Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • đź”´ Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
    10 jam lalu
    Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
    10 jam lalu
    Berawal dari Keinginan Melapor, Terduga Penusuk di Batam Justru Dibekuk Polisi
    10 jam lalu
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    24 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    24 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
    1 jam lalu
    Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
    9 jam lalu
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    3 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    9 jam lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    23 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    1 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    3 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    3 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • đź”´ Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Pembuka Jalan Peragaan Busana di Indonesia

Editor Admin 4 tahun lalu 1.4k disimak

CITAYAM Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, masih ramai diperbincangkan. Selain karena hak kekayaan intelektual CFW sempat diklaim oleh selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven, fenomena ini juga telah menjalar ke berbagai daerah. Anak-anak muda memakai berbagai jenis busana berlenggok-lenggok catwalk di zebra cross. Peragaan busana pun kini tidak identik lagi dengan kalangan elite.

Sejarah peragaan busana (fashion show) di Indonesia dimulai oleh Adriana Paula Adeline Kawilarang, pendiri butik dan salon kecantikan pertama di Indonesia. Dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982 dijelaskan, Non Kawilarang lahir di Tondano pada 27 Oktober 1917. Dia anak kesembilan dari seorang mayor-sipil di Minahasa –setingkat regent (bupati) di Jawa. Sejak kecil dia telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia mode, khususnya merancang pakaian. Sejak duduk di sekolah MULO (kini setara SMP), dia telah merancang dan menjahit pakaiannya sendiri.

Pernikahan Adriana Paula Adeline dengan Martinus van Rest memperoleh anak perempuan bernama Marjoline. Dia kemudian menikah lagi dengan John Nicolaas Tambayong, sehingga putrinya bernama Marjoline Tambayong yang kemudian lebih dikenal dengan Rima Melati, aktris dan model ternama yang belum lama meninggal dunia.

Irma Hardisurya, Ninuk Mardiana Pambudy, dan Herman Jusuf dalam Kamus Mode Indonesia menyebut Non Kawilarang termasuk pelopor industri mode di Indonesia. Dia menempuh pendidikan tata busana di Akademi Jahit Rotterdam, Belanda pada 1936–1938. Dia termasuk perintis bisnis ritel mode ketika membuka butik Shri Fatma di kompleks bioskop Metropole (Megaria), Cikini, Jakarta Pusat, pada 1951.

Nama Shri Fatma pemberian Presiden Sukarno yang diambil dari nama istrinya, Fatmawati, yang artinya perempuan terindah. “Waktu itu kami memang agak dekat dengan Bung Karno,” kata Non Kawilarang. Sukarno juga memberi nama Melati kepada Marjoline sehingga namanya menjadi Rima Melati.

Pada era 1950-an, Non Kawilarang dan Peter Sie dikenal sebagai perancang busana top dan pelopor mode di Indonesia. Sama-sama mendapatkan pendidikan mode di Belanda, keduanya secara terpisah membuka usaha pembuatan pakaian. Tak sekadar menjahit pakaian, mereka juga memberi masukan tentang pakaian bagi para pelanggannya dan merancang pakaian dengan kreasi sendiri. Itulah yang membedakan mereka dengan penjahit biasa.

Tak hanya membuka butik dan salon kecantikan pertama, menurut Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981–1982, Non Kawilarang juga menyelenggarakan peragaan busana pertama kali di Indonesia pada 1951.

Mula-mula acara peragaan busana diadakan dua kali setahun, akhirnya dia tak dapat lagi mengingat jumlah peragaan busana yang telah diselenggarakannya selama berkecimpung dalam dunia mode. “Aduh! Pokoknya banyak sekali,” kata Non Kawilarang.

Meski peragaan busana belum banyak diadakan pada era 50-60-an, Non Kawilarang dan Peter Sie cukup sering menggelar peragaan busana untuk memperkenalkan karya-karya mereka.

Popularitas yang diraih Non Kawilarang dalam dunia mode tak membuatnya puas. Dia merasa harus terus mengembangkan diri. Untuk meningkatkan keahliannya, dia tinggal di Hong Kong pada 1963–1966. Sekembalinya dari Hong Kong, dia mendirikan Rima Melati Boutique.

Pada 1969, perdagangan internasional berkembang pesat dan Indonesia mulai terbuka untuk investasi asing. Non Kawilarang bersama sejumlah perancang busana dan tokoh mode mendirikan asosiasi perancang mode pertama yang bernama Perhimpunan Ahli Perancang Mode Indonesia (PAPMI). Dia juga turut mendirikan sekolah-sekolah jahit yang guru-gurunya dari anggota PAPMI.

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sebagai pelindung PAPMI antusias dengan rencana pendirian sekolah jahit tersebut. Dia menyumbang uang sebagai modal awal, sementara sisa kekurangannya ditanggung oleh anggota PAPMI secara gotong-royong. Ali juga mendorong diselenggarakannya acara-acara peragaan busana.

Dalam memoar Peter Sie, Mode Adalah Hidupku, disebutkan bahwa Ali Sadikin menugaskan Non Kawilarang dan Peter Sie untuk menggelar peragaan busana dalam rangka peresmian penggunaan gelanggang pacuan kuda di kawasan Pulo Mas tahun 1971.

Dalam peragaan busana tersebut, Non Kawilarang dan Peter Sie menggunakan batik dan katun untuk rancangan mereka, dilengkapi beragam topi yang disesuaikan dengan warna dan corak rancangannya.

Sebagai salah satu perancang busana ternama, Non Kawilarang berhasil meraih sejumlah penghargaan dan hadiah. Di antaranya dalam First International Contest of Indonesia Batik (FICIB) yang digelar di Mirasa Sky Club di Gedung Sarinah, Jakarta, pada 1972, dia menjadi satu-satunya pemenang mengalahkan peserta dari berbagai negara yang diundang.

Pada 1972, Non Kawilarang mendirikan agensi model bernama Indonesian Modelling Agency (IMA). Para peragawati yang dididik di agensi model ini turut ambil bagian saat Non Kawilarang memperkenalkan pakaian-pakaian rancangannya melalui peragaan busana.

Menjelang usia senja, Non Kawilarang mencurahkan perhatiannya pada kegiatan rohani. Dia menyatakan menemukan kebahagiaan dengan “bekerja di ladang Tuhan”. Terakhir, dia mengetuai sebuah kelompok umat Kristen di Jakarta.

Perancang busana dan salah satu perintis dunia mode Indonesia ini tutup usia pada 27 Juni 1997 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah berjuang melawan kanker kulit. Pada 2013, Non Kawilarang dianugerahi penghargaan Lifetime Fashion Icon Awards atas jasanya dalam mengembangkan industri mode tanah air.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Butik, Mode, Non Kawilarang, Peragaan busana, Rima Melati, Salon kecantikan
Admin 27 Juli 2022 27 Juli 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 2 Kapal Ikan Berbendera Vietnam Ditangkap TNI AL di Laut Natuna Utara
Artikel Selanjutnya Waduh! Pemerintah Bisa Intip Percakapan WhatsApp & Gmail dengan Aturan PSE

APA YANG BARU?

Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
Catatan Netizen 1 jam lalu 81 disimak
Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
Catatan Netizen 9 jam lalu 135 disimak
Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
Peristiwa 9 jam lalu 186 disimak
KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
Artikel 10 jam lalu 188 disimak
Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
Artikel 10 jam lalu 173 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 851 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 794 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 777 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 758 disimak
Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
Tokoh 7 hari lalu 746 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?