ABU vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan rute penerbangan dari dan menuju Tanjungpinang pada Minggu (6/9/2026). Keselamatan penerbangan menjadi alasan utama penghentian sementara operasional empat jadwal penerbangan di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), yang mengakibatkan Ratusan calon penumpang gagal berangkat.
Imbas dari gangguan jalur udara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini dirasakan langsung oleh 469 penumpang. General Manager Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan, menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil demi menghindari risiko bahaya abu vulkanik bagi pesawat dan penumpang.
Dua maskapai utama, Batik Air dan Citilink, terpaksa membatalkan jadwal penerbangan mereka:
- Batik Air
- ID 6824 (Jakarta–Tanjungpinang): 74 penumpang terdampak.
- ID 6825 (Tanjungpinang–Jakarta): 126 penumpang terdampak.
- Citilink
- QG 974 (Jakarta–Tanjungpinang): 136 penumpang terdampak.
- QG 975 (Tanjungpinang–Jakarta): 133 penumpang terdampak.
Pihak manajemen bandara bersama maskapai dan instansi terkait bergerak cepat melakukan koordinasi untuk penanganan para calon penumpang yang terdampak di area terminal.
“Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara RHF diharapkan rutin memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” imbau Setiadi.
(nes)


