Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Balita Yang Hanyut di Tanjung Sengkuang Telah Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal
    2 jam lalu
    Polsek Bengkong Tangkap Pria Pelaku Asusila
    3 jam lalu
    CPMI Gagal Berangkat ke Malaysia, Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka
    4 jam lalu
    Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Produk Tarif Bersama
    19 jam lalu
    Dugaan Eksploitasi Anak di Pawai MBG, PMII Gelar Aksi Unjuk Rasa di Batam
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    19 jam lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    24 jam lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    24 jam lalu
    Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
    2 hari lalu
    “Dua Bapak dengan Balita Mereka”
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    7 jam lalu
    Pohon Bakau Api Api
    2 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    2 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    1 minggu lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Digawangi Lion Air Group | Super Air Jet Siap Terbangi Langit Indonesia

Editor Redaksi 5 tahun lalu 835 disimak

SEBUAH maskapai baru siap mewarnai langit Indonesia, Super Air Jet namanya. Maskapai ini sedang siap-siap untuk mulai terbangi langit Indonesia, mereka baru saja mengantongi sertifikat izin operasi komersial atau Air Operator Certificate (AOC) dengan tipe pesawat Airbus A320.

Kabarnya, maskapai baru ini memiliki hubungan erat dengan Lion Air Group. Keluarga Rusdi Kirana disebut menjadi pihak yang bekingi maskapai baru ini.

Dilansir dari laporan Debtwire, Senin (28/6), keluarga Kirana lewat Lion Mentari Airlines baru saja menyuntik dana hingga hampir Rp 1 triliun untuk Super Air Jet.

Rincinya, Lion menyuntik dana sebesar Rp 968 miliar ke Super Air Jet dan perubahan Flyindo Aviasi Nusantara (FAN) pada awal Februari lalu. Super Air Jet mendapatkan bagian Rp 518 miliar dan Rp 450 miliar sisanya ke FAN.

Masih dari laporan Debtwire, Super Air Jet disebut dimiliki oleh Farian dan Davin Kirana. Mereka berdua merupakan putra dari Kusnan dan Rusdi Kirana yang membesut Lion Air sejak 1999.

Farian dan Davin memiliki Super Air Jet melalui PT Kabin Kita Top, sebuah perusahaan patungan yang dimiliki keduanya. Mereka masing-masing memegang 50% saham di perusahaan tersebut.

Kabin Kita memiliki 99,8% kepemilikan Super Air Jet. Sementara sisa kepemilikan lainnya dipegang Rudy Lumingkewas yang merupakan Presiden Direktur Lion Air Group, dan Achmad Hasan Direktur Perdagangan Lion Air Group.

Sementara itu di FAN, Farian Kirana memegang 50% saham perusahaan carter pesawat tersebut bersama Denis Firian. Denis merupakan anak lainnya dari Rusdi Kirana.

Di sisi lain, Direktur Umum Lion Air Group Edward Sirait disebut merupakan komisaris di FAN. Sementara Daniel Putut Kuncoro Adi yang merupakan Direktur Keselamatan Dan Keamanan di Lion, juga direktur di FAN.

Dari sisi penyediaan pesawat, Avolon Holdings, CDB Aviation, dan ICBC Leasing sudah menunjukkan komitmennya untuk menyewakan pesawat kepada Super Air Jet. Totalnya, hingga 30 pesawat akan disewakan dari ketiga perusahaan tersebut.

Avolon adalah lessor utama untuk Lion Group dan tampaknya memiliki strategi untuk mendukung Super Air Jet. Avolon mungkin bertaruh bahwa Super Air Jet akan maju dari pasar meninggalkan Lion yang terkepung secara finansial dan tidak mampu bersaing di pasar maskapai penerbangan berbiaya rendah domestik.

Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati mengatakan kemungkinan Super Air Jet tidak akan meraih keuntungan signifikan beberapa tahun ke depan.

Namun, hal ini menurutnya wajar, dia menilai sebuah maskapai baru bisa sukses dan mendulang keuntungan setelah 3-4 tahun beroperasi. Keuntungan didapatkan usai bisnis maskapai tersebut stabil.

“Untuk maskapai baru memang nggak langsung untung. Perhitungan saya baru tiga atau empat tahun untung, tiga tahun paling cepat,” kata Arista, seperti yang dikutip dari detikcom.

Selama tiga tahun ini Arista menilai Super Air Jet kemungkinan akan terus merugi. Namun, kerugian itu akan terbayar lunas, karena tiga atau empat tahun lagi lonjakan bisnis penerbangan akan terjadi usai pandemi COVID-19 kemungkinan mereda. Lonjakan penumpang akan terjadi, Super Air Jet pun akan langsung memperoleh keuntungan.

“Kasarnya kalau tiga tahun berjalan mungkin mereka rugi. Tapi lepas tiga tahun saat COVID-19 selesai, maka anggapannya penumpang pun recover, jadi mereka bisa keruk keuntungan di situ,” ungkap Arista.

Arista menilai kerugian yang dialami Super Air Jet selama 3 tahun ke depan tidak akan sebanding dengan beban kerugian para maskapai lain yang sudah hadir duluan dan mengalami goncangan ketika pandemi.

Jadi, Super Air Jet bisa lebih enteng mengepakkan sayapnya di masa normal.

Menurutnya yang harus dilakukan Super Air Jet agar bisa bertahan adalah kuat-kuat mengeluarkan modal untuk investasi. Investor harus siap memberikan sumber dayanya untuk menopang Super Air Jet dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

“Ini tinggal bagaimana dia siap bakar duit aja selama waktu itu, tinggal lihat kuat-kuatan investasinya saja dalam jangka pendek dan menengah,” kata Arista.

Dilihat secara bisnis, menurut Arista, Super Air Jet justru memperoleh keuntungan dengan membangun perusahaan dari awal pada waktu seperti ini. Pasalnya, di tengah kondisi krisis akibat pandemi banyak komponen biaya maskapai sedang anjlok harganya.

“Banyak overhead dan variabel cost itu turun. Maka dia terjun ke sini. Super Air Jet hanya memanfaatkan momentum sekarang,” ungkap Arista.

Misalnya saja biaya sewa atau leasing pesawat, menurutnya saat ini banyak penyewa yang menawarkan pesawat dengan harga murah. Dia mengatakan biaya leasing menjadi salah satu komponen besar bagi maskapai, jumlahnya mencapai 25% dari total biaya. Dengan begitu, Super Air Jet bisa memanfaatkan kondisi ini untuk menguatkan jumlah pesawatnya.

Arista juga memaparkan gaji pilot dan pramugari saat ini juga kemungkinan akan lebih murah dibandingkan dengan dua atau tiga tahun lalu. Otomatis Super Air Jet bisa lebih menekan biaya untuk pengadaan sumber daya manusianya.

Bahkan untuk biaya sewa gedung sebagai unit kantor pun akan lebih murah di tengah pandemi seperti ini.

“Jadi ya biaya mereka murah semua menurut saya sekarang,” kata Arista. (*)

Sumber: Detik.com

Kaitan Bisnis Penerbangan, Lion Air Group, Super Air Jet, top
Redaksi 28 Juni 2021 28 Juni 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya ‘Rencana New Normal Negeri Singapura’
Artikel Selanjutnya Malaysia Lockdown, Warganya Dapat Keringanan Pembayaran Listrik

APA YANG BARU?

Balita Yang Hanyut di Tanjung Sengkuang Telah Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal
Artikel 2 jam lalu 56 disimak
Polsek Bengkong Tangkap Pria Pelaku Asusila
Artikel 3 jam lalu 77 disimak
CPMI Gagal Berangkat ke Malaysia, Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka
Artikel 4 jam lalu 86 disimak
Ikan Lepu (Lion Fish)
Rupa 7 jam lalu 76 disimak
KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
Pendidikan 19 jam lalu 198 disimak

POPULER PEKAN INI

Liga Takraw Season 2 2026 Tuntas, Tim Juara Terima Piala dan Uang Pembinaan
Sports 6 hari lalu 701 disimak
Puluhan Ribu Calon Murid Baru SMA dan SMK di Kepri Bersaing Ketat Masuk Sekolah Negeri
Pendidikan 6 hari lalu 697 disimak
Pelatih Iran Nilai Timnya Paling “Tertindas” di Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 649 disimak
Pemko Batam Kaji Aturan Administrasi Kependudukan, Pendatang Wajib Bawa SKCK
Artikel 6 hari lalu 574 disimak
Tersangka ‘Rayap Besi’ Terowongan Pelita Positif Amphetamine dan Methamphetamine
Artikel 6 hari lalu 537 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?