Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
    44 menit lalu
    Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
    50 menit lalu
    Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
    54 menit lalu
    Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
    1 jam lalu
    Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
    5 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    3 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    4 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    4 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

“Perempuan Yang Menanam Jengkol Untuk Melawan Sawit”

Editor Admin 10 tahun lalu 3.4k disimak

BANYAK orang yang menyukai buah yang sering dijadikan lauk ini. Tapi banyak juga yang justru menghindari karena aromanya. tapi bagi Seliwati, tanaman dan buah Jengkol merupakan penopang hidup keluarganya sekaligus “senjata” untuk melawan tanaman sawit.

Bagi sebagian orang yang tidak suka, mungkin akan menghindari jengkol. Tapi tidak bagi Seliwati dan penduduk Kampung Liku Dengen, Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Jengkol merupakan komoditas penting yang menguntungkan perekonomian dan kehidupan mereka.

Perjuangan Seliwati (45), mengajak masyarakat desanya untuk menanam jengkol memang luar biasa. Bersama suaminya, Pa Marla, awalnya ia menanam jengkol di kebunnya pada 2012. Ilmu menanam, ia pelajari dari tetangganya yang sudah dulu memiliki pohon jengkol.

“Belajar dari tetangga kami orang Jawa. Dia sudah punya tanaman jengkol,” ujarnya usai penganugerahan Perempuan Pejuang Pangan 2016 di kawasan Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir mongabay.co.id.

Seliwati pun menanami lahan satu hektare miliknya itu dengan jengkol, jumlahnya 80 – 100 pohon dengan jarak tanam 10 meter antar-pohon. Alasan utamanya adalah jengkol mudah dikembangkan. Saat usia lima tahun, pohon ini mampu menyediakan biji berkualitas untuk dijadikan bibit.

“Hanya butuh dibersihkan saja sekitar tiga kali setahun,” ujar ibu tiga anak ini. Setelah itu, pohon makin produktif berbuah.”

Agar lebih maksimal dalam memanfaatkan lahan, Seliwati juga bertanam tumpang sari seperti cabai di sela pohon jengkolnya. Hasilnya cukup bagus dan bisa menambah pendapatan keluarga.

“Meski harga jengkol saat ini belum tinggi, per kilogramnya hanya dihargai Rp10 ribu – 20 ribu, namun kami tetap menanam.”

Kembali Seliwati menuturkan, jika pohon jengkol berbuah lebat, dalam dua kali panen bisa  menghasilkan pemasukan hingga Rp 46 juta. Pohon jengkol pun masih produktif hingga usia 30 tahun.

“Puluhan ton jengkol yang kami hasilkan itu dipasarkan ke Jawa. Kalau mau jualan jengkol bisa hubungi kami,” ujarnya sambil tersenyum mempromosikan hasil kebunnya.

Selain cukup menguntungkan dari sisi ekonomi dan perawatan, pohon jengkol pun berguna untuk melindungi lingkungan agar tetap lestari dan aman. Tanaman jengkol, kata Seliwati, akarnya menahan tanah agar tidak longsor. Ribuan pohon jengkol yang mereka tanam di lahan-lahan berbukit, terbukti membuat bukit itu terjaga dan jauh dari longsor.

Apa yang membuat Seliwati beserta warga begitu semangat menanam jengkol? Ini dikarenakan, lahan masyarakat Desa Uraso rencananya akan dijadikan lokasi perkebunan sawit. Mereka menolak wilayah kelola mereka yang merupakan bagian dari lokasi hak guna usaha inti Perkebunan Sawit PT. PN XIV itu dijadikan hamparan tanaman sawit. Perjuangan dengan menanam pohon jengkol merupakan pilihan utama.

“Jengkol lebih unggul dalam hal ekonomi ketimbang sawit. Tanaman jengkol juga berguna menjaga lingkungan agar tetap lestari. Akarnya, bisa menahan tanah agar tidak longsor,” paparnya.

Kini, di lahan sekitar Desa Uraso sudah ditanami tak kurang 2.000 pohon jengkol. Seliwati bersama masyarakat tidak kesulitan merawatnya, karena jengkol tidak membutuhkan pupuk, apalagi pupuk kimia. Dan tanpa rasa lelah, Seliwati terus mengajak warga dan kepala desa setempat untuk menanam jengkol selain merica.

“Awalnya, pak kepala desa ragu, tapi setelah melihat hasilnya, dia ikut menanam dan mendukung usaha kami.” katanya.

Seliwati tak hanya mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat, tetapi juga terlibat aktif dalam mempertahankan dan melestarikan bahan pangan, serta berandil menjaga lingkungannya. Atas dedikasinya itu, dia dipilih sebagai satu dari sembilan Perempuan Pejuang Pangan 2016. Hajaruddin mendokumentasikan aktivitas dan perjuangan Seliwati dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini melalui video bertitel “Pejuang Perempuan Uraso. Tanam Jengkol Lawan Sawit.” ***

Kaitan luwu, pejuang pangan, sawit, seliwati, sulawesi selatan, tanam jengkol
Admin 27 Oktober 2016 27 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Di Balik Sukses Suami, Ada Istri Yang Mendorong …”
Artikel Selanjutnya VIDEO : Tersenggol, Kemudian Kepala Pengendara Ini Terlindas Truk Molen!

APA YANG BARU?

Pemkab Bintan Kantongi Insentif Fiskal Rp2 Miliar
Artikel 44 menit lalu 75 disimak
Nelayan Hilang saat Nyuluh Ikan di Teluk Bakau Bintan Ditemukan Meninggal Dunia
Artikel 50 menit lalu 49 disimak
Usai Penggerebekan HH Club, Bareskrim Bidik Tempat Hiburan Malam Lain di Batam
Artikel 54 menit lalu 56 disimak
Ojol vs Siswa SMKN 4 di Tiban, Dua Pengendara Luka-Luka
Artikel 1 jam lalu 73 disimak
Sambut HUT RI ke-81, BAZNAS Batam Bagikan 500 Paket Sembako & Edukasi PHBS ke Anak Hinterland
Artikel 5 jam lalu 80 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 3 hari lalu 635 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 2 hari lalu 545 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 4 hari lalu 346 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 4 hari lalu 282 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 2 hari lalu 277 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?