Hubungi kami di

Inspirasi

“Hanya Soal Waktu”

nien bagaskara

Terbit

|

 

Hanya soal waktu…
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah-rumah dalam majalah-majalah yang sering kau irikan itu..

Maka… nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat.

Hanya soal waktu…
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya.

Maka… berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
bagi mereka tak ada selainmu.

Hanya soal waktu…
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu.

Maka… bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti.

Hanya soal waktu…
Saat mereka mulai  meminta kamarnya masing-masing dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya

Maka… tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta haknya.

Hanya soal waktu…
Saat mereka menemukan separoh hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri. Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini.

Maka… resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa.

Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita.

BACA JUGA :  "Hadiah untuk Ade"

Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang…

Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung …

“Dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria”

Dan kau akan begitu merindukannya …

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan …

“Apa kabarmu ibu, ayah”?

Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini.

Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka.

Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari.

Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya.

Karena waktu berjalan…

Ya… ia berlari…
Tidak…. ia bahkan terbang…
Dan dia tak pernah mundur kembali…

Mari, kita sayangi anak kita sepenuh hati, selagi masih ada waktu”

(yur)

Seperti yang ditulis Yoanita Astrid dan disampaikan secara berantai dari satu grup WhatsApp ke grup WhatsApp lainnya.

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook