Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
    11 jam lalu
    Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
    11 jam lalu
    Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
    13 jam lalu
    Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
    14 jam lalu
    Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
    16 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
    16 jam lalu
    “Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
    2 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    4 hari lalu
    Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas Digelar di SMKN 1 Batam
    4 hari lalu
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Puluhan Juta Anak Kehilangan Tempat Tinggal karena Bencana Iklim

Laporan UNICEF dari 2016 hingga 2021

Editor Admin 3 tahun lalu 530 disimak
Ilustrasi, logo UNICEF. © UNICEF/ Disediakan oleh GoWest.ID

PULUHAN juta anak di seluruh dunia terlantar akibat bencana iklim. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau UNICEF merilis laporan dari 2016 hingga 2021.

Melansir dari AFP, empat jenis bencana iklim (banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan) menyebabkan 43,1 juta anak di 44 negara kehilangan tempat tinggal.

“Ini setara dengan sekitar 20.000 anak kehilangan tempat tinggal setiap hari,” kata Laura Healy, co-author laporan tersebut, dikutip GoWest.ID dari AFP.

Ia menambahkan, anak-anak yang terdampak kemudian berisiko mengalami trauma lain, seperti terpisah dari orangtuanya atau menjadi korban perdaganan anak.

Menurut Healy, laporan tersebut hanyalah puncak gunung es. Masih ada data yang tidak lengkap, seperti kehilangan tempat tinggal akibat kekeringan yang jarang dilaporkan.

“Kenyataannya adalah dengan adanya dampak perubahan iklim, atau sistem pelacakan yang lebih baik, maka jumlah anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akan jauh lebih besar,” kata Healy.

Perubahan iklim Mempengaruhi

Laporan UNICEF menyoroti sejumlah negara, seperti China, Filipina, dan India yang mendominasi dengan 22,3 juta anak kehilangan tempat tinggal,

Hal itu disebabkan oleh paparan geografis negara-negara tersebut terhadap cuaca ekstrem seperti hujan monsun dan angin topan serta populasi anak-anak yang besar.

Namun proporsi terbesar anak yang kehilangan tempat tinggal terjadi di negara-negara kepulauan kecil dan di Tanduk Afrika, di mana konflik, cuaca ekstrem, tata kelola yang buruk, dan eksploitasi sumber daya saling tumpang tindih.

Sebanyak 76 persen anak-anak di pulau kecil Dominika di Karibia, yang dilanda Badai Maria pada 2017, kehilangan tempat tinggalnya.

Badai juga menyebabkan lebih dari seperempat anak-anak mengungsi di Kuba, Vanuatu, Saint Martin dan Kepulauan Mariana Utara.

Di kategori anak yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir, Somalia dan Sudan Selatan mencatat jumlah tertinggi, masing-masing 12 persen dan 11 persen populasi anak.

Laporan UNICEF juga memuat beberapa prediksi dampak bencana iklim terhadap hilangnya tempat tinggal dalam 30 tahun ke depan.

Misalnya, banjir yang disebabkan oleh meluapnya sungai dapat menyebabkan 96 juta anak kehilangan tempat tinggal.

Sementara, angin topan dapat menyebabkan 10,3 juta anak kehilangan rumah, dan gelombang badai dapat menyebabkan 7,2 juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan, mereka yang terpaksa meninggalkan rumah akan mengalami pukulan hebat dalam hidupnya.

“Meninggalkan rumah mungkin menyelamatkan nyawa mereka, tapi juga membawa dampak yang amat besar,” kata Russell.

Menurut Russell, fenomena tersebut akan terus terjadi seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim. 

“Kita memiliki alat dan pengetahuan untuk merespons tantangan yang semakin meningkat bagi anak-anak ini, namun kita bertindak terlalu lambat,” ungkapnya.

UNICEF meminta para pemimpin dunia untuk mengangkat masalah ini pada KTT iklim COP28 di Dubai pada November dan Desember 2023.

Kaitan Anak anak, Bencana iklim, Unicef
Admin 7 Oktober 2023 7 Oktober 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perda Kawasan Wisata Terpadu yang Kontraversial
Artikel Selanjutnya Kilas Balik 13 Tahun Instagram

APA YANG BARU?

Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 11 jam lalu 139 disimak
Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
Artikel 11 jam lalu 128 disimak
Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
Artikel 13 jam lalu 138 disimak
Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
Artikel 14 jam lalu 137 disimak
Polisi di Batam Tertibkan 102 Sepeda Motor Knalpot “Brong”
Artikel 16 jam lalu 150 disimak

POPULER PEKAN INI

Kapolda Kepri Pastikan Proses Hukum Kematian Bripda Natanael Dijalankan Secara Transparan
Artikel 7 hari lalu 422 disimak
BP Batam Segera Bangun Dua Jaringan Pipa Distribusi
Artikel 6 hari lalu 373 disimak
BP Batam Pastikan Pengadaan Pot Bunga Pakai Dana CSR
Artikel 7 hari lalu 365 disimak
Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 4 hari lalu 339 disimak
Jadikan Batam Destinasi Utama Investasi Digital di Asia Tenggara
Artikel 4 hari lalu 317 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?