BADAN Pengusahaan (BP) Batam kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di wilayah tangkapan air waduk yang menjadi sumber air baku Batam.
Ini merupakan OMC kedua yang dilakukan BP Batam tahun ini setelah operasi serupa pada Mei lalu. Langkah ini diambil menyusul cuaca kering berkepanjangan akibat pengaruh El Nino ekstrem yang membuat elevasi air di sejumlah waduk menurun.
Dalam keteranganya, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan OMC adalah upaya antisipatif untuk menjaga ketahanan sumber daya air.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10/2026).
“BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” tambahnya.
Operasi ini didukung BMKG, AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), serta Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam.
Kolaborasi lintas instansi ini untuk memastikan kelancaran operasi dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan, hingga pengelolaan air.
OMC akan menggunakan satu unit pesawat Cessna yang terbang di ketinggian 8.000 hingga 11.000 kaki, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.
“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” ujar Denny.
Sementara itu, Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menyebut berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, Batam berpotensi hujan hingga Desember 2026.
Potensi itu akan dioptimalkan melalui OMC.Terkait keamanan, Idul menegaskan bahan yang digunakan aman dan tidak mencemari air hujan.
“NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya,” jelas Idul.
(*)


