Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
    3 jam lalu
    Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
    6 jam lalu
    Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
    6 jam lalu
    Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
    7 jam lalu
    Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
    7 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    21 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    2 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Berharap Harapan di Tanjung Banun”

Titik Baru Relokasi Warga Rempang

Editor Admin 3 tahun lalu 953 disimak
Ilustrasi, disediakan oleh GoWest.ID

TAK sedikit tanda tanya dari warga di Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terkait konflik agraria di kampung adat mereka yang terancam digusur atas dasar investasi. Masyarakat bertanya mengenai lokasi pasti yang dijadikan kawasan pemukiman baru, tenggat waktu yang ditetapkan, hak-hak yang didapat hingga proses ganti untung.

Daftar Isi
Ratusan KK Sudah Mendaftar untuk DirelokasiPrioritaskan Relokasi ke Tanjung BanunFokus Garap 2300 Hektare Lahan di RempangKisah Tanjung Banun

Wajar saja bila masyarakat di sana bertanya-tanya. Mereka risau bila ditempatkan di hunian yang tak diinginkan dan jauh dari pesisir. Di sisi lain, warga ingin proses dilangsungkan secara humanis. Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pun menjawabnya.

Ratusan KK Sudah Mendaftar untuk Direlokasi

Perihal relokasi warga di Pulau Rempang, Rudi mengaku jika saat ini sudah ada ratusan kepala keluarga (KK) yang mendaftarkan secara sukarela untuk dipindahkan ke lokasi yang disediakan.

Dari lebih kurang 1.200 KK, ada 291 yang mendaftar. Kemudian ada juga sebanyak 437 KK yang sedang tahap konsultasi.

“Yang konsultasi ini mungkin masih menanyakan ganti rugi. Maka ke depan saya akan coba selesaikan rumah ini, agar ada contoh dan mereka mungkin bisa terima,” ujar Rudi, Selasa (26/9/2023).

Pemerintah sendiri menurutnya, akan mengikuti segala keinginan warga yang siap direlokasi. Termasuk permintaan rumah dengan model dan tipe yang diinginkan. Itu dilakukan agar tidak ada kekecewaan di kemudian hari.

Walikota/ Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. © F. Istimewa BP Batam untuk GoWest.ID

“Begitu juga dengan masjid dan gerbang masuk ke sana, warga ingin jangan sampai hilang nama Rempang. Kita akan pertahankan itu. Makam leluhur juga akan dipertahankan, budaya adat akan kami jaga,” ujar Rudi.

Jika tidak ada perubahan, ada dua titik relokasi untuk warga Rempang nanti, yakni di Dapur 3 dan Tanjung Banun. Setiap KK akan mendapat jatah lahan masing-masing sebesar 500 m².

Prioritaskan Relokasi ke Tanjung Banun

Pemerintah akan menyegerakan relokasi masyarakat di Rempang, ke Tanjung Banun, Sembulang. Semua digesa agar investasi yang ditanam berjalan mulus.

Rudi menegaskan, bagaimanapun, pihaknya bakal mengabulkan permintaan dan mendahulukan hak warga setempat.

“Yang mau kita selesaikan dulu adalah perpindahan ke Tanjung Banun. Hari ini (26/9/2023), tim PUPR sudah masuk untuk menentukan lokasi dari 2.000 hektare yang akan dikembangkan tiga perusahaan di dalamnya,” kata Rudi.

Untuk empat kampung masyarakat yang sudah ada di Tanjung Banun, akan dirembukkan secara bersama, meliputi warga setempat dan pemerintah daerah.

Dengan begitu, pihaknya dapat menyegerakan relokasi serta menyelesaikan apa yang harusnya rampung.

“Itu akan kita berikan duluan, dan empat perkampungan saudara kita yang di sana mau kita dudukkan. Makanya Tanjung Banun akan kita selesaikan. Empat perkampungan plus ada tower Rempang, kita berharap tower di sana tetap namanya Rempang agar nama besar Rempang tak akan hilang,” kata dia.

Tower Rempang dibangun di daerah kampung Blongkeng, di atas tanah 350 hektare. Di sisi lain, Rudi menegaskan, tak ada tenggat waktu yang diberikan. Semuanya akan dilakukan secara kekeluargaan.

“Pergeseran ke Dapur 3 (Sijantung, Galang), karena kita baru selesai untuk 2.000 dan 350 hektare, maka sisa lain kita akan dudukkan di Dapur 3 sendiri. Semua ini tidak ada pakai limit waktu. Semua ini kita jalankan pendekatan persaudaraan dengan mereka,” sebutnya.

Ia berharap, tak ada lagi kelompok lain yang ingin masuk dengan tujuan mengganggu pergeseran penduduk Rempang di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Masyarakat akan kita berikan sesuai dengan apa yang saya sampaikan sebelumnya. Antara lain, mereka akan diberikan rumah dan ganti untung. Ganti untung itulah kita rapatkan di istana. Kita laporkan kepada presiden agar ada regulasi yang diberikan kepada kita,” ujar Rudi.

Fokus Garap 2300 Hektare Lahan di Rempang

Sehari sebelumnya, pemerintah mengaku akan fokus untuk proyek pertama di Rempang Eco-City di atas lahan 2300 hektare. Menurut Menteri Investasi/ Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas bersama presiden, Senin (25/9/2023) kemarin, 2300 hektare lahan tersebut adalah untuk investasi pabrik kaca dan panel Surya oleh Xinyi Group, perusahaan dari China.

Ia menyebut, ada 5 kampung yang terdampak dan rencananya akan digeser sekitar 3 Km ke Kampung Tanjung Banun di Pulau Rempang.

Kelima kampung yang terdampak tahap awal pengembangan Rempang Eco-City yaitu Belongkeng, Pasir Panjang, Sembulang Tanjung, Pasir Merah, dan Sembulang Hulu.

Kisah Tanjung Banun

Tanjung Banun yang disebut sebagai lokasi baru pemindahan warga Rempang, sehubungan proyek Ecocity pulau Rempang, terletak di bagian selatan Pulau itu, di wilayah Dapur 6. Lokasinya dekat dari Jembatan V yang menghubungkan Pulau Rempang dan Pulau Galang. 

Di lokasi itu, juga ada kampung tua yang dihuni warga sejak lama. Namanya, kampung tua Tanjung Banun. Seorang tetua di sana, Naharuddin menyebut, nama Tanjung Banun sebenarnya berawal dari penyebutan Tanjung Lanun.

“Awalnya nama kampung ini Tanjung Lanun. Tapi karena Lanun artinya kurang baik, diubahlah jadi Banun,” kata Naharudin seperti dikutip oleh GoWest.ID.

Lanun dalam bahasa Melayu, bisa diartikan sebagai bajak laut atau perompak.

Dulu, kampung kami ini jadi tempat singgahnya para lanun. Mereka jadikan kampung kami ini sebagai tempat untuk menunggu malam sebelum merompak di Kuala Buluh,” ujarnya.

(ahm)

Kaitan batam, Dapur 3, Ecocity, galang, relokasi, Rempang, Tanjung Banun
Admin 26 September 2023 26 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tanjung Banun dan Dapur 3 Jadi Lokasi Relokasi Permanen Warga Rempang
Artikel Selanjutnya 1.450 Rumah Tidak Layak Huni di Kepri Direnovasi

APA YANG BARU?

Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
Artikel 3 jam lalu 63 disimak
Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
Artikel 6 jam lalu 162 disimak
Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Artikel 6 jam lalu 197 disimak
Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
Artikel 7 jam lalu 146 disimak
Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
Artikel 7 jam lalu 177 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 675 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 564 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 2 hari lalu 496 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 4 hari lalu 495 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 2 hari lalu 489 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?