Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ranperda Perubahan Perda Sampah Batam Belum Tuntas, Pansus Diberi Waktu 30 Hari Lagi
    1 hari lalu
    Resahkan Warga, Aksi Tawuran dan Balap Liar di Batam Disorot Kapolresta
    1 hari lalu
    Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
    1 hari lalu
    Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
    1 hari lalu
    Buruh PT GLI Duduki Gedung DPRD Batam, Tuntut Hak Upah dan Kepastian Kerja
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
    1 hari lalu
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    5 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    6 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    7 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    4 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    6 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    7 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    1 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Kepulauan Aluvial di Selat yang Ramai

Selat Panjang ; “Tanah Jantan” (1)

Editor Admin 1 tahun lalu 829 disimak
Ruas jalan kota Selatpanjang yang berhadapan dengan laut. © F. Bintorosuryo.com/ disediakan oleh GoWest.ID

PULAU Tebing Tinggi yang ada di kabupaten ini memiliki morfologi pantai yang landai, dengan dominasi awal hutan mangrove atau bakau. Tanah di bagian pantainya berlumpur. Walau terletak dekat dengan Selat Malaka, perairan laut di sini tergolong tenang karena terlindung pulau Rangsang yang terletak di hadapan.

Oleh : Bintoro Suryo


AIR lautnya keruh karena merupakan hasil sedimentasi lumpur dari tanah gambut yang mendominasi wilayah Sumatera bagian timur secara umum. Saya nggak tahu, apakah ekosistem laut dangkal bisa hidup di kondisi laut yang keruh berlumpur begini?

Sepanjang mulai masuk di selat panjang yang membelah pulau Rangsang dan Tebing Tinggi, saya hampir tidak mendapati aktifitas nelayan tradisional yang mencari hasil tangkapan di laut sekitarnya. Apalagi menemui kelong atau jaring bubu nelayan. Laut di sini sepi.

Atau, kebetulan sedang sepi saat kapal Ferry yang kami tumpangi melintasinya? Cuma ada lalu lalang kapal Ferry antar pulau yang mengangkut orang dan barang pada rute yang dilintasi mereka di selat kecil yang panjang itu.

Seperti pulau-pulau lain di sekitarnya, ada aliran sungai-sungai kecil yang berhulu dari sisi daratnya. Tapi air tanahnya berkualitas kurang baik. Berwarna kemerahan karena dipengaruhi gambut. Rasanya payau dan kurang diminati warga untuk dikonsumsi.

Tanah daratannya terdiri dari lempung dan lumpur. Orang di sini perlu usaha keras untuk mendirikan bangunan rumah mereka.

Biasanya mereka membangun kediaman di pinggir-pinggir pantai, yang awalnya didominasi hutan bakau. Itu sekaligus untuk memudahkan aktifitas bepergian via laut. Apalagi di zaman dulu. Warga di sini biasanya mendirikan rumah berbentuk panggung.

Dari beberapa referensi yang saya baca tentang kepulauan di perairan ini, pulau-pulau di sini sebenarnya digolongkan sebagai pulau aluvial. Tanah atau pulau-pulau yang ada, terbentuk dari endapan tanah dari aliran sungai di sekitarnya. Secara teori, unsur haranya tinggi. Tapi, sepertinya tidak untuk di wilayah ini. Lahannya yang berupa gambut membuat tanah di sini kurang subur.

Lantas, apa yang membuat orang mau mendiami wilayah ini sejak beratus tahun silam? Apa mungkin karena letaknya yang strategis sebagai wilayah transit menuju daratan Sumatera dan kepulauan Riau? Atau ada sumber daya alam yang menarik untuk dikembangkan?

Ruas jalan kota Selatpanjang yang berhadapan dengan laut. © F. Bintorosuryo.com/ disediakan oleh GoWest.ID

TANAH Jantan, itu sebutan yang disematkan orang untuk gugusan pulau yang terhampar di pantai timur Sumatra ini. Gugusannya meliputi pulau Merbau, Rangsang, Tebing Tinggi, Padang dan Topang serta sejumlah pulau kecil lainnya. Kepulauan ini berada di muara sungai Siak, berdekatan dengan selat Malaka.

Kota Selatpanjang yang berada di pulau Tebing Tinggi, sudah dikenal sebagai bandar dagang yang ramai sejak zaman Kesultanan Siak Sri Inderapura. Bandar kecil itu seperti menjadi lokasi transit dalam aktifitas perdagangan pada masa silam.

Kasi Sejarah dinas pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Meranti, Abdullah, seperti dinukil dari laman Kemdikbud RI mengartikan Tanah Jantan sebagai tanah yang selalu panas dan tidak suka mentolerir kemaksiatan yang berlaku di perutnya.

Masyarakat Selatpanjang dan sekitar menurutnya, tergolong amat berani. Ekspresi mereka begitu lepas dan terbuka. Tak takut konflik. Karakter orang Selatpanjang amat berbeda dengan Orang Siak atau pun orang Kepulauan Riau yang hidup dekat dengan pusat Kerajaan Melayu.

Kondisi ini tak terlepas dari geografis Selatpanjang yang menjadi kota transit dan berada di mulut Sungai Siak dan Kampar.

“Selatpanjang menjadi fasilitator antara Riau Daratan dan Riau Kepulauan,” kata budayawan Melayu, Yusmar Yusuf di laman kemdikbud RI.

Wilayah ini berperan sebagai fasilitator dua kawasan dan menjadikan Selatpanjang secara ekonomi sudah maju sejak lama. Walau tidak sebesar Malaka atau Temasek, wilayah ini tumbuh jadi bandar kecil yang ramai.

Akhir tahun 1970-an, Selatpanjang begitu ramai karena maraknya ekspor kayu log. Kapal tanker merapat ke Selatpanjang. Transportasi langsung Selatpanjang-Singapura sangat lancar. Penduduk Selatpanjang menumpuk di pinggiran pantai dan sangat padat.

(*)

Bersambung, Selanjut : " Orang Tionghoa di Kota SelatPanjang - Selatpanjang Tanah Jantan (2)"
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com 

Kaitan batam, Cerita humaniora, Gambut, karimun, Pulau Aluvial, riau, Selatpanjang, tebing tinggi
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Investasi Tetap Berjalan, Deretan Keuntungan Rempang Ecocity
Artikel Selanjutnya Gelapkan Uang Sapi Kurban, Oknum Pengurus Masjid Diamankan Polisi

APA YANG BARU?

Ranperda Perubahan Perda Sampah Batam Belum Tuntas, Pansus Diberi Waktu 30 Hari Lagi
Artikel 1 hari lalu 96 disimak
Resahkan Warga, Aksi Tawuran dan Balap Liar di Batam Disorot Kapolresta
Artikel 1 hari lalu 83 disimak
Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
Lingkungan 1 hari lalu 161 disimak
Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
Artikel 1 hari lalu 136 disimak
Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
Artikel 1 hari lalu 149 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 3 hari lalu 818 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 7 hari lalu 412 disimak
Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
Situs Sejarah 6 hari lalu 350 disimak
19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
Artikel 6 hari lalu 340 disimak
Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
Histori 5 hari lalu 290 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?