Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Produk Tarif Bersama
    12 jam lalu
    Dugaan Eksploitasi Anak di Pawai MBG, PMII Gelar Aksi Unjuk Rasa di Batam
    14 jam lalu
    Kapal Pengangkut Komponen Elektronik dari Batam ke Singapura Tenggelam
    15 jam lalu
    Potensi Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah Kepulauan Riau, Selasa (23/6/2026)
    22 jam lalu
    Siklon Tropis Mekkhala Picu Hujan di Bintan
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    12 jam lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    16 jam lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    16 jam lalu
    Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
    2 hari lalu
    “Dua Bapak dengan Balita Mereka”
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Bakau Api Api
    2 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    2 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    7 hari lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 minggu lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    17 jam lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    7 hari lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gunung Es Di Semenanjung Antartika Mencair, 1 Triliun Ton Air Meleleh Ke Laut

Editor Admin 4 tahun lalu 780 disimak

GUNUNG es terbesar di dunia di Semenanjung Antartika yang pecah pada Juli 2017 lalu terus mencair. Sebuah studi menganalisis bahwa air lelehan gunung es dalam tiga bulan terakhir mencapai 150 miliar ton air atau 1 triliun ton air dalam tiga tahun terakhir.

Anne Braakmann-Folgmann, periset di the Centre for Polar Observation and Modelling, menghitung berapa banyak area dan ketebalan gunung es yang hanyut ke utara melalui Laut Weddell Antartika dan ke perairan Laut Scotia yang relatif hangat. Ia menggunakan 5 satelit untuk mengobservasi jumlah lelehan gunung es tersebut.

Anne awalnya memperkirakan gunung es itu akan bertabrakan langsung dengan pulau Georgia Selatan, namun lelehan gunung es yang dinamakan A68A itu malah meleleh dan melepas lebih dari 152 miliar ton atau 138 miliar metrik ton air tawar hanya dalam tiga bulan.

Ia menuturkan selama tiga bulan antara November 2020 hingga Januari 2021, gunung A68a mencair dengan tingkat yang mencetak rekor hingga kehilangan lebih dari 150 miliar ton (136 metrik ton) es.

“Ini adalah air lelehan dalam jumlah besar, dan hal berikutnya yang ingin kami pelajari adalah apakah itu berdampak positif atau negatif pada ekosistem di sekitar Georgia Selatan,” ucap Folgmann, dikutip dari The News Motion, Minggu (23/1).

“Karena A68a mengambil rute yang sama melintasi Lintasan Drake, kami berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang gunung es yang mengambil lintasan serupa dan bagaimana mereka memengaruhi lautan kutub,” imbuhnya.

Ketika A68a pecah dari lapisan es Larsen-C di Antartika utara pada Juli 2017, gunung es itu berukuran sekitar 6.000 kilometer persegi atau lima kali ukuran Kota New York.

A68a menempati peringkat sebagai gunung es terbesar keenam yang pernah diamati di Bumi dan gunung es tunggal terbesar yang mengapung di lautan selama 3,5 tahun.

Setelah pecah dari induknya, A68a melaju melewati Laut Weddell yang dingin selama sekitar dua tahun, hampir tidak meleleh dan hanya kehilangan sedikit volume, kata para peneliti. Kemudian, gunung es bergerak ke utara dengan perairan yang bersuhu lebih hangat.

Baru lah ketika A68a meluncur ke Laut Scotia, gunung es mulai meleleh. Di sana, tingkat pencairan gunung es meningkat hampir delapan kali lipat, karena air yang relatif hangat menyapu dasar dan tepi gunung es.

Para ilmuwan khawatir gunung es yang masih besar itu akan menabrak pulau Georgia Selatan, wilayah Inggris yang menjadi rumah bagi populasi penguin dan anjing laut besar.

Hewan yang tidak beruntung bisa saja terlindas sampai mati dalam tabrakan tersebut, sementara hewan lain yang tak terhitung jumlahnya bisa kehilangan akses ke Georgia Selatan, daerah mereka mencari makanan.

Untungnya, A68a tidak pernah mendarat di dekat pulau itu meski berjarak sangat dekat. Menurut penelitian tim, gunung es bertabrakan sebentar dengan dasar laut dekat Georgia Selatan, namun A68a telah menipis yang membuatnya lolos dari tabrakan tersebut.

Pada akhir Desember 2020, dilaporkan gunung es itu mulai pecah berkeping-keping.

Sedangkan pada April 2021, gunung es A68a telah benar-benar mencair. Secara total, gunung es itu melelehkan sekitar 1 triliun ton atau 900 juta metrik ton es hanya dalam waktu tiga tahun.

Kendati A68a telah bersatu bersama laut, dampak di pulau Georgia Selatan dan kehidupan laut di sekitarnya mungkin belum berakhir, Mengutip Live Science.

Saat A68a membuang air tawar ke laut air asin di sekitar pulau, A68a juga membuang nutrisi yang dapat meningkatkan produksi biologis hingga memungkinkan mengubah jenis plankton yang tumbuh subur di sana. Dorongan ini dapat berdampak luas pada rantai makanan lokal, kata para peneliti.

Namun, belum bisa dipastikan jika fenomena ini akan berdampak positif atau negatif dalam jangka panjang.

(*)

sumber: CNNIndonesia.com

Kaitan Gunung es antartika
Admin 23 Januari 2022 23 Januari 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 100 Pohon Gaharu Ditanam di Hutan Wisata Mata Kucing
Artikel Selanjutnya Menang, Nadal Jaga Kans Menuju Juara Australia Open 2022

APA YANG BARU?

KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
Pendidikan 12 jam lalu 150 disimak
Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Luncurkan Produk Tarif Bersama
Artikel 12 jam lalu 152 disimak
Dugaan Eksploitasi Anak di Pawai MBG, PMII Gelar Aksi Unjuk Rasa di Batam
Artikel 14 jam lalu 166 disimak
Kapal Pengangkut Komponen Elektronik dari Batam ke Singapura Tenggelam
Artikel 15 jam lalu 145 disimak
Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
Pendidikan 16 jam lalu 195 disimak

POPULER PEKAN INI

Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
Pendidikan 7 hari lalu 729 disimak
Liga Takraw Season 2 2026 Tuntas, Tim Juara Terima Piala dan Uang Pembinaan
Sports 6 hari lalu 679 disimak
Puluhan Ribu Calon Murid Baru SMA dan SMK di Kepri Bersaing Ketat Masuk Sekolah Negeri
Pendidikan 6 hari lalu 674 disimak
Pelatih Iran Nilai Timnya Paling “Tertindas” di Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 624 disimak
Pemko Batam Kaji Aturan Administrasi Kependudukan, Pendatang Wajib Bawa SKCK
Artikel 6 hari lalu 551 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?