Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
    21 jam lalu
    Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
    21 jam lalu
    Tiga Dugaan Korupsi; Kejari Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
    2 hari lalu
    Hubungan Remaja Berujung Bayi, Polsek Bintan Timur Amankan Tersangka
    2 hari lalu
    Harga Emas Antam di Pegadaian Batam Naik, UBS Stagnan pada Minggu (14/6)
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    21 jam lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    21 jam lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    2 hari lalu
    Ada Subsidi Pendidikan bagi Siswa Batam Tidak Tertampung di Sekolah Negeri
    2 hari lalu
    Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    2 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    4 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    6 hari lalu
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    6 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Melawan Mitos di Peringatan Hari Aids/ HIV

Editor Admin 8 tahun lalu 1.5k disimak
Ilustrasi HIV/ AIDS : bet.com

ANGKA-angka terdampak HIV/AIDS hingga kini belum bisa menggambarkan kenyataan. Istilah “puncak gunung es” masih berlaku untuk menggambarkannya.

Daftar Isi
Terbanyak di PapuaIbu rumah tangga paling rentan

Diduga masih banyak kasus HIV/AIDS tak terlaporkan, sehingga menjadi tema Hari AIDS Sedunia ke-30 yang jatuh pada 1 Desember 2018.

Program bersama PBB untuk penanganan kasus HIV/AIDS (UNAIDS) mengestimasi kematian penderita AIDS di Indonesia sekitar 39.000 jiwa pada 2017 atau meningkat 69,6 persen dari 2010. Mayoritas adalah laki-laki berusia 15 tahun ke atas.

Mereka meninggal akibat penurunan sistem kekebalan tubuh (Acquired Immunie Deficiency Syndrome – AIDS) karena virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dimulai sejak fase pertama hingga mutakhir, menurut organisasi kesehatan dunia WHO.

Saat kekebalan menurun drastis, tubuh akan rentan terserang penyakit yang kemudian menyebabkan kematian. Artinya, AIDS sebagai sindrom melemahnya kekebalan tubuh bukanlah penyebab langsung kematian penderitanya.

Pada umumnya, seseorang dikatakan sebagai pengidap HIV ketika ditemukan jejak virus tersebut dalam darahnya.

Biasanya, ia akan menderita demam, radang tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lainnya. Fase ini bisa bertahun-tahun dan tergantung dari kondisi tubuh seseorang.

Kemudian, pada fase laten, kekebalan tubuh makin berkurang dan disertai dengan berkurangnya sel darah putih.

Di fase mutakhir, seseorang dikatakan mengalami sindrom AIDS dan kondisinya makin parah karena tubuhnya tak sanggup melawan penyakit mematikan seperti kanker, infeksi, dan beragam penyakit lain.

Masalah yang masih muncul hingga kini adalah “puncak gunung es” dari sebaran HIV/AIDS yang sebenarnya. Diduga masih banyak kasus HIV/AIDS yang tak terlaporkan. Karena itulah dipilih menjadi tema Hari AIDS Sedunia 2018.

Berbagai angka statistik yang tersedia, belum menggambarkan kenyataan. Tes HIV melalui darah yang hanya bisa dilakukan melalui uji laboratorium, masih dianggap “menakutkan”. Pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2018, UNAIDS pun kembali mengkampanyekan tentang tes HIV, bertajuk “Knowledge is power”.

Dalam riset mereka pada 2017, sekitar 37 juta orang di dunia hidup dengan HIV–angka tertinggi dalam sejarah. Tetapi diduga seperempatnya tidak tahu bahwa virus tersebut bersarang di tubuhnya.

Catatan UNAIDS menyatakan Indonesia masih termasuk negara tertinggi kedua untuk kematian penderita AIDS dan berada di peringkat ketiga tertinggi untuk jumlah pengidap HIV di kawasan Asia Pasifik.

Angka estimasi ini dihitung dari analisis data populasi penduduk yang mengetahui status HIV mereka, mendapatkan penanganan, dan mereka yang mengonsumsi obat pencegah penyebaran virus.

Sejak tahun 2007 hingga 2017, data Kementerian Kesehatan yang diolah tim Lokadata Beritagar.id menunjukkan, jumlah pengidap HIV terus meningkat setiap tahun sementara jumlah AIDS relatif stabil. Pengidap virus HIV sebanyak 272.569 orang dan penderita AIDS sebanyak 93.556 orang.

Pada 2017, jumlah pengidap HIV meningkat delapan kali lipat menjadi 48.300 dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, 6.048 orang. Penderita AIDS yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 9.280 pada 2017 atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 10 tahun lalu.

Terbanyak di Papua

Papua menjadi provinsi dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia meskipun dalam tiga tahun terakhir jumlah penderita AIDS menurun.

Sejak 1987 hingga Desember 2017, 620 orang per 100.000 penduduk di provinsi tersebut menderita AIDS. Per Desember 2017, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 19.729 orang menderita sindrom imun tersebut.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma kepada Tabloidjubi.com menjelaskan tingginya angka HIV-AIDS di Papua disebabkan miminmya kesadaran untuk memeriksakan diri.

“Ketika seseorang sudah masuk pada stadium AIDS maka akan susah untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita ke kondisi prima,” kata Karma.

Studi dari Leslie Butt dari University of Victoria terhadap pengidap HIV dan penderita AIDS di Papua menunjukkan adanya ketakutan dari masyarakat saat akan memeriksakan diri. Bahkan, mereka yang memeriksakan diri cenderung malu dan takut jika terdeteksi mengidap HIV. Sehingga, mereka melarikan diri dan tidak meminta pertolongan penanganan penyakit tersebut.

Hal ini tak lepas dari mitos dan stigmatisasi terhadap HIV/AIDS, misalnya dianggap sebagai “penyakit kutukan Tuhan”, dapat menular lewat alat makan, penyakitnya kaum homoseksual dan pengguna narkoba, dan sebagainya.

Selain Papua, angka perbandingan kasus yang tinggi juga ditemukan di Papua Barat, sekitar 216 orang dari 100 ribu penduduknya menderita AIDS. Sementara di provinsi wisata Bali, 177 dari 100 ribu penduduknya menderita AIDS.

Di Pulau Jawa, DKI Jakarta menjadi provinsi nomor wahid untuk angka perbandingan kasus, yakni 76 penderita AIDS per 100 ribu penduduk.

Sementara itu, angka kematian akibat penyakit (AIDS) yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan pada 2017 meningkat 10,36 persen menjadi 948 orang dari 859 di tahun 2016. Mayoritas adalah orang usia produktif 30 hingga 39 tahun.

Provinsi dengan angka kematian tertinggi dalam 30 tahun terakhir yakni Provinsi Jawa Timur, sebanyak 4.010 jiwa, disusul Jawa Tengah 1.864 jiwa, DKI Jakarta 1.851 jiwa dan Papua 1.580 jiwa.

Ibu rumah tangga paling rentan

Dilihat dari latar belakang pekerjaan, ibu rumah tangga menjadi yang paling rentan terkena penyakit AIDS. Selama 30 tahun terakhir, jumlah ibu rumah tangga penderita AIDS adalah 14.721 orang, disusul oleh tenaga non-professional sebanyak 14.116 orang.

Ibu rumah tangga mudah tertular dari pasangannya. Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta Ikhlasiah Dalimoenthe dalam riset Perempuan dalam Cengkeraman HIV/AIDS menjelaskan adanya perilaku laki-laki beristri yang berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks, menyebabkan istrinya ikut terdampak.

“Pada beberapa kelompok masyarakat bahkan laki-laki muda didorong untuk mencari dan mengumpulkan pengalaman seksualnya dengan perempuan untuk memperoleh julukan sebagai lelaki jantan. Beberapa tradisi masyarakat seperti tradisi sifon di NTT dan turun ranjang di Sumatera Utara juga mempermudah terjadinya penularan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS,” kata Ikhlasiah dalam riset tersebut.

Selain itu, Ikhlasiah menilai ada faktor minimnya akses informasi dan pendidikan perempuan yang lebih rendah terkait kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS. Mereka yang mudah tertular adalah perempuan atau ibu rumah tangga yang memiliki daya tawar lemah, tidak berpendidikan, dan secara sosial ekonomi tidak mandiri.

“Perempuan sulit melindungi dirinya dari infeksi HIV karena pasangan seksualnya enggan menggunakan kondom dan ia tidak memiliki keberanian untuk menolak hubungan seks yang berisiko,” Ikhlasiah merujuk pada laporan tersebut.

Untuk menekan penyebaran HIV/AIDS yang bisa berujung kematian dengan berkurangnya sistem kekebalan tubuh, Yeni Tasa dkk menyarankan perlunya sosialisasi Voluntary Counseling and Testing (VCT).

Dalam riset Yeni bertajuk Counseling and Testing oleh Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS, kesadaran untuk memeriksakan diri ini berhubungan dengan persepsi tentang penyakit HIV/AIDS. Jika sudah paham akan bahaya sindrom yang menyerang imun ini maka pengidap HIV dan penderita AIDS akan sadar untuk memeriksakan diri.

“Penyebaran informasi tentang VCT dapat dilakukan dengan melibatkan tenaga Puskesmas. Pelatihan untuk tenaga konselor dan dokter konseling dan testing perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan VCT,” kata Yeni dalam laporan riset tersebut.

 

 

Sumber : beritagar / kemenkes / UNAID / Unmes / Upstegal / Tabloidjubi / springle.com

 

Kaitan aids, hiv, mitos, top
Admin 2 Desember 2018 2 Desember 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Golf, Alternatif Pilihan Wisata Olahraga di Batam
Artikel Selanjutnya Juara Umum Porprov Kepri Keempat dengan 77 Emas

APA YANG BARU?

Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
Artikel 21 jam lalu 229 disimak
Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
Pendidikan 21 jam lalu 215 disimak
Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
Pendidikan 21 jam lalu 196 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Jambret di Mangsang, Korban Rugi Rp8,7 Juta
Artikel 21 jam lalu 226 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 2 hari lalu 452 disimak

POPULER PEKAN INI

Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
Statistik 6 hari lalu 726 disimak
Gol Tunggal Ole Romeny Menangkan Timnas Garuda Atas Mozambik
Sports 6 hari lalu 672 disimak
Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
Statistik 6 hari lalu 546 disimak
Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 4 hari lalu 513 disimak
Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
Sports 4 hari lalu 455 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?