PENERBANGAN langsung maskapai Jeju Air dari Batam menuju Incheon, Korea Selatan, dijadwalkan berhenti sementara untuk periode 1 Juni sampai 24 Oktober 2026.
Penghentian ini dilakukan karena adanya gangguan pada rantai pasokan bahan bakar penerbangan yang masih berlangsung, sehingga berdampak pada kelancaran operasional maskapai.
Informasi penangguhan tersebut disampaikan oleh Branch Manager Jeju Air, Jeon Youhak, melalui surat resmi tertanggal 9 Mei 2026 dengan nomor JJA/BM-BTH/12/MAY/2026. Dalam surat itu disebutkan bahwa penundaan penerbangan rute Batam–Incheon dilakukan akibat kendala yang berlanjut terkait pasokan bahan bakar.
Jeju Air juga menetapkan bahwa selama masa penghentian—hampir lima bulan—penerbangan dengan rute Incheon–Batam–Incheon (ICN-BTH-ICN) tidak beroperasi (no operations/NO OPS).
Selama ini, Jeju Air dikenal sebagai satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan langsung reguler antara Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Bandara Internasional Incheon di Seoul.
Tidak Terlihat di Sistem Pemesanan Tiket
BERDASARKAN penelusuran pada laman pemesanan tiket Jeju Air (jejuair.net), penerbangan rute Incheon–Batam untuk periode 1 Juni hingga 24 Oktober 2026 tidak ditemukan. Sistem menampilkan keterangan bahwa tidak ada penerbangan yang sesuai dengan kriteria pencarian.
Sementara itu, mengutip Koreatimes, harga bahan bakar penerbangan disebut mengalami lonjakan sejak awal 2026, dipicu gejolak geopolitik dan meningkatnya harga minyak dunia. Kondisi ini disebut membuat sebagian besar maskapai Korea Selatan—termasuk Jeju Air—menaikkan fuel surcharge secara signifikan pada April dan Mei 2026.
Contohnya, fuel surcharge untuk penerbangan Korea menuju Batam pada Maret 2026 tercatat sebesar USD 22, naik tajam menjadi USD 68 pada April, lalu USD 126 pada Mei, dan kemudian turun menjadi USD 103 pada Juni.
Sebelum penghentian sementara, Jeju Air mengoperasikan penerbangan Batam–Incheon dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Rabu dan Sabtu, dengan nomor penerbangan 7C2701 dan 7C2702. Dengan jadwal tersebut, dalam satu bulan Jeju Air rata-rata melayani sekitar delapan penerbangan langsung ke Korea Selatan, dan pada bulan tertentu yang memiliki lima hari Rabu atau Sabtu jumlahnya bisa mencapai sembilan hingga sepuluh kali.
Dampak ke aktivitas wisata, bisnis, hingga mobilitas warga/pekerja Korea Selatan yang menggunakan penerbangan langsung Batam–Incheon masih belum dapat dipastikan.
Terkait penangguhan tersebut, Corporate Secretary PT Bandara Internasional Batam, Aldi kepada media di Batam menyampaikan bahwa pengelola Bandara Hang Nadim Batam akan memberikan pernyataan resmi.
(ham)


