Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
    4 jam lalu
    Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
    15 jam lalu
    Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
    16 jam lalu
    Bahas Kebebasan Pers se-Asia Tenggara, Fesmed Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang
    1 hari lalu
    Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
    6 jam lalu
    Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
    16 jam lalu
    Indonesia Pecah Telur di Aichi-Nagoya 2026, Tim Beregu Putra Bulutangkis Sumbang Emas Pertama
    1 hari lalu
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    4 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    5 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
VOA Indonesia

Prabowo Optimistis Indonesia Tidak Akan Impor Beras Tahun Depan

Editor Admin 2 tahun lalu 637 disimak
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12) meyakini Indonesia tidak akan impor beras pada tahun 2025. (Biro Setpres)Disediakan oleh GoWest.ID

PRESIDEN Prabowo Subianto meyakini Indonesia tidak akan impor beras pada tahun depan setelah mendengarkan laporan perkembangan terkait pangan yang cukup memuaskan.


PRABOWO menyampaikan kabar itu dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/12),

“Saya mendapat paparan yang sangat menggembirakan. Produksi pangan naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini yang ada di gudang kita. Saya kira mendekati dua juta ton dan sangat besar kemungkinan dan keyakinan saya tahun 2025 kita tidak akan impor beras lagi,” ungkap Prabowo.

Menurutnya perkembangan yang baik ini tidak lepas dari upaya pemerintahan presiden Joko Widodo sebelumnya dalam menghadapi berbagai tantangan iklim seperti El Nino dan La Nina serta masalah geopolitik.

“Alhamdulilah kita sedang berada dalam posisi yang semakin kuat dan semakin ke depan kita akan tambah kuat di bidang ini. Kita nanti tidak hanya bebas dari impor beras, tapi kita harus bebas dari impor semua komoditas pangan,” tegasnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santoso mengungkapkan potensi Indonesia tidak mengimpor beras pada tahun depan bisa saja terjadi. Namun Dwi menekankan bahwa hal ini disebabkan karena kondisi iklim yang sudah kembali normal.

“El Nino kan 2023 lalu kemudian berdampak ke 2024 karena mundurnya musim panen. Sedangkan tahun 2025 sudah berakhir dampak El Nino tersebut sehingga produksi saya pastikan naik,” ungkap Dwi ketika berbincang dengan VOA.

Presiden Prabowo meyakini Indonesia bisa mencapai swasembada pangan bukan hanya beras namun juga komoditas pangan lainnya. (Biro Setpres)

Selain itu, Dwi menjelaskan bahwa stock-to-use ratio (SUR) beras telah mendekati posisi ideal, dimana pada awal tahun 2024 telah mencapai 13 persen, dan ia perkirakan SUR pada tahun 2025 bisa mencapai 20 persen. SUR adalah rasio stok beras yang digunakan idealnya berada di angka 17-18 persen dari total kebutuhan konsumsi beras.

“Jadi menurut saya bukan karena upaya pemerintah meningkatkan produksi, tetapi karena iklim sudah kembali normal, SUR cukup besar, kenapa besar? karena tahun ini impor kita hampir mendekati 4 juta ton. Jadi menurut saya sama sekali bukan karena program pemerintah, ya alamiah saja,” jelasnya.

Menurutnya selama ini, program pemerintah yang ada untuk meningkatkan produksi beras tidak berhasil dengan baik. Hal ini, katanya, terbukti selama 10 tahun terakhir, produksi beras justru turun rata-rata satu persen per tahun.

“Selama 10 tahun terakhir produksi beras justru turun rata-rata satu persen per tahun. Terus gimana kesimpulan kita? Padahal 2015 ada program food estate, di Merauke juga 1,2 juta hektare, ada program intensifikasi yang kita sebut swasembada padi, jagung dan kedelai dan ada berbagai program lainnya. Lalu hasilnya? Minus 1,04 persen per tahun. Itulah kenapa tahun 2023-2024 kita harus melakukan impor dalam jumlah yang cukup tinggi,” tuturnya.

“Jadi murni tergantung iklim bukan karena kebijakan pemerintah. sehingga kalau misalnya iklim 2026 memburuk lagi ya minus lagi, pasti impor lagi,” tambahnya.

Dwi menyarankan kepada pemerintah untuk fokus kepada beberapa hal guna meningkatkan produktivitas pangan di dalam negeri termasuk beras.

Pertama, katanya, mengatasi serangan hama. Menurutnya hal ini cukup penting, karena jika kondisi iklim cenderung baik namun serangan hama tidak diatasi maka produksi akan anjlok.

“Dulu pernah ada program sekolah pengendalian hama terpadu, sekarang sudah tidak ada. Jadi itu adalah pengamanan hama secara serempak dengan komunitas petani, tapi sudah tidak ada selama 10 tahun terakhir program seperti itu. Sehingga perlu digalakkan kembali program pengendalian hama terpadu yang betul-betul masif dijalankan,” jelasnya.

Kedua, ujarnya, meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menilai tingkat kesejahteraan petani saat ini cenderung membaik. Hal ini terlihat dari indikator Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Pangan yang sudah mencapai 107 sesuatu yang menurut Dwi belum pernah terjadi selama 20 tahun terakhir. Berdasarkan data yang ada ia melihat bahwa NTP Tanaman pangan hingga September sudah mencapai 110.

NTP Tanaman Pangan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Apabila NTP lebih dari 100 maka petani mengalami surplus. Namun, ujarnya, apabila NTP mencatatkan di bawah 100 menandakan petani mengalami defisit pendapatan.

Dwi juga berharap pemerintah fokus melakukan program-program yang potensi keberhasilannya tinggi termasuk mengelola atau mengolah lahan kering yang diperkirakan luasnya mencapai 14 juta hektar.

“Misalnya kan kita punya lahan kering 14 juta hektare, lahan sawah kita hanya 7,4 juta hektare. 14 juta hektare tersebut ada penduduknya, dan dimiliki oleh petani. Kalau bangun satu juta hektare di tengah hutan siapa yang mau mengelola? Jadi lahan-lahan yang existing yang masih berupa lahan-lahan kering konsentrasi saja di situ, sebagian mungkin bisa disawahkan dengan memperbaiki jaringan irigasi atau bikin jaringan irigasi ke wilayah yang bersangkutan. Kedua, ditanami padi gogo juga bisa,” jelasnya.

Maka dari itu menurutnya program-program di sektor pertanian yang selama ini dijalankan oleh pemerintah berulang kali selama puluhan tahun dinilai hanya membuang anggaran saja.

“Ada cetak sawah, brigade pangan, ada macam-macam yang gak jelas, semua perlu uang, uang dihambur-hamburkan untuk hasil yang saya pastikan gagal dan itu sudah 26 tahun terakhir,” pungkasnya.

Kaitan Impor beras, prabowo
Admin 5 Desember 2024 5 Desember 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Galeb Husein
Artikel Selanjutnya Warga China Buron Interpol Kasus Judi Online Tertangkap di Batam

APA YANG BARU?

Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Artikel 4 jam lalu 76 disimak
FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
Sports 6 jam lalu 74 disimak
Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
Artikel 15 jam lalu 246 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 16 jam lalu 406 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 16 jam lalu 430 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 4 hari lalu 636 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 1 hari lalu 459 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 16 jam lalu 430 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 3 hari lalu 419 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 6 hari lalu 412 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?