- Nama: Tanjung Lamun
- Nama dikenal saat ini: Ocarina – Bengkong Sadai
- Lokasi : Teluk Tering, kota Batam
TANJUNG Lamun di wilayah pulau Batam, pada masa sekarang lebih dikenal sebagai kawasan Ocarina hingga masuk ke wilayah Bengkong Sadai.
Wilayahnya merupakan sebuah Tanjung yang menjorok di sekitar kawasan teluk Tering di Batam Centre – Bengkong.
Sesuai dengan namanya, kawasan ini dulunya merupakan rumah bagi ekosistem padang lamun (seagrass) yang luas. Padang lamun ini berfungsi sebagai tempat mencari makan (feeding ground) dan memijah (spawning ground) bagi berbagai biota laut, termasuk dugong dan penyu.
Tanjung Lamun memiliki karakteristik pesisir yang landai dengan perairan dangkal yang jernih, ideal bagi pertumbuhan tanaman lamun yang membutuhkan sinar matahari. Garis pantainya berliku dengan substrat berlumpur dan berpasir, dikelilingi oleh vegetasi mangrove.
Sebelum masifnya pembangunan Batam sebagai kota industri, wilayah ini menjadi benteng hijau bersama hutan bakau (mangrove) yang menjaga stabilitas garis pantai.
Wilayah Tanjung Lamun pada masa lalu, juga sempat diupayakan sebagai area perkebunan karet yang dikelola oleh seorang pribumi bernama H. Charit. Wilayah perkebunan milik haji Charit pada 1940-an, berada di lokasi yang sebagian besar didominasi perkebunan milik warga Tionghoa.

Sementara di sekitar kampung Bengkong dekat Tanjung Lamun, ada perkebunan karet dan pemukiman orang Tionghoa bernama Lim Hoa, Aufugi dan Hakoin yang membangun alur jalan setapak di wilayah mereka untuk kepentingan pengangkutan hasil kebun. Jalan setapaknya mengarah hingga ke wilayah Sungai Panas yang dikelola oleh Tiotin, Tenji dan Sosiut, berlanjut ke Teloek Djodoe, tempat tinggal Tenji dan Si Tam.
Tanjung Lamun saat ini
AKIBAT tuntutan perluasan lahan di pulau Batam, kontur asli wilayah ini telah berubah drastis. Melalui proses reklamasi pantai, area perairan dangkal dan padang lamun ditimbun tanah untuk menciptakan daratan baru yang kokoh dan lurus.
Garis pantai alami kini telah berganti menjadi dinding penahan beton (seawall) atau dermaga semen. Di lokasi yang dulu dikenal sebagai Tanjung Lamun, pada masa kini lebih dikenal orang sebagai kawasan wisata Ocarina.

Sementara perairan sekitarnya yang dulu banyak ditumbuhi hutan bakau, telah berubah menjadi kawasan reklamasi untuk pusat perdagangan, perkantoran hingga pelabuhan.

Aktivitas pengerukan (dredging) dan reklamasi beberapa belas tahun lalu di wilayah ini, membuat ekosistem padang lamun di wilayah spesifik ini hampir sepenuhnya hilang atau rusak berat akibat sedimentasi tinggi.
(ham)


