Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polsek Nongsa Mediasi Bentrok Pemuda di Kabil
    14 jam lalu
    Personil Gabungan Sisir THM Di Batam
    15 jam lalu
    Publik Diajak ‘Uji Kepatutan’ Draft PTSP BP Batam 2026
    15 jam lalu
    Pertama Kali di Batam, RSUD Embung Fatimah Berhasil Lakukan Operasi Clipping Aneurisma Otak
    1 hari lalu
    Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam Dengan Pasal TPPU
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    2 hari lalu
    Garuda Spark Hub Resmi Meluncur
    4 hari lalu
    Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
    6 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    1 minggu lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    1 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Pria India dan Sarapan Prata-nya

Serta konsep surga itu

Editor Admin 3 tahun lalu 818 disimak
Keterangan foto: sebuah “pagi yang surga” di daerah pertanian di kaki gunung Arjuna, Singosari, Malang. “Surga” yang sudah banyak ditinggalkan anak-anak mudanya, untuk merantau ke kota, hanya untuk mendapatkan upah minimum. © Sultan Yohana/ disediakan oleh GoWest.ID

DI anak tangga yang menghubungkan antara stasiun kereta Mayflower dan apartemen nomor 172, ia begitu saja duduk, menyelonjorkan kedua kaki.

Oleh : Sultan Yohana


SEORANG pria India muda. Berkaos merah dengan celana jins murahan yang bisa dibeli dari Little India seharga 20 dolar, botak sebagian kepala dan perutnya yang sudah menyembul, adalah jejak gaya hidup yang berantakan. Tapi siapa peduli? Kamis pagi yang berawan dan sedikit gerimis itu, sambil selonjoran, ia asyik menikmati sarapan paginya. Seporsi prata yang ditumplekkan begitu saja di bungkus styrofoam, diguyuri kuah kari yang aromanya mampu membuat udara pagi itu begitu bergairah. Kucium sedikit aroma SURGA, dari aroma kari itu, ketika aku lewat di depannya. Bersama ratusan, mungkin, orang-orang yang pagi itu lewat di depannya, hendak berangkat kerja. Si pria India itu, begitu cuek melahap prata. Dengan segenap kenikmatan yang membuat siapa saja yang melihatnya, iri.

Tapi, tiap kepala punya versi berbeda tentang surga, bukan?!

Ketika kecil, aku membayangkan Tuhan sebagai sosok bengis sekaligus baik yang bisa sewenang-wenang memasukkan orang-orang kafir ke neraka, dan memberi penghargaan pada setiap orang beriman berupa surga yang penuh kenikmatan. Surga yang sungainya mengalir susu dan madu. Boleh makan apa saja. Araknya lezat namun tidak memabukkan. Buah-buahnya segar dan tanpa habis dimakan berapa pun orang. Tidak ada tai atau iler yang berbau busuk. Juga bidadari-bidadari yang siap melayani siapa dan apa saja.

Beranjak remaja, aku merasa surga yang ada di bayangan masa kecil itu, “kok begitu membosankan”. Jika semuanya tersedia dan manusia tidak perlu melakukan apa-apa lagi selain menikmatinya; tidak ada kejahatan, tidak ada harapan, tidak ada dosa, lalu untuk apa semua “kerumitan” yang diciptakan Semesta bagi manusia semasa di Dunia? Untuk apa manusia diminta keras belajar? Diminta menjadi orang jujur? Menjadi bijaksana? Juga menjadi ahli ibadah?

Saat aku merasa dewasa, konsep tentang surga justru kian sederhana. Ya, seperti aroma wangi kari dari sarapan pria India itu, surga adalah sebangun konsep yang BISA kita ciptakan dengan bahan apa pun yang kita punya. Seadanya, bahkan.

Seorang petani bisa punya konsep surganya sendiri, begitu juga pedagang, atau guru matematika. Mereka masing-masing punya bahan berbeda-beda untuk menikmati dan memaknai konsep surga mereka. Tentu saja Tuhan bukan maha adil jika seorang pedagang yang jujur tidak bisa punya HAK SAMA untuk masuk surga ketimbang para ulama-ulama ahli ibadah.

Tapi konsep surga itu, juga bisa dengan serta merta meleset oleh apa yang kita angan-angankan. Sebagaimana pria India yang datang ke Singapura dengan modal menjual sawah-ladang mereka untuk berharap kerja dengan gaji baik; kenyataannya, di Singapura ia hanya bisa sarapan dengan prata, sambil duduk di anak tangga kotor luar stasiun. Tapi, di saat bersamaan, pria India itu mungkin tidak menyadari, ada ratusan orang-orang Singapura yang pagi itu ke kantor dan melewatinya, begitu iri melihat bagaimana ia bisa dengan nikmat dan cuek duduk selonjoran sembari menikmati prata yang asap karinya wangi kemepul, mengurapi pagi yang sedikit gerimis itu.

Kecuek-an dan kemampuan menikmati hal yang sederhana itu, adalah hal yang tidak bisa didapatkan oleh banyak orang Singapura. Orang-orang ini, orang-orang yang menyebut dirinya modern dan maju ini; mereka harus belajar begitu keras, bekerja begitu keras, menabung begitu keras; hanya untuk kemudian begitu keras antri di restoran Gordon Ramsay, membayar sepotong stik seharga Rp1,5 juta, dan tetap tak bisa menikmati makanan mahalnya dengan gembira.

Surga? Sedekat nadi kita, tapi, tak semua orang mampu menyadarinya.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 
Rubrik : Catatan Netizen jadi platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi para netizen yang gemar menulis, tentang apa saja hal positif yang bisa dibagikan melalui wadah GoWest.ID. Kirim artikel/ konten/ esai anda secara mandiri lewat cara ini ya.

Kaitan budaya, india, Jawa, singapura
Admin 28 Oktober 2023 28 Oktober 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Memahami Sabuk dan Jalur Sutera China di Pameran Buku Frankfurt
Artikel Selanjutnya Angin Kencang dan Gelombang Tinggi yang Membuat Gusar

APA YANG BARU?

Polsek Nongsa Mediasi Bentrok Pemuda di Kabil
Artikel 14 jam lalu 125 disimak
Personil Gabungan Sisir THM Di Batam
Artikel 15 jam lalu 121 disimak
Publik Diajak ‘Uji Kepatutan’ Draft PTSP BP Batam 2026
Artikel 15 jam lalu 138 disimak
Pertama Kali di Batam, RSUD Embung Fatimah Berhasil Lakukan Operasi Clipping Aneurisma Otak
Artikel 1 hari lalu 201 disimak
Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam Dengan Pasal TPPU
Artikel 2 hari lalu 226 disimak

POPULER PEKAN INI

Rabu (26/08) Malam, Air Batam Hilir Matikan Sementara Di Berbagai Wilayah di Batam
Artikel 5 hari lalu 358 disimak
Pasokan Air Baku Sei Pulai dan Gesek Bertahan Lebih Baik Dibanding Waduk Batam
Lingkungan 6 hari lalu 353 disimak
50 Hektare Lahan di Bintan Terbakar: 67 Titik Karhutla Sejak Juli, Bintan Timur Paling Parah
Artikel 4 hari lalu 336 disimak
Singapura Siapkan Reklamasi Tiga Pulau di Hadapan Batam
Artikel 6 hari lalu 333 disimak
Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 6 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?