Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Datangi DPRD Batam, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan Kebijakan Nasional
    6 jam lalu
    Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
    24 jam lalu
    ‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
    1 hari lalu
    Data Pendaftar SPMB Batam Diduga Bocor
    1 hari lalu
    Tiga Orang Diamankan BNNP Kepri Terkait Peredaran Vape Mengandung Narkoba
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
    6 jam lalu
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    14 jam lalu
    Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
    15 jam lalu
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    2 hari lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    15 jam lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    3 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    6 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    12 jam lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Komplek Sekolah dari Lahan Hibah Warga

Pecong; Pucung Penanda Pulau (4)

Editor Admin 1 tahun lalu 3k disimak
Kapal perahu yang menjadi sarana transportasi warga antar pulau. © Bintorosuryo.com/ disediakan oleh GoWest.ID

DARI rumah pak Bakar, kami bertemu dua anak muda yang baik hati. Mereka mau mengantarkan kami menggunakan sepeda motor hingga ke pertengahan pulau. Sebuah bukit yang kini dijadikan area komplek sekolah, SMAN 22.

Oleh : Bintoro Suryo


“Kamu duluan San, saya ikuti di belakang”, kata saya ke Sania yang sudah berada di sadel sepeda motor salah satunya.

Saya bersama Edo, pemuda 18 tahun. Edo ternyata bukan warga asli pulau Pecong. Asalnya dari pulau Moro, kabupaten Karimun. Secara jarak, pulau Pecong memang lebih dekat ke wilayah kabupaten Karimun.

Aktifitas melaut warga di sekitar pulau Pecong. © bintorosuryo.com

“Mamak suruh saya tinggal di sini, supaya bisa melanjutkan ke SMA”, kata Edo sambil mengemudi sepeda motornya.

Walau cuma pulau kecil dengan letak yang jauh dari pusat kota Batam, infrastruktur pendidikan di pulau ini terbilang lengkap. Lembaga pendidikan mulai PAUD hingga SMA sudah tersedia. Pulau Pecong menjadi sentra pendidikan bagi warga di pulau-pulau sekitarnya.

“Kita kemana ini?” tanya saya ke Edo.

“Ke sekolah, pak. Nanti bisa ketemu guru-guru. Mereka bisa jelaskan tentang pulau ni”, kata Edo, pandangannya tetap fokus ke depan.

Kami melalui jalan yang sudah disemen. Kata Edo, hampir seluruh ruas jalan di sini sudah seperti itu. Ukurannya tidak lebar, namun cukup layak dilalui oleh dua kendaraan roda dua yang berpapasan.

Di bukit yang kami tuju, berdiri komplek sekolah yang lumayan megah. Selain tiga blok gedung untuk ruang-ruang kelas, ada juga komplek perumahan guru. Komplek sekolah ini mulai dioperasikan sejak tahun 2017 lalu.

SMAN 22 Batam yang berdiri di atas bukit dengan lahan yang luas di pulau Pecong. © bintorosuryo.com

Ini tanah keluarga kami sebenarnya. Kami hibahkan untuk dibangun sekolah SMA. Biar di pulau ni ada sekolah SMA juga lah. Biar anak-anak kami bisa bersekolah di sini, tak perlu jauh-jauh ke Batam atau Karimun lagi”, kata seorang wanita pengelola kantin sekolah di sini. Ia adalah anak dari seorang tetua masyarakat di sini, pak Mahera.

“Tanah seluas ini?” tanya saya takjub.

“Iya, kami sekeluarga cuma minta agar suami bisa bekerja sebagai pegawai tata usahanya, saya bisa buka kantin di sini. Itu dah cukup lah buat kami” katanya.

Komplek SMAN 22 Batam yang berdiri di pulau Pecong ini, sekarang jadi magnet baru pulau ini. Pulau Pecong jadi sentra pendidikan lengkap, mulai PAUD hingga SLTA bagi warga pulau-pulau di sekitarnya. Siswa yang bersekolah di sini, misalnya, tidak hanya didominasi oleh anak-anak dari pulau Pecong saja.

“40 persen berasal dari pulau-pulau di sekitarnya”, kata sang Kepala SMAN 22 pulau Pecong, Selamet Munawar.

Untuk akses transportasinya menurut Selamet, pemerintah provinsi sudah menyediakan boat pancung yang berfungsi mengantar jemput para siswa yang berasal dari pulau-pulau kecil lain di sekitarnya.

Siswi-siswi SMAN 22 pulau Pecong. © bintorosuryo.com

“Tiap hari, pak. Pulang pergi, kita antar jemput. Gratis, itu bagian dari fasilitas pendidikan yang kita siapkan”, terang Selamet.

SMAN 22 terletak di atas bukit yang tinggi di pulau ini. Fasilitas ruang belajar hingga perumahan untuk gurunya juga terbilang lengkap. Ada satu ruang kelas yang difungsikan sebagai mushala sekolah. Ruang ini selalu ramai pada jam menjelang dan setelah shalat zuhur. Siswa-siswi muslim di sini, dibiasakan shalat zuhur secara berjamaah dan diikuti kultum yang dilakukan bergantian oleh para siswanya.

“Tidak ada istilah siswa bodoh, semua punya kelebihan. Saya berusaha mendukung mereka dengan apa yang mereka bisa”, kata Slamet Munawar soal metode pengajaran dan pendekatan ke para siswa di pulau Pecong ini.

Misalnya menurutnya, ada siswa yang punya kemampuan olahraga sepakbola dan ada turnamen yang perlu diikutinya di luar Pecong.

“Saya izinkan itu, nggak ada masalah karena itu positif untuk perkembangannya, walaupun misalnya sampai seminggu”, katanya.

Menurut Selamet Munawar, Siswa SMAN 22 Pulau Pecong, memiliki semangat untuk maju. Termasuk di bidang literasi digital. Motto yang ditanamkan ke mereka:, siap kerja, siap kuliah. Sayangnya, sinyal internet hilang timbul di Pulau Pecong. Padahal, ada tower BTS Telkomsel di pulau itu.

Walau didera banyak keterbatasan karena berada di pulau yang jauh dari keramaian, semangat para siswa di sini untuk maju juga terlihat di banyak siswa. Contohnya siswi bernama Nur’Ain. Ain, panggilannya ternyata menyenangi aktifitas pembuatan konten-konten video kreasi secara digital. Ia sudah membuat berbagai konten tentang pulau tempat kelahirannya itu, selain konten video pembelajaran sekolah.

“Ini menarik, bagus. Makin banyak informasi positif tentang pulau Pecong dibuat, publik akan semakin kenal Pecong. Ayo kita buat Pecong mendunia dengan sumberdaya dan keunggulannya”, kata saya saat diminta memberi semangat ke para siswa di sekolah ini.

Ada yang menarik juga di sekolah ini. SMAN 22 Batam yang berdiri di pulau Pecong, memiliki sanggar seni yang aktif mengangkat sei budaya lokal. Sanggar yang diisi oleh para siswa itu, rutin mengisi kegiatan tambahan sekolah. Pembinanya, dipercayakan ke seorang guru bahasa Indonesia bernama Feranica Fathanah.

“Siapa pun tamu yang berkunjung ke sekolah kami, selalu kami suguhi tarian penyambutan ini, seperti tari persembahan. Tapi ini namanya tari rengkam”, kata Fera usai para siswa membawakannya, saat kami berkunjung ke sana.

Para siswa siswi SMAN 22 di pulau Pecong yang tergabung dalam sanggar seni Hulubalang Laot. © bintorosuryo.com

Sanggar seni di SMAN 22 Batam bernama sanggar ‘Hulubalang Laot’, nama yang sarat makna karena berhubungan dengan kisah epik masyarakat pesisir di Kepulauan Riau yang selalu bersentuhan dengan lautan.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : Pecong Kecil, Bajak Laut dan Kisah 7 Panglima Galang - Pecong; Pucung Penanda Pulau (5 – Selesai)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Catatan, guru, Humaniora, pulau pecong, sekolah
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Israel Berondong Konvoi Truk Bantuan Obat-obatan untuk Gaza
Artikel Selanjutnya “Spesialnya Bahasa Melayu”

APA YANG BARU?

Datangi DPRD Batam, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan Kebijakan Nasional
Artikel 6 jam lalu 109 disimak
Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
Pendidikan 6 jam lalu 134 disimak
#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 12 jam lalu 198 disimak
Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 14 jam lalu 173 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 15 jam lalu 172 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 6 hari lalu 643 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 3 hari lalu 606 disimak
Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 5 hari lalu 582 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 5 hari lalu 578 disimak
Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
Sports 6 hari lalu 574 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?