Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
    10 jam lalu
    SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
    11 jam lalu
    BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
    12 jam lalu
    Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
    13 jam lalu
    Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    1 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    2 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    3 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    4 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    5 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kritik Sarwo Edhie Wibowo kepada Soeharto

Editor Admin 4 tahun lalu 856 disimak

SETELAH memimpin penumpasan PKI pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965, nama Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, komandan RPKAD (kini, Kopassus), melambung tinggi. Reputasi itu membuat Presiden Soeharto waspada. Karier militer Sarwo pun berakhir dengan cepat.

Setelah menjabat komandan RPKAD, Sarwo memimpin Kodam II/Bukit Barisan di Medan, Sumatra Utara. Tiba-tiba karier militernya akan dimatikan dengan mengirimnya ke luar negeri sebagai duta besar.

“Papi amat terpukul dengan keputusan pemerintah menempatkan dirinya di Rusia, selagi karier militernya sedang begitu cemerlang,” kata Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, putri Sarwo Edhie Wibowo, dalam Kepak Sayap Putri Prajurit.

Sarwo tidak jadi dikirim ke Rusia. Dia kembali menjadi panglima teritorial, yaitu Pangdam XVII/Cenderawasih. Dari Papua, dia dipindahkan ke Magelang untuk menduduki kursi gubernur Akabri. Karier militernya berakhir di sini karena dia kemudian dijadikan duta besar di Korea Selatan.

“Aku bisa merasakan betapa hati Papi dibuat luruh ketika dia harus melepaskan seragam militernya dan menjadi seorang duta besar,” kata Ani Yudhoyono.

Salim Said, guru besar di Universitas Pertahanan, mengatakan bahwa Sarwo sebenarnya sudah merasa disingkirkan ketika dia akan dikirim sebagai duta besar di Korea Selatan. Dia bertekad menolak dan memilih pensiun saja.

“Di Cijantung di depan Ibu Sarwo, saya berusaha meyakinkan jenderal itu agar menerima posisi dubes, sebab kalau pensiun, pasti akan selalu diintai intel. Artinya hidupnya tidak akan tenang. Bapak nikmatilah posisi dubes itu,” kata Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto.

Sarwo pun bersedia menjadi duta besar asal di Canberra karena dia pernah sekolah komando di Australia. Namun, posisi dubes di sana sudah ditempati Mayjen TNI Hertasning. Akhirnya, dia berangkat juga ke Seoul sebagai duta besar pertama Indonesia untuk Korea Selatan.

Setelah kembali ke Jakarta, Sarwo diberi jabatan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Luar Negeri. Setelah itu, rencananya Sarwo akan dilempar lebih jauh lagi ke Brasil.

“Entah mengapa terjadi perubahan. Digeser beberapa puluh meter dari kantor Irjen Deplu, Sarwo menemukan dirinya mengurusi kursus Pancasila di BP7,” kata Salim Said. BP7 adalah Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

Sarwo tidak bisa menolak keputusan Soeharto itu. Dia hanya bisa bersedih sebagaimana diungkapkan oleh Ani Yudhoyono.

“Kepada kami anak-anaknya, Papi sempat mengutarakan rasa sedihnya. Ya, benar, dia merasa kecewa dengan keputusan itu. Bukan berarti Papi mengecilkan arti BP7, melainkan dia merasa langkahnya mendadak dibelokkan ke arah yang tidak pernah dia bayangkan. Papi terlahir sebagai orang yang sangat mencintai dunia militer,” kata Ani Yudhoyono.

Sunarti Sri Hadiyah meyakini penyebab Soeharto memperlakukan suaminya seperti itu karena peristiwa di Bogor. “Bapak dicurigai sebagai orang ambisius oleh Soeharto,” kata Sunarti kepada Salim Said.

Salim Said mejelaskan kejadian di Istana Bogor itu. Setelah menduduki pangkalan udara Halim Perdanakusumah, Sarwo berencana melapor kepada Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto. Namun, Laksamana Muda Udara Herlambang meyakinkan Sarwo bahwa Soeharto ada di Bogor. Sarwo pun ikut bersama Herlambang naik helikopter menuju Istana Bogor.

Ketika Sarwo tiba di Istana Bogor, ternyata Soeharto masih dalam perjalanan. Sarwo kemudian menghadap Presiden Sukarno. Soeharto menganggap Sarwo telah melapor kepada Sukarno sebelum kepada Pangkostrad.

“Soeharto marah,” kata Salim Said. “Soeharto menganggap komandan RPKAD itu punya rencana sendiri yang berbeda dengan kebijakannya sebagai pimpinan sementara Angkatan Darat.”

Kecurigaan dan kemarahan Soeharto kepada Sarwo itu berakibat fatal. “Karier militer mantan komandan RPKAD dibunuh secara kejam meski perlahan-lahan,” kata Salim Said.

Kendati kecewa, Sarwo tetap menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin. “Ketika saya berkunjung ke tempat tugasnya, saya tidak melihat atau mendengar keluhan dari Pak Dubes,” kata Salim Said yang bersahabat dengan Sarwo hingga akhirnya hayatnya pada 1989.

Selama bergaul dengan Sarwo, Salim Said mengaku tidak penah mendengarnya menggerutu soal Soeharto. Satu-satunya kritik Sarwo kepada Soeharto yang diucapkannya pada 1980-an adalah, “Kok, Pak Harto itu tak seorang pun anaknya yang jadi tentara.”

Sementara anak laki-laki dan tiga menantu Sarwo semuanya tentara. Putranya, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, sebelumnya Komandan Kopassus, Panglima Kodam Siliwangi, dan Panglima Kostrad.

Menurut Salim Said, prinsip Soeharto tampaknya adalah kalau bisa kaya raya dengan cepat, mengapa harus bersusah-susah jadi bawahan sebelum akhirnya jadi jenderal. Lagi pula jadi jenderal pun belum tentu kaya. Buktinya Sarwo Edhie sendiri. Almarhum adalah seorang jenderal terkenal yang tetap tidak punya apa-apa –bahkan tidak punya rumah pribadi– hingga akhir hayatnya.

“Dalam hal ini, Soeharto lebih cerdik, praktis, dan realistis ketimbang Sarwo. Buktinya, anak-anak Soeharto difasilitasi untuk berdagang saja. Dan memang semua kemudian menjadi kaya raya,” kata Salim Said.

Dalam otobiografinya, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, Soeharto memuji anak-anaknya yang sukses dalam bisnis dan aktif dalam berbagai organisasi sosial. “Alhamdulillah mereka semua jadi manusia,” kata Soeharto. “[Tapi] Saya tidak ingin anak-anak saya mendewakan harta dan pangkat.”

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Sarwo Edhie Wibowo, Soeharto
Admin 26 Juli 2022 26 Juli 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perusahaan Singapura Bangun Pusat Data di Nongsa Digital Park Batam
Artikel Selanjutnya Gubernur Ansar Dukung Penerapan Tilang Elektronik di Kepri

APA YANG BARU?

Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
Artikel 10 jam lalu 167 disimak
SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
Artikel 11 jam lalu 156 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 12 jam lalu 256 disimak
Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
Artikel 13 jam lalu 227 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 1 hari lalu 266 disimak

POPULER PEKAN INI

Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 5 hari lalu 494 disimak
Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 1 hari lalu 488 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 6 hari lalu 378 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 6 hari lalu 344 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 3 hari lalu 333 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?