Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
    1 jam lalu
    Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
    2 jam lalu
    Intip Aktivitas Ilegal Lewat Langit: 27 Jurnalis Batam Ditempa Investigasi Berbasis Satelit
    2 jam lalu
    Polresta Barelang Sita 267 Motor Knalpot Brong di Titik Rawan Balap Liar
    12 jam lalu
    Bentrokan Lahan Pulau Setokok, Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Baru
    13 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    2 jam lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    1 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    2 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    3 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    22 jam lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    4 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Resesi Global 2023 | Apa Kata HKI dan Apindo?

Editor Admin 4 tahun lalu 942 disimak

RESESI global 2023 menjadi tantangan baru bagi komunitas perekonomian dunia yang mau tidak mau harus dilewati. Sebagai bagian dari rantai pasok global, Batam juga diperkirakan akan mengalami dampak dari resesi.

Tapi di tengah ketidakpastian akibat isu tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan Batam masih memiliki peluang untuk bertahan, bahkan dapat juga mengambil keuntungan.

Ketua Bidang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas HKI, Tjaw Hioeng mengatakan Batam dapat mengambil kesempatan dari tensi perang dagang yang masih berlanjut antara Amerika dan China.

“Masih ada peluang yang Batam dapat optimalkan, meskipun ancaman resesi memang buat khawatir dunia usaha,” kata Tjaw, Jumat (18/11).

Selain perang dagang, kedua negara adidaya itu juga tengah menjalani perang teknologi, dimana Amerika tengah membatasi ekspor dan impor semikonduktor untuk kebutuhan industri teknologi untuk China.

Bahkan, Amerika juga ingin membatasi ekspor mesin pembuatan chip untuk menghambat perkembangan industri teknologi di China.

Karena hal tersebut, perusahaan teknologi di China akan mencari tempat relokasi baru. Sehingga potensi Batam sangat besar untuk mendapatkan keuntungan dari persoalan tersebut.

Meskipun begitu, tentu saja negara lain di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia mengincar kesempatan yang sama dengan Batam.

“Pemerintah harus memastikan Batam itu kompetitif, caranya yakni dengan mempermudah proses perizinan, memberikan insentif fiskal dan non fiskal, dan fasilitas menarik lainnya,” jelasnya.

Cara tersebut pasti juga ditiru negara-negara pesaing, sehingga akan lebih baik jika pemerintah menambah fasilitas yang sudah ada, dan tentu saja harus lebih menarik.

Tjaw kemudian membeberkan bahwa saat ini sejumlah perusahaan Tiongkok tengah melirik Batam, sebabnya karena produk manufaktur Batam yang mudah masuk Amerika. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya impor bahan baku dari China, dan meningkatkan ekspor Batam ke Amerika. Namun, hal tersebut masih butuh realisasi panjang.

Selanjutnya, Tjaw berbicara mengenai perlambatan ekspor Kepri di September 2022. Menurutnya, hal tersebut merupakan sinyal resesi sebagai dampak menurunnya permintaan global terhadap Batam. Industri di Batam berkontribusi seebsar 76,6 persen dari total ekspor Kepri.

Untuk menjaga kestabilan ekspor Batam di tengah resesi, agar tidak terganggu dengan kondisi global nanti, salah satu caranya yakni memperkuat fasilitas Inland Free Trade Area (FTA), yang regulasinya terdapat dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 13/2015 tentang Kebijakan Fasilitas Perdagangan Bebas di Dalam Negeri.

Untuk saat ini, Inland FTA belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri di Batam. Sebabnya, karena kewajiban untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalan Negeri (TKDN) sebesar 40 persen dari sektor penerima fasilitas tersebut, masih sulit untuk diimplementasikan.

Sejumlah produk industri Batam yang tak memenuhi syarat, harus dikenakan bea masuk sebesar 10 persen, tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen dan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Dengan begitu, maka produk Batam tidak akan mampu bersaing dengan produk yang dari negara lain.

“Jangan sampai produk yang sama diproduksi di Batam, tapi kalah saing dari sisi taxnya dengan produk yang disupply dari negara tetangga kita. Masih ada waktu untuk merivisi aturan inland FTA ini,” jelasnya.

Kembangkan Industri Semikonduktor

Sementara itu Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengatakan isu resesi membuat khawatir dunia usaha di Batam. Pasalnya, baik itu Singapura, Amerika dan China yang merupakan mitra utama dagang Batam juga terancam resesi, sehingga sangat mungkin menyebabkan terjadi penurunan permintaan produk industri manufaktur di Batam.

Sebagai langkah awal, Batam harus bisa memperluas jangkauan ekspornya dengan mengembangkan industri semikonduktor. Saat ini, krisis chip masih terjadi di seluruh dunia sehingga kehadiran industri model tersebut akan membuat Batam memiliki negara baru sebagai mitra dagang.

Peluang lainnya yang bisa dimanfaatkan yakni industri yang berbasis energi terbarukan, seperti produsen mobil listrik. Indonesia saat ini memang tengah mendorong penggunaan mobil listrik dimulai dari sektor pemerintahan, untuk menyongsong penggunaan energi terbarukan di segala lini.

“Saat ini sudah ada beberapa investor yang masuk mengembangkan industri energi baru dan terbarukan. Ini akan lebih lengkap jika Batam bisa menghadirkan pabrik mobil listrik,” paparnya.

Berbicara mengenai langkah antisipasi menghadapi resesi, Rafki melihat dunia usaha di Batam sudah bersiap dengan sejumlah solusi, mulai dari menahan diri tidak menambah bahan baku ataupun merekrut tenaga kerja, sembari melihat perkembangan kondisi ekonomi global.

“Ini tentunya akan membuat melambatnya permintaan terhadap tenaga kerja di Batam. Kita berharap jangan sampai terjadi PHK tentunya,” katanya.

Namun Apindo berharap penurunan permintaan global tidak begitu drastis. Sehingga pelaku usaha di Batam dapat tetap mengekspor produknya ke berbagai negara yang menjadi mitra Batam.

Rafki juga berharap pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan apabila memang nanti terjadi resesi global yang mengancam keberlangsungan usaha di Batam.

“Mungkin beberapa insentif dalam bentuk keringanan pajak dan restrukturisasi kredit bisa diberikan kepada perusahaan perusahaan di Batam,” ujarnya.

Apindo berharap BP Batam terus bekerja membenahi infrastruktur investasi terutama pelabuhan dan berusaha untuk mengisi lahan kosong di Batam dengan investor baru. Apindo akan terus bekerja sama dan memberikan masukan yang konstruktif kepada BP Batam agar Batam bisa lebih maju lagi bersaing dengan kawasan ekonomi khusus lain di negara-negara di kawasan ASEAN (leo).

Kaitan Apindo Batam, hki, Industri Batam, industri semikonduktor, investasi batam, khas, kota, perizinan batam, resesi global 2023
Admin 18 November 2022 18 November 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Cegah Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Kadinkes Bintan Dorong Warga Pakai Masker
Artikel Selanjutnya Tingkat Pengangguran Terbuka di Kepri Turun, Gubernur: Ini Tren Positif

APA YANG BARU?

Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
Artikel 1 jam lalu 86 disimak
Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
Artikel 2 jam lalu 79 disimak
Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
Sports 2 jam lalu 97 disimak
Intip Aktivitas Ilegal Lewat Langit: 27 Jurnalis Batam Ditempa Investigasi Berbasis Satelit
Artikel 2 jam lalu 93 disimak
Polresta Barelang Sita 267 Motor Knalpot Brong di Titik Rawan Balap Liar
Artikel 12 jam lalu 101 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 7 hari lalu 509 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 4 hari lalu 448 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 6 hari lalu 415 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 5 hari lalu 348 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 5 hari lalu 320 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?