Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
    55 menit lalu
    KTP Luar Daerah Tidak Bisa Urus Kartu Kuning di Batam per 1 Maret 2026
    1 jam lalu
    2 Terdakwa WNA Thailand Minta Dibebaskan dari Tuntutan Hukuman Mati
    1 jam lalu
    Bupati Bintan Resmikan Dermaga di Pulau Mantang
    1 hari lalu
    Setahun Memimpin, Amsakar-Li Claudia Wujudkan Komitmen Membangun Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    41 menit lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    2 hari lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    3 hari lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    4 hari lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 hari lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Pulau Amat Belanda ; “Dari Surga Dunia, Tertatih di Budidaya Rengkam”

Editor Redaksi 4 tahun lalu 1.7k disimak

PULAU Amat Belanda saat ini dikenal sebagai pulau yang membudidayakan rumput laut berjenis Sargassum sp atau biasa dikenal sebagai rumput laut coklat.

Dalam bahasa setempat dan wilayah Batam pada umumnya, terkenal dengam sebutan Rengkam.

Komoditi yang bisa diekspor ke luar negeri ini, perlahan-lahan mampu mengangkat label Amat Belanda yang dulu dikenal sebagai tempatnya “surga dunia” (lokalisasi-pen) menjadi surga rengkam di Selat Malaka.

Kepada GoWest Indonesia, Ketua RT 03 RW 04 Pulau Amat Belanda, Calak Bin Sajan mengatakan, bahwa Amat Belanda sempat terkenal di sentero Selat Malaka, kemudian perlahan-lahan ditinggalkan, karena bertumbuhnya Batam yang berjarak 30 menit perjalanan melalui perahu pancung.

Ketua RT 03 RW 04 Pulau Amat Belanda, Calak Bin Sajan. Poto: @rky/GoWest.id

“Asal muasal nama pulau ini, karena dulu ditempati oleh seorang pria baik hati bernama Amat. Karena perawakannya mirip bule dari Belanda, maka orang-orang menyebut pulau ini sebagai Pulau Amat Belanda,” kata Calak saat ditemui pada Jumat (10/9) dikediamanya.

Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah RT 03 RW 04 Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pulau Belakangpadang butuh waktu 15 menit ke pulau ini lewat Pelabuhan Kuning dengan menaiki perahu pancung.

Perkampungan di Pulau Amat Belanda. Poto: @rky/GoWest.id

Tampak dari jauh, rumah-rumah khas rumah nelayan dengan tiang yang membubung tinggi dari atas laut menyambut kedatangan para tamu.

Di sepanjang pelantar, banyak terdapat rumput laut coklat (rengkam) yang tengah dikeringkat oleh warga. Rengkam-rengkam ini harus dalam keadaan kering baru bisa dijual keluar pulau.

Lokalisasi Favorit Pelaut

PULAU Amat Belanda yang berlokasi hanya 300 meter dari Belakangpadang ini, memiliki kisah yang cukup unik.

Pada tahun 1990-an, Amat Belanda merupakan lokalisasi favorit bagi pelaut yang singgah di Pulau Sambu yang merupakan markas Pertamina atau warga negara Singapura yang berlayar di sekitar Selat Malaka.

“Disini merupakan tempat hiburan yang ramai, tapi sekitar 15 tahun lalu makin sepi, dan terus ditinggalkan masyarakat. Warga disini pun kemudian satu per satu meninggalkan pulau ini,” tutur Calak.

Menurut Calak, lokalisasi tersebut tidak memiliki lokasi khusus, tapi semua rumah panggung di sepanjang pantai Pulau Amat Belanda, merupakan tempat lokalisasi.

Hal tersebut ditandai dengan rumah nelayan tersebut memiliki cukup banyak kamar yang berjejer panjang saling berhadap-hadapan. Satu rumah ada yang memiliki sekitar 20 kamar.

Bahkan ada mini bar dan karaoke, tempat untuk menikmati minuman keras dan berkaraoke ria di sejumlah rumah penduduk.

“Disini lokalisasi menyeluruh, pelaut sering singgah kesini. Makanya dulu sangat ramai, banyak yang pindah kesini baik itu dari Kalimantan, Jawa, dan lain-lain, karena pelaut biasanya bawa dolar,” tambah Calak.

Namun, seiring berkembangnya Batam, pelan-pelan Amat Belanda mulai ditinggalkan oleh para pencari surga dunia.

Tempat rekreasi orang dewasa tersebut pun seakan-akan mati suri.

Kini, warga di Amat Belanda banyak didominasi oleh warga usia tua, karena banyak penduduknya memilih hijrah keluar pulau mencari kehidupan yang lebih baik.

Rengkam Amat Belanda

SAAT ini, setelah lama tak terdengar, Amat Belanda mencoba bangkit dengan rengkamnya. Rengkam ini bisa dipanen selama tiga bulan di awal tahun.

Rengkam yang telah dikeringkan, hasilnya diekspor ke China dan Vietnam.

Dari pulau Amat Belanda bisa menghasilkan rengkam kering sebanyak 200 ton per bulan.

Sepanjang jalan di Pulau Amat Belanda dipenuhi dengan rengkam yang dikeringkan. Poto: @rky/GoWest.id

Jika diambil rata-rata, maka penghasilan warga dari kegiatan menjala rengkam ini sekitar Rp 260 ribu per hari.

Namun, karena karakternya yang periodik, maka ketika tidak ada rengkam, maka menjadi nelayan pencari ikan pun menjadi pilihan. Mereka menjala ikan-ikan kecil untuk dimakan sehari-hari.

Amat Belanda dan Belakangpadang memiliki jarak terdekat sekitar 300 meter. Sehingga ketika air laut surut, ada jalan pasir membentang diantaranya.

Jalan itu bisa diseberangi oleh warga Amat Belanda yang mau beraktivitas di Belakangpadang.

Biasanya selalu dimanfaatkan kalangan pelajar atau warga yang ingin berobat ke Belakangpadang.

“Kalau sedang tidak surut, mau tak mau kami mengarung laut. Karena baik itu saat sakit, melahirkan atau meninggal, semuanya ke Belakangpadang. Kami sudah ajukan ke pemerintah agar dibuat jembatan ke Belakangpadang, agar bisa mempermudah masyarakat kami,” paparnya.

*(rky/GoWest)

Kaitan Belakangpadang, kepulauan riau, kota, Kota Batam, Lokalisasi, Pulau Amat Belanda, Rengkam, top
Redaksi 12 September 2021 12 September 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Aplikasi PeduliLindungi beri Keuntungan pada Pemerintah? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya Aparat dan Pengurus Demokrat Bubarkan Acara Kubu Moeldoko

APA YANG BARU?

Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
Pendidikan 41 menit lalu 41 disimak
MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
Artikel 55 menit lalu 53 disimak
KTP Luar Daerah Tidak Bisa Urus Kartu Kuning di Batam per 1 Maret 2026
Artikel 1 jam lalu 52 disimak
2 Terdakwa WNA Thailand Minta Dibebaskan dari Tuntutan Hukuman Mati
Artikel 1 jam lalu 54 disimak
Bupati Bintan Resmikan Dermaga di Pulau Mantang
Artikel 1 hari lalu 80 disimak

POPULER PEKAN INI

Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
Artikel 6 hari lalu 203 disimak
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Ramadan 7 hari lalu 199 disimak
Ahli Waris Pengemudi Ojek Online Yang Meninggal Terima Santunan Jaminan Kematian
Artikel 2 hari lalu 196 disimak
Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia di Jembatan 3 Barelang
Artikel 2 hari lalu 186 disimak
Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
Sports 3 hari lalu 181 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?