Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    10 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    10 jam lalu
    Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
    23 jam lalu
    Pemuda Ditusuk Orang Tak Dikenal di Villa Pesona Asri
    23 jam lalu
    Tilang Manual dalam Operasi Patuh 2026, Daftar Pelanggaran Yang Diincar
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    2 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    2 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    3 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    10 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    22 jam lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    2 hari lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Puluhan Juta Anak Kehilangan Tempat Tinggal karena Bencana Iklim

Laporan UNICEF dari 2016 hingga 2021

Editor Admin 3 tahun lalu 548 disimak
Ilustrasi, logo UNICEF. © UNICEF/ Disediakan oleh GoWest.ID

PULUHAN juta anak di seluruh dunia terlantar akibat bencana iklim. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau UNICEF merilis laporan dari 2016 hingga 2021.

Melansir dari AFP, empat jenis bencana iklim (banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan) menyebabkan 43,1 juta anak di 44 negara kehilangan tempat tinggal.

“Ini setara dengan sekitar 20.000 anak kehilangan tempat tinggal setiap hari,” kata Laura Healy, co-author laporan tersebut, dikutip GoWest.ID dari AFP.

Ia menambahkan, anak-anak yang terdampak kemudian berisiko mengalami trauma lain, seperti terpisah dari orangtuanya atau menjadi korban perdaganan anak.

Menurut Healy, laporan tersebut hanyalah puncak gunung es. Masih ada data yang tidak lengkap, seperti kehilangan tempat tinggal akibat kekeringan yang jarang dilaporkan.

“Kenyataannya adalah dengan adanya dampak perubahan iklim, atau sistem pelacakan yang lebih baik, maka jumlah anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akan jauh lebih besar,” kata Healy.

Perubahan iklim Mempengaruhi

Laporan UNICEF menyoroti sejumlah negara, seperti China, Filipina, dan India yang mendominasi dengan 22,3 juta anak kehilangan tempat tinggal,

Hal itu disebabkan oleh paparan geografis negara-negara tersebut terhadap cuaca ekstrem seperti hujan monsun dan angin topan serta populasi anak-anak yang besar.

Namun proporsi terbesar anak yang kehilangan tempat tinggal terjadi di negara-negara kepulauan kecil dan di Tanduk Afrika, di mana konflik, cuaca ekstrem, tata kelola yang buruk, dan eksploitasi sumber daya saling tumpang tindih.

Sebanyak 76 persen anak-anak di pulau kecil Dominika di Karibia, yang dilanda Badai Maria pada 2017, kehilangan tempat tinggalnya.

Badai juga menyebabkan lebih dari seperempat anak-anak mengungsi di Kuba, Vanuatu, Saint Martin dan Kepulauan Mariana Utara.

Di kategori anak yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir, Somalia dan Sudan Selatan mencatat jumlah tertinggi, masing-masing 12 persen dan 11 persen populasi anak.

Laporan UNICEF juga memuat beberapa prediksi dampak bencana iklim terhadap hilangnya tempat tinggal dalam 30 tahun ke depan.

Misalnya, banjir yang disebabkan oleh meluapnya sungai dapat menyebabkan 96 juta anak kehilangan tempat tinggal.

Sementara, angin topan dapat menyebabkan 10,3 juta anak kehilangan rumah, dan gelombang badai dapat menyebabkan 7,2 juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan, mereka yang terpaksa meninggalkan rumah akan mengalami pukulan hebat dalam hidupnya.

“Meninggalkan rumah mungkin menyelamatkan nyawa mereka, tapi juga membawa dampak yang amat besar,” kata Russell.

Menurut Russell, fenomena tersebut akan terus terjadi seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim. 

“Kita memiliki alat dan pengetahuan untuk merespons tantangan yang semakin meningkat bagi anak-anak ini, namun kita bertindak terlalu lambat,” ungkapnya.

UNICEF meminta para pemimpin dunia untuk mengangkat masalah ini pada KTT iklim COP28 di Dubai pada November dan Desember 2023.

Kaitan Anak anak, Bencana iklim, Unicef
Admin 7 Oktober 2023 7 Oktober 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perda Kawasan Wisata Terpadu yang Kontraversial
Artikel Selanjutnya Kilas Balik 13 Tahun Instagram

APA YANG BARU?

Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 10 jam lalu 151 disimak
ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
Artikel 10 jam lalu 164 disimak
Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
Artikel 10 jam lalu 160 disimak
Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
Statistik 22 jam lalu 263 disimak
Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
Artikel 23 jam lalu 251 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 781 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 750 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 729 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 7 hari lalu 728 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 720 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?