POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) kembali memperluas jaringan kerja sama internasional melalui kegiatan Global Knowledge Sharing (Polibatam & Singapore Polytechnic) 2026 yang berlangsung di Gedung Technopreneur Polibatam pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara yang digelar bersama Polibatam English Club (PEC) ini menjadi forum pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemahaman budaya antara mahasiswa Polibatam dan Singapore Polytechnic.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polibatam memperkenalkan model pendidikan vokasi berbasis Project Based Learning (PBL). Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai proyek yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global.
Rangkaian acara dimulai dengan makan siang bersama di Ruang Batu Ampar di lantai dua Gedung Technopreneur. Interaksi antara peserta dari kedua institusi berlangsung dalam suasana akrab melalui ice breaking dan mingle session, sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun jejaring lintas negara serta melatih kemampuan komunikasi lintas budaya.
Selanjutnya, sesi utama berlangsung di Ruang Tanjung Piayu lantai tiga Gedung Technopreneur. Acara dibuka oleh panitia, kemudian disusul sambutan dari perwakilan Polibatam, yakni Irkham dan Bambang, serta perwakilan Singapore Polytechnic, He Yingjie. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi pendidikan internasional untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Salah satu agenda yang paling mendapat perhatian peserta adalah presentasi dan demonstrasi karya mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Robotika Polibatam. Tim memperkenalkan robot Barelang FC, yaitu robot sepak bola yang dirancang agar dapat bermain futsal secara otomatis. Robot ini disiapkan untuk mengikuti kompetisi robotika internasional di Korea Selatan dan menjadi salah satu contoh inovasi teknologi yang lahir dari kampus vokasi di Kepulauan Riau.
Demonstrasi Barelang FC menarik antusiasme mahasiswa dan dosen Singapore Polytechnic. Pada sesi tanya jawab, peserta berdiskusi secara intens terkait berbagai aspek, mulai dari penerapan teknologi kecerdasan buatan, sistem kendali robot, hingga proses pengembangan proyek. Respons yang muncul menunjukkan tingginya minat terhadap perkembangan robotika dan otomasi yang kini menjadi fokus industri global.
Melalui kegiatan ini, Polibatam tidak hanya memperkuat hubungan akademik dengan Singapore Polytechnic, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lanjutan di bidang riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan, Polibatam terus mendorong daya saing mahasiswa melalui kerja sama global, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan teknologi yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat maupun dunia industri.
(dha)


