Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
    5 jam lalu
    Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
    16 jam lalu
    Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
    17 jam lalu
    ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
    17 jam lalu
    Kamis (25/06) Harga Emas di Batam Terpantau Menurun
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    1 hari lalu
    Aplikasi Si-Pintar untuk Pendaftaran Sekolah Tahun 2026 di Bintan
    2 hari lalu
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    3 hari lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    3 hari lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    17 jam lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    2 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    4 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    4 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    5 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Pemilu Singapura ; “Menang Dengan Hasil Paling Buruk”

Editor Admin 6 tahun lalu 1.2k disimak

PARTAI Aksi Rakyat (PAP) sebagai partai penguasa di Singapura kembali memenangkan Pemilu di negeri itu yang digelar beberapa hari kemarin. Namun, kali ini mereka menang dengan hasil yang paling buruk sejak sejarah mereka.

Berdasarkan laporan Reuters, dalam pemungutan suara yang diselenggarakan Jumat (10/7/2020) lalu, PAP memperoleh 83 dari 93 kursi parlemen Singapura, sementara sisa 10 kursi menjadi jatah partai oposisi.

Dalam standar internasional, hasil ini disebut sebagai “kemenangan  besar dan mutlak”. Namun, berbeda dengan yang disampaikan PAP, karena 10 kursi yang dimenangkan partai oposisi belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun memenangkan kursi mayoritas di parlemen, 83 dari 93 kursi yang dimenangkan pada tahun ini justru turun dibanding tahun 2015 lalu.

Persentase turun dari 70 persen menjadi 61 persen pada tahun ini, yang menurut PM Lee Hsien Loong  hal itu menunjukkan “keinginan jelas akan keragaman suara.”

“Warga Singapura ingin PAP membentuk pemerintah, tetapi mereka, terutama para pemilih yang lebih muda, juga ingin melihat lebih banyak kehadiran oposisi di parlemen,” kata Lee, dalam konferensi pers, Sabtu (11/7/2020) lalu.

Hasil pemilihan memberikan gambaran tentang rencana Lee untuk mencari mandat bagi generasi pemimpin berikutnya saat ia bersiap untuk turun. Para analis mengatakan, Partai Buruh yang kuat bisa membuat pergantian kekuasaan dari Lee menjadi lebih progresif.

Dikutip dari Antara, penggantinya yang ditunjuk, Wakil PM Heng Swee Keat, meraih 53 persen suara di daerah pemilihannya, dalam pemungutan suara yang menjadi “ujian nyata pertama popularitasnya.”

“Ini bukan dukungan kuat dari para pemimpin baru,” kata Bridget Welsh, rekan riset kehormatan di University of Nottingham Asia Research Institute Malaysia.

Menurut Welsh, Heng dianggap “tidak memiliki daya tarik nasional dalam kampanye,” seperti halnya banyak pemimpin generasi berikutnya. Perdana menteri yang bertaruh dengan menyerukan Pemilu di tengah pandemi Covid-19 mengatakan, dia sekarang akan “melihat krisis ini selesai”.

Pernyataan tersebut oleh para analis politik diartikan sebagai kemungkinan bahwa Lee akan menunda suksesi kepemimpinan dengan menangguhkan rencana pensiunnya. Meski putra pendiri Singapura Lee Kuan Yew, yang merupakan perdana menteri ketiga sejak kemerdekaan Singapura itu mengatakan, dia sedang bersiap untuk “menyerahkan kendali kepada generasi pemimpin baru di tahun-tahun mendatang.”

Dengan kursi mayoritas di parlemen yang begitu besar, PAP tak perlu memperhatikan opini publik tentang kebijakan atau rencana pemerintah yang akan diambil.

Bahkan, Heng sendiri telah dipilih oleh rekan-rekannya sebagai pemimpin masa depan dalam proses yang tertutup.

Stabilitas dan prediksi begitu menentukan arah politik Singapura, yang sejak kemerdekaan 1965 didominasi oleh PAP. Hal itu terbukti sangat penting dalam mengembangkan negara itu menjadi pusat keuangan global dan pusat perdagangan regional.

Namun, para analis mengatakan, “kemunduran yang tak terduga” bagi partai Lee memungkinkan aturan yang lebih ketat tentang tenaga kerja asing dan perubahan lain pada kebijakan sosial untuk meredakan kekhawatiran, yang sejak dalam debat begitu digaungkan oleh partai-partai oposisi.

“Pembuat kebijakan akan memiliki batasan yang lebih ketat tenaga kerja asing di dan untuk menggandakan upaya kesejahteraan ekonomi kelompok berpenghasilan rendah,” kata Song Seng Wun, seorang ekonom CIMB Private Banking.

Pada 2011, ketika PAP mencatat rekor terendah 60 persen dalam pemungutan suara, partai itu memperketat aturan perekrutan internasional untuk mengatasi sensitivitas pemilih, demikian seperti dilaporkan Straits Times.

Hal serupa terjadi pula pada tahun ini. Yang menarik, apakah Singapura, dengan PAP yang berkuasa akan memperketat aturan serupa, melihat para pemilih tahun ini juga menyatakan keprihatinan tentang prospek pekerjaan mereka dan apakah Singapura yang kecil dan kaya membutuhkan begitu banyak orang asing dengan bayaran tinggi.

(*/yum)

Sumber : Reuters / Straits Times / Antara / Tirto

Kaitan Pap, Pemilu singapura, top
Admin 14 Juli 2020 14 Juli 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga Batam Mulai Ramaikan Lagi Tempat Wisata Lokal
Artikel Selanjutnya Menunggu Gaji ke-13 PNS Dicairkan

APA YANG BARU?

Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
Artikel 5 jam lalu 90 disimak
Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
Artikel 16 jam lalu 157 disimak
Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
Artikel 17 jam lalu 160 disimak
Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
Statistik 17 jam lalu 144 disimak
ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
Artikel 17 jam lalu 165 disimak

POPULER PEKAN INI

Pohon Bakau Api Api
Rupa 4 hari lalu 475 disimak
HarbourFront Centre Singapura Tutup Mulai 27 Juli 2026
Artikel 4 hari lalu 402 disimak
Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
Statistik 4 hari lalu 389 disimak
Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
Lingkungan 4 hari lalu 386 disimak
Kemenko Perekonomian Tinjau Karimun untuk Optimalisasi Kawasan FTZ
Artikel 5 hari lalu 379 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?