SUASANA kawasan perairan Pulau Nipah, Jembatan 2 Barelang, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, mendadak digegerkan oleh insiden tragis pada Jumat (30/10/2026) kemarin. Seorang nelayan muda berinisial DN (22), asal Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan melompat ke dalam laut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika sejumlah saksi mata di lokasi melihat korban secara tiba-tiba berlari menuju bibir pantai dan langsung menerjunkan diri ke perairan.
Merespons kejadian tersebut, warga sekitar langsung berhamburan memberikan pertolongan dan berteriak meminta bantuan. Dalam aksi penyelamatan darurat itu, seorang nelayan setempat bahkan nekat menyelam ke dasar laut demi mencari keberadaan korban. Berkat upaya tersebut, posisi korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke daratan untuk diberikan penanganan awal. Namun, takdir berkata lain; nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Tak berselang lama usai laporan masuk, tim gabungan dari Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) Tanjung Kertang Kodaeral IV bersama Aparat Penegak Hukum (APH) langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kehadiran petugas di lokasi bertujuan untuk mengamankan tempat kejadian serta menghimpun keterangan dari para saksi mata.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, saat dikonfirmasi pada Jumat malam, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (Kepri) guna menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
“Pemeriksaan awal di lokasi kejadian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Mengenai motif maupun penyebab pasti kejadian, saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman oleh pihak berwenang,” ungkap Kolonel Laut (KH) Pundjung.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelibatan personel Babinpotmar Kodaeral IV dalam proses evakuasi ini merupakan wujud nyata komitmen kemanusiaan TNI Angkatan Laut di wilayah binaan maritim, sekaligus cerminan sinergi yang kuat antar-instansi.
“Ini wujud kesiapsiagaan prajurit TNI Angkatan Laut untuk senantiasa hadir membantu masyarakat serta berkoordinasi erat dengan aparat penegak hukum demi menjaga kondusivitas wilayah maritim,” pungkasnya.
(dha)


