di Siantan diwakafkannya untuk Masjid Jami’ Tarempa. Selain itu ia juga mewakafkan tanah dan kebun kelapa di berbagai tempat. Seperti kebun kelapa untuk Masjid Baiturrahman di Pulau Midai. Masjid tersebut berada di bawah kepemimpinannya dan perlengkapannya didatangkan langsung dari Terengganu masa itu. Ia juga mewakafkan tanah untuk masjid di Jemaja.

Yang juga menarik, Raja Haji Ali adalah perintis pengelolaan kebun wakaf untuk para guru yang mengajar di Mekah dan Madinah. Saat itu ulama pengajar di dua Tanah Suci belum punya gaji tetap seperti sekarang.

Hasil wakaf dikirim ke Mekah minimal dua kali setahun. Wakil Tengku Ali yang mengurus pengiriman itu adalah Syekh Abdullah Shamad al-Filfulani dari Pulau Pinang.

Pendirian Al Ahmadiyah Press di Singapura

Untuk mendukung kekuatan ekonominya yang sudah berjalan, Raja Haji Ali melalui badan usahanya, Ahmadi & Co di Midai, juga membuka kantor cabang perdagangan, yang pada akhirnya menginisiasi berdirinya perusahaan percetakan Al-Ahmadiah Press di Singapura.

Al-Ahmadiah Press (Mathba’ah Al-Ahmadiah) merupakan salah satu pilar intelektual penting Melayu-Islam di Singapura pada awal abad ke-20. Di bawah kepemimpinan dan pendanaan dari Raja Haji Ali bin Raja Haji Muhammad ini, perusahaan penerbitan yang berlokasi di Jalan Sultan (Kampong Gelam) ini berkembang menjadi agen perubahan sosial, budaya, dan agama yang sangat aktif. Perusahaan itu aktif menerbitkan buku-buku berkualitas.

Salah satu kontribusi paling monumental dari Al-Ahmadiah Press adalah menerbitkan secara massal karya-karya tata bahasa dan sastra monumental buatan bangsawan Riau, termasuk kamus ensiklopedia Kitab Pengetahuan Bahasa karya Raja Ali Haji pada tahun 1927.

Sementara bersama dengan jaringan intelektual dari kelompok Rushdiah Club pimpinan Raja Ali Kelana, Al-Ahmadiah Press di Singapura menjadi motor utama modernisasi, pembakuan, dan penyebaran bahasa Melayu standar ke seluruh Semenanjung Malaya dan Kepulauan Nusantara masa itu.

Melalui aktivitas-aktivitas tersebut, Raja Haji Ali berhasil mengubah Al-Ahmadiah Press yang awalnya merupakan koperasi pengelola kelapa di Midai, kemudian berkembang menjadi perusahaan penerbitan literasi Islam-Melayu yang disegani di dunia internasional pada masanya.

Foto Raja Haji Ali

DALAM banyak buku sejarah yang menjelaskan tentang aktifitas pujangga Melayu, Raja Ali Haji ibn Raja Ahmad, terdapat kekeliruan besar dengan menyandingkan bersama foto Raja Haji Ali (Tengku Selat) ibn Raja Muhammad (Tengku Nong). Padahal keduanya merupakan dua sosok yang berbeda dan hidup di zaman yang juga berbeda.

Foto Raja Haji Ali ibn Raja Muhammad Ibn Raja Abdullah (YDM Riau IX 1857)

Raja Ali Haji ibn Raja Ahmad ibn Raja Haji Fisabilillah, hidup pada abad ke-19 (lahir sekitar tahun 1808 dan wafat tahun 1873). Ia hidup di masa kejayaan literasi Pulau Penyengat sebelum Kesultanan Riau-Lingga dihapus oleh Belanda. Sementara Raja Haji Ali ibn Raja Muhammad, hidup pada akhir abad ke-20 (1869–1955). Ia mengalami masa jatuhnya kesultanan Riau Lingga pada tahun 1911 dan harus bergerak di bidang bisnis kemandirian ekonomi pada paruh pertama abad ke-20.

Penyematan foto Raja Haji Ali ibn Raja Muhammad pada deskripsi sosok Raja Ali Haji ibn Raja Ahmad, merupakan sebuah Anakronisme sejarah; kesalahan menempatkan sesuatu, orang, peristiwa, atau gagasan di waktu yang tidak sesuai/tidak sezaman. Dan itu jelas fatal.

(ham)

Sumber:

Repositori Kemdikdasmen

“Menyusur Kampung-kampung di Boengoeran - Pulau Tujuh di Bagian Selatan Laut China - Catatan Hasselt & Schwartz 1898 (Bagian 4)

From Riau to Singapore: A Content Analysis of The Rushdiah Club's Major Published Writing (CA. 1890-1950)

core.ac.uk - Diasphora Bugis dan perkembangan perdagangan kopra di Sumatera

ResearchGate: Print Culture in the Sultanate of Riau-Lingga during the Late Nineteenth and Early Twentieth Centuries



Kaitan Ahmadi and co, Al Ahmadiyah press, midai, natuna, Raja haji Ali, singapura
Admin 5 Juni 2026 5 Juni 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
Artikel Selanjutnya Empat Mantan Pejabat KPU Karimun Dituntut Hukuman Penjara hingga 4,6 Tahun

APA YANG BARU?

Empat Mantan Pejabat KPU Karimun Dituntut Hukuman Penjara hingga 4,6 Tahun
Artikel 2 jam lalu 53 disimak
Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
Statistik 13 jam lalu 179 disimak
Pengangguran di Kepri Capai 6,8%
Artikel 14 jam lalu 156 disimak
Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
Pendidikan 14 jam lalu 171 disimak
Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
Pendidikan 14 jam lalu 209 disimak

POPULER PEKAN INI

“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 6 hari lalu 693 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
Artikel 6 hari lalu 647 disimak
Libatkan RT/RW, Pengelolaan Sampah dengan TPS Komunal di Batam
Lingkungan 6 hari lalu 632 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 4 hari lalu 610 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 5 hari lalu 596 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?