Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
    17 jam lalu
    Usai Jalani Proses Hukum di Malaysia, Dua Nelayan Bintan Akhirnya Dipulangkan
    22 jam lalu
    Sempat Langka, Harga Minyakita di Tanjungpinang Tembus Rp19 Ribu per Liter
    23 jam lalu
    Kantor Imigrasi Batam Perketat Pengawasan di Titik Perlintasan Internasional
    23 jam lalu
    Mahasiswa Datangi Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Suarakan Lima Tuntutan Krisis Lingkungan
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    1 hari lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    2 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    3 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    4 hari lalu
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

“Melempar Waktu ke Tanjungpinang Masa Lalu”

Editor Admin 6 tahun lalu 8.8k disimak

GAYA Belanda membangun kota lama Tanjungpinang menurut Adi Pranadipa, seorang penulis di blog umrah.ac.id, serupa dengan konsep Garden City yang diperkenalkan oleh Sir Ebenezer Howard dari Inggris.

Daftar Isi
Bangunan Arsitektur Masa LampauSejarah Tanjungpinang

Konsep Garden City sendiri, dicetuskan pada tahun 1898 oleh Sir Ebenezer Howard di Inggris Raya. 

Garden City menurut Sir Ebenezer Howard adalah bagaimana sebuah pemukiman dalam kota itu dirancang secara terencana yang dikelilingi “sabuk hijau”, terdiri dari kawasan permukiman, industri dan pertanian yang tersebar merata.

Sebuah dokumentasi foto lama Tanjungpinang tahun 1910, koleksi Tropen Museum yang berjudul Straatgezicht met de protestantse kerk en de ingang van een moskee, Tandjong Pinang, memperlihatkan penataan kota ini yang begitu asri dan hijau.

Kota Tanjungpinang tempo dulu di tahun 1910 dengan latar di kejauhan gereja Ayam, © wikipedia

Di foto itu masih terlihat bentuk awal Gereja Ayam (belakang KFC di masa sekarang), jalan yang kini menjadi jalan dekat GOR Kacapuri. Kemudian bisa dilihat tangga dan pagar Masjid Keling (lokasi masjid Agung Al-hikmah masa kini) dengan rimbunnya pepohonan kala itu.

Nama lain dari Gereja Ayam ini adalah gereja Bethel.

Gereja Bethel di masa lalu, © kemdikbud.go.id

Serupa dengan sabuk hijau yang dikonsep oleh Ebenezer Howard melalui garden city movement menurut Adi Pranadipa.

Melalui foto bertajuk Residentswoning (links) te Tandjoengpinang (Tempat Tinggal Residen) yang diakses melalui laman Digital Collections Perpustakaan Universitas Leiden, Sabuk Hijau itu kentara sekali.

Sampai masa kini pun, hasil pembangunan konsep garden city oleh Belanda itu masih bisa dirasakan.

Bangunan Arsitektur Masa Lampau

SAMPAI hari ini, kita masih bisa menyaksikan banyak peninggalan arsitektur kolonial warisan arsitektur Indische (indis) di seputaran kota tua Tanjungpinang.

Seperti Gedung Daerah Tanjungpinang (walau sudah terlalu banyak berubah, pen), sekolah Belanda yang kini menjadi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Gereja Ayam di jalan Gereja, Rutan Tanjungpinang, Sampiterne (SD/SMP Bintan) serta beberapa lainnya.

Gedung Daerah Tanjungpinang pada masa pemerintahan Hindia Belanda, © pinang-community.blogspot.com

Selain arsitektur Indis, tinggalan arsitektur pecinan di Jalan Merdeka juga mewarnai kota lama Tanjungpinang. Seperti Klenteng Tien Hou Kong (Vihara Bahtera Sasana) yang dibangun tahun 1857.

Vihara Bahtera Sasana di Tanjungpinang, © Kemdikbud

Arsitektur warisan pecinan juga sangat khas di kawasan Jalan Merdeka. Umumnya menggunakan bentuk jendela Jalusi yang umum digunakan di daerah tropis.

Sepanjang jalan di kota tua Tanjungpinang, kita tetap bisa menjumpai bangunan-bangunan bercat usang yang bentuknya mirip satu sama lain.

Sejak pemekaran wilayah, kota tua Tanjungpinang memang tidak seramai dahulu.  Tapi justru membuat nyaman saat kita ingin mengeksplorasinya.

Bioskop Gembira pada masa silam di jalan Teuku Umar Tanjungpinang

Satu hal yang menarik dari kota tua ini yakni, toko-toko di sini masih menjual barang yang serupa puluhan tahun lalu.

Mulai bahan pokok, ikan asin, dan mainan anak-anak. Juga dengan kedai-kedai penjual makanan, rasa dan kenikmatannya masih terjaga meski sudah berusia puluhan tahun silam.

Dulunya, kota tua Tanjungpinang merupakan kota pelabuhan yang sangat ramai. Tak heran ditempat ini banyak etnis yang tinggal seperti China, Melayu, India, Arab yang hidup rukun.

Sejarah Tanjungpinang

BERDASARKAN Sulalatus Salatin, Tanjungpinang merupakan bagian dari Kerajaan Malaka. Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka.

Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda setelah mereka menundukkan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.

Pada masa Hindia Belanda, Tanjungpinang merupakan pusat pemerintahan Karesidenan Riouw. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Provinsi Riau.

Pada tahun 1957, Tanjungpinang menjadi ibu kota Provinsi Riau. Namun dua tahun kemudian ibu kota propinsi itu dipindahkan ke Pekanbaru. Setelah itu statusnya menjadi Kota Administratif hingga tahun 2000.

Suasana di jalan Merdeka Tanjungpinang tahun 1956, © pinang-community.blogspot.com

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001 statusnya ditingkatkan menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang, kemudian dipindahkan ke Senggarang (bagian utara kota). 

Hal ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan serta mengurangi kepadatan penduduk yang selama ini berpusat di Kota Lama (bagian barat kota). Pada tahun 2002, Kota Tanjungpinang kembali menjadi ibu kota provinsi, yakni Provinsi Kepulauan Riau.

(*/nes)









Kaitan histori, sejarah, Tanjungpinang tempo dulu, top
Admin 12 September 2020 12 September 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali3
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Walikota Tunaikan Janji, Lunasi Kredit Rumah Orangtua Hafiz Cilik Hasbi
Artikel Selanjutnya BP Batam Latih Tanding Bulutangkis Bersama Bank BJB Cabang Batam

APA YANG BARU?

Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
In Depth 17 jam lalu 187 disimak
Usai Jalani Proses Hukum di Malaysia, Dua Nelayan Bintan Akhirnya Dipulangkan
Artikel 22 jam lalu 185 disimak
Sempat Langka, Harga Minyakita di Tanjungpinang Tembus Rp19 Ribu per Liter
Artikel 23 jam lalu 169 disimak
Kantor Imigrasi Batam Perketat Pengawasan di Titik Perlintasan Internasional
Artikel 23 jam lalu 172 disimak
Mahasiswa Datangi Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Suarakan Lima Tuntutan Krisis Lingkungan
Artikel 23 jam lalu 198 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 6 hari lalu 387 disimak
Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 2 hari lalu 345 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 5 hari lalu 340 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 5 hari lalu 314 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 304 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?