Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
    6 jam lalu
    Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
    6 jam lalu
    Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
    10 jam lalu
    Kemkomdigi Desak Operator Eksekusi Utuh Putusan MK Soal Kuota Internet
    10 jam lalu
    Sepertiga Wilayah ‘Stress Area’ Batam Masih Tunggu Kepastian Air Bersih Hingga 2027
    10 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    6 jam lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    10 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    3 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    3 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    4 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    6 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    6 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Viral Satwa di Hutan Mata Kucing Batam Tak Terurus, Ini Kata Pengelola

Editor Admin 3 tahun lalu 710 disimak
Tangkapan layar video viral bernarasi satwa tak terurus di Hutan Wisata Mata Kucing, Batam. F. Istimewa/disajikan oleh GoWest.ID

VIDEO satwa di Hutan Wisata Mata Kucing, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tak terurus sempat viral. Pada video viral itu terlihat beberapa ekor anjing di dalam kandang. 

Narasi video tersebut menyebutkan bahwa satwa di Hutan Wisata Mata Kucing, Batam tak terurus dan disebutkan juga bahwa satwa di kawasan tersebut banyak yang telah mati dan belum dievakuasi.

“Mini Zoo di Batam dengan kondisi yang menyedihkan, beberapa hewan terlihat sudah mati di sana, tersisa beberapa hewan yang masih hidup, tetapi kondisinya benar-benar memprihatinkan,” tulis keterangan pada video viral itu.

Pengunggah video tersebut juga meminta tolong kepada pecinta satwa agar memberikan bantuan. Pengunggah video tersebut juga meminta memastikan kebenaran video yang didapatkan mereka.

“Mohon bantuan animal lovers sekitar Batam, sedih sekali melihat laporan ini. Mohon bantu cek ke lokasi, memastikan lagi benar adanya laporan ini. Pelapor meminta bantuan pada kami, bagaimana melihat pemandangan yang sangat miris di mini zoo Batam, yang sudah sangat minim pengunjung,” lanjut narasi video viral itu.

Video viral tersebut mendapat respons dari pengelola Hutan Wisata Mata Kucing,Netty Herawati. Ia membantah menelantarkan satwa yang dipelihara di tempat tersebut.

“Ya, itu video penuh provokasi, kalau dia (perekam video) ada niat baik, mestinya bisa melakukan kroscek,” kata Netty, dilansir detikcom, Selasa (5/12/2023).

Menurut Netty, anjing yang terekam dalam video viral tersebut merupakan anjing-anjing yang ditelantarkan oleh pemiliknya. Anjing yang terekam di dalam video sengaja dimasukkan ke kandang agar dilatih dan tak menggigit pengunjung di Hutan Wisata Mata Kucing.

“Anjing kami adopsi sangat banyak, semua buangan orang. Kami kasih makan dan didik agar tidak mengganggu pengunjung. Yang tidak patuh atau belum jinak terpaksa di kurung. Ada yang berkeliaran, ada banyak. Tapi tidak muncul saat jam buka,” ujarnya.

Netty menyebut pada video viral terlihat bangkai yang tergeletak di dalam kandang merupakan monyet korban tabrak lari. Monyet itu diserahkan oleh warga yang kemudian dia rawat pihaknya namun tak tertolong.

“Untuk lutung atau monyet yang mati, itu korban tabrakan yang diserahkan orang. Kami coba selamatkan tapi tidak tertolong, menjelang dikubur harus disimpan agar tidak diganggu anjing, kucing, monyet dan biawak yang bebas berkeliaran,” sebutnya.

Netty mengungkapkan bahwa pihaknya juga memberikan bantuan kepada monyet yang jadi korban kecelakaan. Setelah sembuh biasanya monyet tersebut dilepasliarkan.

“Sudah sering selamat kami lepas, yang mati harus dikubur dengan layak. Dan anjing itu tidak mungkin punya kotoran besar jika makannya tidak cukup serta juga tidak kurus. Kami menyayangkan narasi video menggiring ke arah negatif,” ujarnya.

(ade)

Kaitan Hutan mata kucing, kepri, Kota Batam, satwa
Admin 5 Desember 2023 5 Desember 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Wapres Ma’ruf Amin Beri Opsi Tampung Pengungsi Rohingya di Pulau Galang Batam 
Artikel Selanjutnya Imigrasi Karimun Amankan 14 WN China

APA YANG BARU?

Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 6 jam lalu 100 disimak
Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
Artikel 6 jam lalu 128 disimak
Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
Sports 6 jam lalu 118 disimak
Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
Artikel 10 jam lalu 197 disimak
Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
Pendidikan 10 jam lalu 156 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 4 hari lalu 730 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 6 hari lalu 586 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 4 hari lalu 574 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 4 hari lalu 554 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 7 hari lalu 518 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?