Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
    18 jam lalu
    Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
    18 jam lalu
    Pengendara Mobil Tabrak Lapak dan Kendaraan di Pasar Tos 3000
    19 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Kompak Naik per 12 Juli
    19 jam lalu
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    14 jam lalu
    Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
    15 jam lalu
    Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
    18 jam lalu
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    2 hari lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

15 Asosiasi Pengusaha Tolak KEK di Batam

Editor Admin 8 tahun lalu 2.1k disimak

SEBANYAK 15 Asosiasi Pengusaha di Kepulauan Riau, menandatangani pernyataan untuk menolak perubahan kekhususan Batam dari status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dalam pernyataan yang tertuang dalam surat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri NO: 39/KU/Kadin-Kepri/IV/2018 dengan perihal usulan dan tanggapan KEK Batam yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Kadin Kepri, Akhmad Makruf Maulana menjelaskan dari 15 Asosiasi Pengusaha tersebut sebagian besar merupakan Asosiasi Pengusaha yang ada di Batam.

“Ke 15 Asosiasi yang menolak tersebut diantaranya Kadin Kepri, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, REI Batam, PHRI Batam, Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (Forppi), INSA Batam, DPD Akklindo Kepri, Dekopinda Batam, BSOA, Gapeksindo, Asprindo, DPD Asita Kepri, Aexipindo, Organda Batam, dan HIPPI,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (08/05/2018) lalu.

Menurutnya dasar dari Asosiasi Pengusaha tersebut adalah kepastian hukum dalan pembentukan KEK. Dimana saat ini sesuai dengan PP No 46 tahun 2007 yang diperkuat dengan UU No 44 tahun 2007. Batam sidah ditetapkan menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang diberi Kekhususan dan berlaku selama 70 tahun.

“Untuk FTZ aja sampai saat ini masih belum masuk ke masa expired, masa langsung mau diganti lagi. Ini yang kami tanyakan, bagaimana kepastian hukumnya. Jangan ganti Presiden gantu juga peraturannya. Ini perlu diingat Negara itu sudah memberikan prioritas kepada Batam dan baru berlangsung 15 tahun, lagipula setiap investor yang kami ajak ke Batam itu taunya FTZ bukan KEK,” lanjutnya.

Akhmad menegaskan dalam hal ini, pihak Kadin Kepri bukan dalan posisi dukung – mendukung. Melainkan meminta agar Negara konsisten dalam memberikan kekhususan kepada Batam.

Sementara itu Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim juga menuturkan hal serupa dimana kepastian hukum menjadi alasan utama. Para Asosiasi Pengusaha menolak status KEK Batam. Ia sendiri menganggap adanya perubahan ini, merupakan langkah mundur karena akan menimbulkan kebingungan tidak hanya bagi pengusaha tetapi juga bagi masyarakat.

“Inti dari surat tersebut adalah masukkan kepada Presiden jangan salah mengambil keputusan, kita kan pelaku usaha kita tahu dan sudah prediksi pasti akan menimbulkan kekacauan ekonomi. Terutama dengan pengusaha kecil menengah, produk – produk mereka akan mengalami stagnasi. Dimana harga akan mengalami kenaikan dan produk mereka tidak akan bersaing lagi di pasaran,” tuturnya.

Selain itu masalah lain yang akan terjadi adalah pada saat perubahan kelembagaan, dimana menurutnya saat ini Dewan Kawasan yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution terlihat terseok – seok dalam menjalankan peraturan.

“Seharusnya bukan merubah menjadi KEK, melainkan memperkuat FTZ dengan insentif lain yang didapat dari KEK. Karena Batam sangat complicated tidak seperti daerah lain, jika dirubah menjadi KEK secara psikologis ini tidak baik bagi investor. Sebentar – sebentar berubah lagi aturannya, hanya menimbulkan kebingungan dan keraguan bagi investor,” ucapnya.

Osman juga menambahkan sebelum KEK, Batam sudah mencoba beberapa kebijakan mulai dari Bonded Area, Bonded Ware House Area, FTZ, Enclove, dan saat ini akan dicoba dengan kekhususan baru yakni KEK. Hal ini hanya akan menimbulkan kontraproduktif, dan hanya menimbulkan gejolak baru di saat FTZ sedang mengalami peningkatan.

“Masyarakat juga akan dibebani dengan PPN-PPNBN, dengan demikian akan meningkatkan harga yang bersifat konsumatif. Di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang lemah saat ini, dan meningkatnya jumlah pengangguran,” kata Osman.

Status pembagian zona untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), juga dianggap hanya akan menimbulkan tumpang – tindih. Osman menegaskan apabila status KEK akan diterapkan maka harusnya ditetapkan secara menyeluruh. Status lahan dan adanya beberapa kawasan industri yang berada di kawasan pemukiman, akan kembali menimbulkan kebingungan dan keresahan bagi masyarakat.

“Gimana ceritanya nanti untuk industri kecil menengah yang berada di luar kawasan yang sudah ditunjuk untuk KEK, kita tidak hanya berbicara tentang industri besar tapi juga industri jasa dan logistik yang semuanya ada di luar kawasan,” tegasnya.

(*/GoWest.ID)

Kaitan batam, Bp batam, ftz, kadin kepri, kek, makruf maulana, top
Admin 10 Mei 2018 10 Mei 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya ATB Batam Sabet Dua Penghargaan Top BUMD
Artikel Selanjutnya Jelang Akhir Konsensi, ATB Batam Percaya Diri

APA YANG BARU?

“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 14 jam lalu 166 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 15 jam lalu 161 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 18 jam lalu 155 disimak
Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
Artikel 18 jam lalu 154 disimak
Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
Artikel 18 jam lalu 151 disimak

POPULER PEKAN INI

Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 6 hari lalu 363 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 5 hari lalu 330 disimak
Curi Uang Didalam Dashboard Mobil, Seorang Pemuda di Karimun Diamankan Polisi
Artikel 5 hari lalu 297 disimak
Tertibkan Parkir Liar, BP Batam Gelar Patroli Gabungan di Jembatan 1 Barelang
Artikel 5 hari lalu 297 disimak
Dua Anggota DPRD Batam Diduga Intimidasi Anggota PMII Batam Usai Buat Laporan ke BK
Artikel 4 hari lalu 287 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?