Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
    2 jam lalu
    1,3 Ton Ketamin Senilai Rp2,07 Triliun Dimusnahkan di Batam! Cegah 6,9 Juta Orang Jadi Korban
    7 jam lalu
    Cuaca Batam Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu 33°C, BMKG: Waspadai Dehidrasi
    9 jam lalu
    Tingkat Pengangguran Terbuka di Kepri Masih Tinggi
    19 jam lalu
    6 Orang Jadi Tersangka Narkoba; Brankas Berisi 752 Inex Disita
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    3 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    3 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    3 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gunung Es Di Semenanjung Antartika Mencair, 1 Triliun Ton Air Meleleh Ke Laut

Editor Admin 5 tahun lalu 801 disimak

GUNUNG es terbesar di dunia di Semenanjung Antartika yang pecah pada Juli 2017 lalu terus mencair. Sebuah studi menganalisis bahwa air lelehan gunung es dalam tiga bulan terakhir mencapai 150 miliar ton air atau 1 triliun ton air dalam tiga tahun terakhir.

Anne Braakmann-Folgmann, periset di the Centre for Polar Observation and Modelling, menghitung berapa banyak area dan ketebalan gunung es yang hanyut ke utara melalui Laut Weddell Antartika dan ke perairan Laut Scotia yang relatif hangat. Ia menggunakan 5 satelit untuk mengobservasi jumlah lelehan gunung es tersebut.

Anne awalnya memperkirakan gunung es itu akan bertabrakan langsung dengan pulau Georgia Selatan, namun lelehan gunung es yang dinamakan A68A itu malah meleleh dan melepas lebih dari 152 miliar ton atau 138 miliar metrik ton air tawar hanya dalam tiga bulan.

Ia menuturkan selama tiga bulan antara November 2020 hingga Januari 2021, gunung A68a mencair dengan tingkat yang mencetak rekor hingga kehilangan lebih dari 150 miliar ton (136 metrik ton) es.

“Ini adalah air lelehan dalam jumlah besar, dan hal berikutnya yang ingin kami pelajari adalah apakah itu berdampak positif atau negatif pada ekosistem di sekitar Georgia Selatan,” ucap Folgmann, dikutip dari The News Motion, Minggu (23/1).

“Karena A68a mengambil rute yang sama melintasi Lintasan Drake, kami berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang gunung es yang mengambil lintasan serupa dan bagaimana mereka memengaruhi lautan kutub,” imbuhnya.

Ketika A68a pecah dari lapisan es Larsen-C di Antartika utara pada Juli 2017, gunung es itu berukuran sekitar 6.000 kilometer persegi atau lima kali ukuran Kota New York.

A68a menempati peringkat sebagai gunung es terbesar keenam yang pernah diamati di Bumi dan gunung es tunggal terbesar yang mengapung di lautan selama 3,5 tahun.

Setelah pecah dari induknya, A68a melaju melewati Laut Weddell yang dingin selama sekitar dua tahun, hampir tidak meleleh dan hanya kehilangan sedikit volume, kata para peneliti. Kemudian, gunung es bergerak ke utara dengan perairan yang bersuhu lebih hangat.

Baru lah ketika A68a meluncur ke Laut Scotia, gunung es mulai meleleh. Di sana, tingkat pencairan gunung es meningkat hampir delapan kali lipat, karena air yang relatif hangat menyapu dasar dan tepi gunung es.

Para ilmuwan khawatir gunung es yang masih besar itu akan menabrak pulau Georgia Selatan, wilayah Inggris yang menjadi rumah bagi populasi penguin dan anjing laut besar.

Hewan yang tidak beruntung bisa saja terlindas sampai mati dalam tabrakan tersebut, sementara hewan lain yang tak terhitung jumlahnya bisa kehilangan akses ke Georgia Selatan, daerah mereka mencari makanan.

Untungnya, A68a tidak pernah mendarat di dekat pulau itu meski berjarak sangat dekat. Menurut penelitian tim, gunung es bertabrakan sebentar dengan dasar laut dekat Georgia Selatan, namun A68a telah menipis yang membuatnya lolos dari tabrakan tersebut.

Pada akhir Desember 2020, dilaporkan gunung es itu mulai pecah berkeping-keping.

Sedangkan pada April 2021, gunung es A68a telah benar-benar mencair. Secara total, gunung es itu melelehkan sekitar 1 triliun ton atau 900 juta metrik ton es hanya dalam waktu tiga tahun.

Kendati A68a telah bersatu bersama laut, dampak di pulau Georgia Selatan dan kehidupan laut di sekitarnya mungkin belum berakhir, Mengutip Live Science.

Saat A68a membuang air tawar ke laut air asin di sekitar pulau, A68a juga membuang nutrisi yang dapat meningkatkan produksi biologis hingga memungkinkan mengubah jenis plankton yang tumbuh subur di sana. Dorongan ini dapat berdampak luas pada rantai makanan lokal, kata para peneliti.

Namun, belum bisa dipastikan jika fenomena ini akan berdampak positif atau negatif dalam jangka panjang.

(*)

sumber: CNNIndonesia.com

Kaitan Gunung es antartika
Admin 23 Januari 2022 23 Januari 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 100 Pohon Gaharu Ditanam di Hutan Wisata Mata Kucing
Artikel Selanjutnya Menang, Nadal Jaga Kans Menuju Juara Australia Open 2022

APA YANG BARU?

Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
Artikel 2 jam lalu 62 disimak
1,3 Ton Ketamin Senilai Rp2,07 Triliun Dimusnahkan di Batam! Cegah 6,9 Juta Orang Jadi Korban
Artikel 7 jam lalu 96 disimak
Cuaca Batam Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu 33°C, BMKG: Waspadai Dehidrasi
Artikel 9 jam lalu 108 disimak
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kepri Masih Tinggi
Artikel 19 jam lalu 149 disimak
6 Orang Jadi Tersangka Narkoba; Brankas Berisi 752 Inex Disita
Artikel 19 jam lalu 139 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 3 hari lalu 623 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 1 hari lalu 536 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 4 hari lalu 346 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 4 hari lalu 282 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 2 hari lalu 274 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?