Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Imigrasi Batam Segera Deportasi WNA Terlibat Sindikat Penipuan Investasi Online
    3 jam lalu
    Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
    6 jam lalu
    50 Anak di Bintan Ikut Khitanan Massal Gratis
    7 jam lalu
    Kejari Batam Banding, Tolak Vonis Bebas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pajak Hotel
    24 jam lalu
    Video Amatir: Peristiwa Mitsubishi Storm Seruduk 8 Motor di Perempatan K-Square Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Hentikan Perlawanan Keras Paraguay, Prancis Tantang Maroko di Perempat Final
    5 jam lalu
    Perjuangan Kanada Terhenti, Singa Atlas Maroko Melangkah ke Perempat Final
    17 jam lalu
    Tim Benua Eropa Dominasi Babak 16 Besar, Asia Tidak Terwakili
    1 hari lalu
    Portugal dan Swiss Lolos Babak 16 Besar
    2 hari lalu
    Kalahkan Austria 0-3, Tim Matador isi 1 Slot di Babak 16 Besar
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    7 jam lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 hari lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 hari lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Resiko Penyakit Jantung Untuk si “Kurus”

Editor Redaksi 10 tahun lalu 1.2k disimak
Ilustrasi

BANYAK yang mengira penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyakit yang hanya dialami oleh orang dengan kelebihan berat badan.

Daftar Isi
PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG YANG TERLALU KURUS LEBIH BERISIKO KEMATIANKENAPA INDIVIDU DENGAN BERAT BADAN KURANG MASIH BISA TERJANGKIT PENYAKIT KARDIOVASKULER?1. PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL2. KURANG AKTIVITAS FISIK3. BERBADAN KURUS DENGAN POLA MAKAN TIDAK SEHAT4. LEMAK DI SEKITAR PERUT5. KURANGNYA KADAR SERUM HB

Pada kenyataannya, penyakit kardiovaskuler dipengaruhi oleh banyak penyebab selain kegemukan. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan orang dengan berat badan kurang juga rentan mengalaminya.

Berat badan kurang atau yang dikenal dengan underweight adalah istilah untuk berat badan individu yang tidak sesuai dengan tinggi badan individu.  Individu dikatakan memiliki berat badan kurang apabila nilai indeks masa tubuh (IMT) dibawah 18,5 kg/m2.  Individu dengan berat badan kurang bisa disebabkan oleh faktor nutrisi, infeksi penyakit, atau genetik.

Seperti dikutip dari laman hellosehat.com, berat badan lebih dan obesitas bukanlah satu-satunya penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler pada umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang beraktivitas fisik, konsumsi lemak, dan tinggi garam. Akibatnya, menimbulkan tekanan darah tinggi dan penimbunan lemak di sekitar pembuluh darah dan jantung.

PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG YANG TERLALU KURUS LEBIH BERISIKO KEMATIAN

Banyak penelitian terbaru yang menunjukan bahwa penyakit kardiovaskuler juga dialami individu yang memiliki berat badan kurang bahkan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan nilai IMT normal. Salah satunya  penelitian di Bali yang menunjukan individu dengan berat badan kurang berisiko 3,6 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan individu dengan berat badan normal.

Pada kasus penyakit arteri koroner, individu dengan berat badan kurang memiliki risiko kematian yang lebih awal dibandingkan berat badan normal dan lebih. Penelitian pada tahun 2013 menunjukan perempuan dengan penyakit arteri koroner mengalami peningkatan kematian dini sebesar dua kali lipat.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa individu dengan berat badan lebih dan tidak mengalami kenaikan berat badan, risikonya mengalami kematian arteri koroner menurun sebesar 64%. Sedangkan individu dengan berat badan kurang dan mengalami penurunan berat badan, justru risiko kematiannya akan meningkat sebanyak dua kali lipat.

KENAPA INDIVIDU DENGAN BERAT BADAN KURANG MASIH BISA TERJANGKIT PENYAKIT KARDIOVASKULER?

Berikut beberapa penyebab yang memungkinkan seseorang tetap berisiko mengalami kardiovaskuler dengan berat badan kurang:

1. PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL

Merupakan penyakit bawaan sejak lahir yaitu ditandai dengan lemahnya fungsi jantung akibat terdapat gangguan pada dinding, katup, maupun pembuluh darah arteri jantung. Berdasarkan hasil penelitian, individu dengan penyakit jantung kongenital berat dan badan kurang meningkatkan risiko 12 kali untuk mengalami penyakit kardiovaskuler. Hal ini menunjukkan pengaruh penyakit jantung kongenital akan lebih besar individu yang memiliki berat badan kurang.

2. KURANG AKTIVITAS FISIK

Terdapat kecenderungan tidak beraktivitas fisik pada individu yang memiliki badan  kurus atau berat badan rendah. Aktivitas fisik merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler dengan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler hingga 40%. Sebaliknya, kurang beraktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan lemak dalam darah yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

3. BERBADAN KURUS DENGAN POLA MAKAN TIDAK SEHAT

Sangat mudah untuk memiliki berat badan kurang dan memiliki kebiasaan makanan yang tidak sehat. Individu dengan badan kurus cenderung tidak khawatir untuk memakan makanan cepat saji dan tidak melakukan upaya untuk mengimbanginya. Padahal dengan berat badan yang termasuk kurang, kadar gula dan LDL darah masih dapat meningkat.

4. LEMAK DI SEKITAR PERUT

Hal ini dikenal juga sebagai obesitas sentral dan dapat dialami individu dengan berat badan kurang. Dibandingkan dengan akumulasi lemak yang menyebar, lemak di sekitar perut lebih berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler lebih dini dibandingkan obesitas biasa.

5. KURANGNYA KADAR SERUM HB

Salah satu kondisi yang menyebabkan penyakit jantung adalah kurang serum hemoglobin (Hb). Kondisi ini juga lebih besar pada orang mengalami berat badan kurang. Hal ini dibuktikan oleh penelitian pada tahun 2015 di Ethiopia yang  menunjukan kadar Hb secara signifikan berpengaruh dengan gagal jantung dan kondisi serum Hb normal menurunkan risiko gagal jantung sebesar 23%.

Berat badan bukanlah penyebab satu-satunya terhadap terjadinya penyakit kardiovaskuler. Kondisi kesehatan tubuh serta keseimbangan asupan dan aktivitas fisik adalah hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah baik individu yang kekurangan berat badan, berat normal, ataupun kelebihan berat badan. ***

Kaitan kurus, obesitas, penyakit jantung, resiko
Redaksi 21 September 2016 21 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BARU! Fitur Mention di Whatsapp Mini
Artikel Selanjutnya Antara DEPRESI Dan JUNK FOOD

APA YANG BARU?

Imigrasi Batam Segera Deportasi WNA Terlibat Sindikat Penipuan Investasi Online
Artikel 3 jam lalu 69 disimak
Hentikan Perlawanan Keras Paraguay, Prancis Tantang Maroko di Perempat Final
Sports 5 jam lalu 79 disimak
Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
Artikel 6 jam lalu 102 disimak
50 Anak di Bintan Ikut Khitanan Massal Gratis
Artikel 7 jam lalu 102 disimak
Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
Statistik 7 jam lalu 100 disimak

POPULER PEKAN INI

Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 6 hari lalu 333 disimak
Debarkasi Haji Batam Hampir Tuntas, 10.516 Jamaah Pulang, Tinggal Kloter 25 di Madinah
Artikel 6 hari lalu 333 disimak
Cuaca di Kota Batam Jum’at (3/07) Diprediksi Cerah Berawan
Artikel 3 hari lalu 323 disimak
Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
Artikel 6 hari lalu 300 disimak
Hari ini (1 Juli), Cuaca Batam Cerah Berawan
Artikel 5 hari lalu 287 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?