Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Cuaca Panas Masih Terasa di Batam, Waspadai Hujan Angin dan Petir
    12 jam lalu
    Pemko Batam Segera Lakukan Perombakan Struktur OPD Terbaru
    1 hari lalu
    Selasa (4/08), BMKG Perkirakan Cuaca Batam Cenderung Berubah
    1 hari lalu
    Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Wilayah Perairan Batam Banyak di Kavling Tanpa Prosedur yang Sah
    2 hari lalu
    Pajak Kendaraan dan Videotron Jadi Andalan Kota Batam Tingkatkan PAD
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Persib Bandung Jumpa Persebaya Surabaya di Final Piala Presiden 2026
    22 jam lalu
    Piala AFF 2026, Indonesia Kalah Telak dari Vietnam 3-0
    2 hari lalu
    Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
    5 hari lalu
    30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
    5 hari lalu
    Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    2 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Bibi Moly & Kucing Bernama Ginger

Serta bagaimana menghadapi orangtua

Editor Admin 2 tahun lalu 815 disimak
Bibi Moly, © F. Sultan Yohana

SEEKOR kucing yang terbaring nyaman di keset depan rumah, menarik perhatian saya. Ketika Minggu (6/10/2024) pagi itu, sedang berjalan menuju lapangan bola SMP Jurong West untuk memotret pertandingan bola. Saya berhenti sejenak, bermain dengan kucing, ketika tiba-tiba dari jendela muncul wajah tua menyapa saya.

Oleh: Sultan Yohana


“Itu kucing saya,” dengan ramah, berbahasa Inggris yang baik, perempuan itu berucap pada saya.

Di Singapura, tak banyak orang setua dia bisa berbahasa Inggris dengan baik. Itu memandakan tingkat pendidikan dia yang baik. Rata-rata orang seusia dia, apa pun etnisnya, akan bercakap dengan bahasa Melayu jika tahu lawan bicaranya beda etnis. Orang Singapura di atas 70an tahun, rata-rata bisa berbahasa Melayu.

“Saya dulu punya banyak sekali kucing. Sekarang tinggal satu. Ini Ginger namanya,” ia menambahkan. Semula, saya yang berada tepat di depan rumahnya, bergeser mendekati dia di jendela. Ginger, kucing yang usianya terlihat tidak muda, seolah ingin nimbrung obrolan dengan tuannya. Meloncat dan duduk di bibir jendela. Dia tampak nyaman saat kepalanya saya elus-elus.

Kucing itu seperti hendak melindungi tuanya. Seperti begitu menyayangi tuannya.

Tanpa saya bertanya, perempuan tua itu kemudian memperkenalkan diri sebagai Bibi Moly, usianya 80 tahun. Dari situ saya punya firasat, pagi itu Bibi Moly ingin punya lawan bicara, ingin punya kawan ngobrol. Ingin didengar. Saya kemudian memutuskan untuk mencubit waktu saya sejenak, untuk mendengarkan apa saja yang ia katakan. Dan benar, segera saja, dari balik jendela yang sedikit terbuka, ia berkisah banyak hal tentang dia dan keluarganya. Tentang anak-anaknya, tentang cucu dan cicitnya. Tentang agama Katolik yang dianutnya. Tentang keyakinannya bahwa Tuhan cuma satu. Tentang kucing-kucingnya. Tentang kebaikan yang harus terus saya lakukan dengan cara apa pun, tanpa peduli siapa pun.

Saya mendengarkannya dengan baik. Sesekali menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan pendek dan seperlunya. Saya memang cukup berpengalaman menghadapi orang-orang seperti Bibi Moly. Hehe.

Melihat Bibi Moly bicara, saya jadi ingat nenek saya, almarhumah Rafiah. Dulu, semasa saya masih tinggal bersama nenek, saya adalah pendengar terbaik dari cerita, keluh-kesah, atau apa pun curhatan nenek. Kerap di sore hari seusai asar, di kursi berbeludru hijau, satu-satunya barang berharga di ruang tamu kami, saya akan merebahkan kepala saya di pangkuannya, sembari mendengarkan nenek bercerita tentang jaman Belanda, jaman Jepang, juga jaman-jaman penuh keprihatinan semasa Soekarno menjadi presiden. Cerita-cerita nenek akan berakhir menjelang maghrib, ketika kami pergi ke surau, untuk kemudian saya meneruskan belajar mengaji di rumah tetangga.

Ingatan nenek sangat baik hingga usia senja dia. Ia bisa menceritakan banyak detil, semisal ketika ia harus menyembunyikan telur-telur ayam dari razia tantara Jepang yang bisa mengambil seenak mereka apa saja bahan makanan masyarakat. Atau bagaimana nenek mampu mendeskripsikan dengan sangat baik sosok Tuan Blanger dan Branget; dua raksasa Belanda yang baik hati dan tinggal di kampung kami.

Seperti nenek saya, begitu juga Bibi Moly. Bahasanya runut, dan ingatannya jernih ketika bercerita. Sepanjang ngobrol, ia tampak gembira luar biasa. Sepertinya, sudah lama dia tak mendapat lawan bicara yang memadai. Mungkin sudah lama tak ada seseorang yang mau mendengarkan cerita-ceritanya, hingga kemudian pagi itu bertemu saya. Orang asing yang mau mendengarkannya.

Orang-orang tua seperti Bibi Moly memang kerap merasa “dipinggirkan” oleh anggota keluarga, oleh masyarakat. Suara-suara mereka kerap tidak didengar. Keinginan mereka tak banyak diakomodasi. Mereka merasa diperlakukan seperti “maskot” yang hanya dibangga-banggakan di depan banyak orang, namun setelah orang-orang pergi, oleh keluarganya mereka kemudian ditaruh di lemari, dikunci, untuk kemudian tidak dipedulikan. Rasa sayang yang mereka terima, kerapkali mengandung motif yang “JAHAT”. Jika tidak karena urusan warisan, ya urusan kewajiban semata sebagai anak/cucu kepada anak. Anak-anak hanya takut durhaka jika tidak merawat orangtua mereka, bukan murni karena faktor kasih sayang.

Perlakuan-perlakuan demikianlah yang biasanya ditangkap oleh para orangtua, dan hal itu membuatnya sangat bersedih. Perasaan yang kemudian membuat mereka gampang uring-uringan. Marah tanpa sebab. Mudah ngambek. Semua emosi yang ditunjukkan itu itu sebetulnya adalah protes dari para orangtua pada anak-anaknya, agar mereka tidak diperlakukan sebagai “maskot” yang hanya dikeluarkan di momen-momen tertentu. Nenek saya dulu suka berbuat demikian pada anak-anaknya. Untungnya saya selalu menjadi tempat ia berkeluh-kesah.

Orangtua ingin dilibatkan dalam hal apa pun. Mereka ingin diajak bicara, diajak berdiskusi. Mereka ingin didengar suaranya. Mereka ingin dicintai sebagaimana mereka dengan tulus mencintai anak-anak mereka.

Bukan cinta palsu. Bukan cinta bermotif. Bukan cinta karena takut neraka!

Cinta demikian memang tak mudah. Tapi saya adalah orang yang percaya, ketika Anda berhasil memberikan dan sekaligus mendapatkan cinta dari orangtua Anda, terutama ibu; saya yakin hidup Anda akan mendapat “surga” di dunia, juga surga setelah kematian nanti. Anda tak butuh lagi bergantung pada cinta orang lain. Anda tak butuh cinta mursid, cinta guru, cinta kyai, apalagi cinta palsu habib-habib yang kian hari kian tak jelas itu. Sekali lagi, Anda hanya butuh menyayangi ibu dengan setulus hati. Agar cinta ibu juga sama tulusnya bisa Anda terima, Anda rasakan. Agar cinta Semesta menaungi Anda.

Orangtua, bukan maskot yang hanya diletakkan di dalam lemari!

Minggu pagi itu, saya beruntung bertemu Bibi Moly dan kucing kesayangannya, Ginger.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 
Rubrik : Catatan Netizen jadi platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi para netizen yang gemar menulis, tentang apa saja hal positif yang bisa dibagikan melalui wadah GoWest.ID. Kirim artikel/ konten/ esai anda secara mandiri lewat cara ini ya.

Kaitan Catatan, Humaniora, singapura
Admin 21 Oktober 2024 21 Oktober 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Istana Kota Piring
Artikel Selanjutnya Prabowo Umumkan Kabinet Merah Putih; Jumlah Menteri Terbanyak Sejak 1966

APA YANG BARU?

Cuaca Panas Masih Terasa di Batam, Waspadai Hujan Angin dan Petir
Artikel 12 jam lalu 122 disimak
Persib Bandung Jumpa Persebaya Surabaya di Final Piala Presiden 2026
Sports 22 jam lalu 159 disimak
Pemko Batam Segera Lakukan Perombakan Struktur OPD Terbaru
Artikel 1 hari lalu 86 disimak
Selasa (4/08), BMKG Perkirakan Cuaca Batam Cenderung Berubah
Artikel 1 hari lalu 246 disimak
Piala AFF 2026, Indonesia Kalah Telak dari Vietnam 3-0
Sports 2 hari lalu 199 disimak

POPULER PEKAN INI

Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
Artikel 6 hari lalu 478 disimak
Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
Sports 5 hari lalu 400 disimak
Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
Artikel 5 hari lalu 399 disimak
30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
Pendidikan 5 hari lalu 383 disimak
BP Batam Ultimatum Pemilik Lahan Nganggur: Update Data & Progres Pembangunan Paling Lambat 31 Agustus
Artikel 6 hari lalu 363 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?