Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ribuan Srikandi ikuti gerak jalan 8 Kilometer di Tanjungpinang
    23 jam lalu
    Suhu Batam dan Karimun Tembus 32°C, Angin Kencang Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri
    23 jam lalu
    Lahan Tiga Hektare di Kawasan Barelang Hangus Terbakar
    23 jam lalu
    Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
    2 hari lalu
    PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    5 jam lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    23 jam lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    2 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    3 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    22 jam lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    6 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    7 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Lumpur Minyak Hitam Cemari Pantai di Bintan, Nelayan: Ini Sudah Musiman

Editor Admin 3 tahun lalu 548 disimak

LUMPUR minyak hitam (sludge oil) kembali mencemari kawasan pantai mulai dari Desa Teluk Bakau, Desa Malang Rapat hingga Desa Mapur, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Akibatnya, tidak saja merusak pasir putih bibir pantai tersebut, minyak ini juga membuat berkurangnya mata pencarian nelayan sekitar.

Seperti diungkapkan Said (36) nelayan Malang Rapat. Ia mengaku jengkel dengan cemaran lumpur minyak hitam ini, pasalnya ini bukan kejadian pertama kali di wilayahnya, bahkan musiman.

“Hampir setiap tahun, pasti ada cemaran lumpur minyak hitam ini,” kata Said, dilansir Kompas.com, Minggu (26/3/2024).

Untuk itu, Said berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, karena keberadaan lumpur minyak hitam ini membuat ekosistim laut punah.

“Bagaimana kami mau melaut, jangankan ikan, jaring aja ditebar, yang nyangkut lumpur minyak hitam ini,” gerutu Said.

Senada juga diungkapkan Usman (42), nelayan Desa Mapur ini juga mengaku kesal dengan keberadaan lumpur oli hitam yang mencemari bibir pantai di desa tersebut.

“Kemarin masih sedikit dan sempat kami para warga membersihkannya, eh minggu paginya kembali datang dan lebih banyak,” kata Usman.

Usman mengaku kejadian ini memang kerap terjadi setiap tahunnya, namun bukan alasan untuk tidak bisa diatasi.

“Lumpur oli hitam ini diduga berasal dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Operational Port Limited (OPL). Di mana ZEE merupakan perairan internasional 12 mil laut dari garis pangkal pulau. Kami masyarakat menduga lumpur minyak ini sengaja dibuang, kalau tumpahan, tidak mungkin sebanyak ini,” terang Usman.

Usman berharap ada solusi dari Pemerintah, baik pusat maupun Pemkab Bintan, agar hal ini tidak menjadi suatu penyakit musiman. “Kalau sudah seperti ini, kami tidak bisa melaut. Karena kalau kami paksanakan melaut, yang ada jaringan kami rusak akibat lumpur minyak hitam ini,” beber Usman.  

Hingga saat ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan belum berhasil dikonfirmasi, baik melalui telepon maunpun melalui pesan WhatsApp.

Di bagian lain, Komandan Koramil 02/Bintan Kapten Inf Aswandi mengaku begitu mendapatkan informasi tersebut langsung meninjau dan memastikan kebenarannya.

“Tumpahan lumpur minyak hitam itu terlihat mulai dari laut hingga ke pinggir pantai di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang,” kata Aswandi saat dihubungi terpisah melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/3/2023).

Aswandi menjelaskan, tumpahan lumpur minyak hitam ini diduga dari kapal tanker dan kejadiannya hampir setiap tahun di sepanjang pantai di wilayah Desa Teluk Bakau dan Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan ini.

“Lokasi yang kena dampak tumpahannya hampir merata di wilayah pantai dan meluas sampai Desa Mapur,” terangnya. Biasanya, tambah Aswandi, lumpur minyak hitam ini akan hilang apabila sudah datang musim selatan.

“Sejauh ini pemerintahan desa sudah melaporkan kejadian ini ke DLH kabupaten Bintan, ya mudah-mudahan secepatnya ada solusi terbaik dari instansi yang berwenang,” pungkasnya.

(*/pir)


Kaitan bintan, Cemari Pantai, kepri, Lumpur Minyak Hitam, nelayan, Zee
Admin 27 Maret 2023 27 Maret 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemprov Kepri Gesa Pembangunan Tiga Ruas Jalan di Batam Tahun Ini
Artikel Selanjutnya Antisipasi Kebutuhan Uang Ramadhan dan Idul Fitri 2023, BI Kepri Sediakan Uang Rp 1,9 Triliun

APA YANG BARU?

Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
Histori 5 jam lalu 115 disimak
Gedung Beringin, Batam
Infrastruktur 22 jam lalu 188 disimak
Ribuan Srikandi ikuti gerak jalan 8 Kilometer di Tanjungpinang
Artikel 23 jam lalu 185 disimak
Suhu Batam dan Karimun Tembus 32°C, Angin Kencang Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri
Artikel 23 jam lalu 184 disimak
Lahan Tiga Hektare di Kawasan Barelang Hangus Terbakar
Artikel 23 jam lalu 223 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 6 hari lalu 825 disimak
BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 3 hari lalu 415 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 6 hari lalu 395 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 5 hari lalu 361 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 321 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?