PENGELOLA Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang secara tegas melarang seluruh penambang pompong atau kapal kayu melakukan aktivitas antar-jemput penumpang di dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kepulauan Riau. Langkah ini diambil menyusul insiden tenggelamnya sebuah pompong berpenumpang tujuh orang paska menjemput pengguna jasa dari kapal feri di pelabuhan tersebut pada Selasa (4/8/2026) lalu.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjungpinang, Fikri, menegaskan bahwa dermaga SBP pada dasarnya diperuntukkan khusus bagi armada kapal feri dan speedboat. Pihaknya kini memperketat pengawasan dan siap mengambil tindakan tegas terhadap pengemudi pompong yang nekat melanggar aturan.
“Tekong atau pengemudi pompong tidak boleh lagi antar-jemput penumpang, apalagi bersandar di ponton pelabuhan SBP. Bagi yang tetap membandel, akan langsung kami usir dari area dermaga,” kata Fikri dalam keterangan resminya, Sabtu.
Hasil rapat koordinasi lintas otoritas menyepakati peningkatan pengawasan di lapangan. Selain penyiapan personil pengawas, papan imbauan larangan bersandar juga akan dipasang di area dermaga yang dikelola PT Pelindo tersebut.
Fikri menambahkan, edukasi dan imbauan serupa sebenarnya sudah berulang kali disampaikan. Namun, banyaknya penambang pompong yang tetap nekat memanfaatkan ponton SBP memicu terjadinya insiden keselamatan. Oleh karena itu, langkah penghentian total aktivitas pompong di area SBP menjadi keputusan final demi memastikan keselamatan pelayaran.
“Insiden tenggelamnya pompong kemarin menjadi evaluasi dan perhatian serius seluruh otoritas pelabuhan. Kami tegaskan tidak ada lagi toleransi demi mencegah kejadian serupa terulang,” tuturnya.
Sebelumnya, sebuah pompong yang membawa lima penumpang dewasa serta dua anak-anak (usia dua dan lima tahun) tenggelam tidak jauh dari ponton Pelabuhan SBP. Kapal kayu tujuan Kampung Bugis tersebut terbalik akibat kehilangan keseimbangan usai dihantam gelombang laut. Seluruh korban berhasil diselamatkan berkat kesiapan awak kapal feri dan personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
(nes)


