Hubungi kami di

Khas

Dua JCH Kloter 8 Embarkasi Batam Batal Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Terbit

|

Sejumlah JCH Embarkasi Batam menuju bus sebelum diberangkatkan ke Bandara Internasional Hang Nadim di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, Rabu (15/6/2022). F. Dok. Republika.co.id

DUA jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 8 Embarkasi Batam, Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat ke tanah suci Makkah, karena kodisinya sedang sakit

Ketua Kloter 8 Embarkasi Batam, Khairul Nizan, mengatakan, semula rombongannya berjumlah 450 jemaah, namun ada dua orang jemaah batal berangkat karena sakit, maka yang berangkat 448 jamaah.

“Jadi yang berangkat 448 jamaah, terdiri atas 444 jemaah, 4 petugas yaitu 1 ketua kloter 1 pembimbing ibadah , 1 dokter, 1 perawat. Tapi Alhamdulillah dalam rombongan juga ada dokter dan perawat yang bisa membantu jemaah lain,” kata Khairul Nizan, dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2022).

Sebanyak 448 JCH asal Riau tersebut sudah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim Batam menuju Kota Jeddah pada Kamis (23/6).

BACA JUGA :  59 Persen ASN di Batam Perempuan

Adapun empat kabupaten yang tergabung dalam kloter ini di antaranya Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Meranti, dan Kuantan Singingi.

Sebelum proses keberangkatan ke Bandara Hang Nadim Batam, JCH kloter 8 tersebut menginap di Embarkasi Haji Antara Pekanbaru terlebih dahulu dan melakukan tes usap PCR pada tanggal 21 Juni 2022.

“Terkait proses keberangkatan sebelumnya jemaah kloter 8 ini, menginap di Embarkasi Haji Antara Pekanbaru yang terdiri dari empat kabupaten, yaitu Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Meranti, Kuantan Singingi. Jadi masing-masing jemaah sudah melakukan PCR pada tanggal 21 Juni, sampai Jeddah masih tersisa waktu sesuai ketentuan 72 jam,” kata Khairul.

Dalam keberangkatan ini, usia jemaah yang tertua 64 tahun dan yang termuda 18 tahun.

Ia mengatakan untuk menghadapi kondisi cuaca panas di Tanah Suci yang mencapai 48 derajat, seluruh jemaah calon haji kloter 8 telah mendapatkan berbagai panduan dan penjelasan kesehatan selama berada disana, terutama untuk selalu minum air mineral dalam kurun waktu satu jam sekali.

BACA JUGA :  Hari Bakti 50 Tahun | BP Batam Tandatangani Kerjasama Kearsipan Bersama ANRI

“Dari Kementerian Kesehatan kita sudah dibagikan perangkat untuk menghadapi cuaca dan suhu yang seperti itu di Tanah Suci saat ini. Kita sudah berikan panduan juga, lalu diberikan penjelasan seperti apa langkah-langkah yang kita laksanakan terhadap jemaah,” jelasnya.

“Jadi yang paling utama terkait air, setiap jam harus minum kemudian kalau muka terasa panas langsung basuh pakai air. Begitu yang kami dapatkan dari dokter kloter dan dokter embarkasi,” sambung Khairul.

(*)

Gowest.id

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid