Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
    5 jam lalu
    Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
    6 jam lalu
    Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
    6 jam lalu
    Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
    6 jam lalu
    Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    1 hari lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    1 hari lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    2 hari lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    6 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    1 minggu lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    1 minggu lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Resesi Global 2023 | Apa Kata HKI dan Apindo?

Editor Admin 4 tahun lalu 947 disimak

RESESI global 2023 menjadi tantangan baru bagi komunitas perekonomian dunia yang mau tidak mau harus dilewati. Sebagai bagian dari rantai pasok global, Batam juga diperkirakan akan mengalami dampak dari resesi.

Tapi di tengah ketidakpastian akibat isu tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan Batam masih memiliki peluang untuk bertahan, bahkan dapat juga mengambil keuntungan.

Ketua Bidang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas HKI, Tjaw Hioeng mengatakan Batam dapat mengambil kesempatan dari tensi perang dagang yang masih berlanjut antara Amerika dan China.

“Masih ada peluang yang Batam dapat optimalkan, meskipun ancaman resesi memang buat khawatir dunia usaha,” kata Tjaw, Jumat (18/11).

Selain perang dagang, kedua negara adidaya itu juga tengah menjalani perang teknologi, dimana Amerika tengah membatasi ekspor dan impor semikonduktor untuk kebutuhan industri teknologi untuk China.

Bahkan, Amerika juga ingin membatasi ekspor mesin pembuatan chip untuk menghambat perkembangan industri teknologi di China.

Karena hal tersebut, perusahaan teknologi di China akan mencari tempat relokasi baru. Sehingga potensi Batam sangat besar untuk mendapatkan keuntungan dari persoalan tersebut.

Meskipun begitu, tentu saja negara lain di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia mengincar kesempatan yang sama dengan Batam.

“Pemerintah harus memastikan Batam itu kompetitif, caranya yakni dengan mempermudah proses perizinan, memberikan insentif fiskal dan non fiskal, dan fasilitas menarik lainnya,” jelasnya.

Cara tersebut pasti juga ditiru negara-negara pesaing, sehingga akan lebih baik jika pemerintah menambah fasilitas yang sudah ada, dan tentu saja harus lebih menarik.

Tjaw kemudian membeberkan bahwa saat ini sejumlah perusahaan Tiongkok tengah melirik Batam, sebabnya karena produk manufaktur Batam yang mudah masuk Amerika. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya impor bahan baku dari China, dan meningkatkan ekspor Batam ke Amerika. Namun, hal tersebut masih butuh realisasi panjang.

Selanjutnya, Tjaw berbicara mengenai perlambatan ekspor Kepri di September 2022. Menurutnya, hal tersebut merupakan sinyal resesi sebagai dampak menurunnya permintaan global terhadap Batam. Industri di Batam berkontribusi seebsar 76,6 persen dari total ekspor Kepri.

Untuk menjaga kestabilan ekspor Batam di tengah resesi, agar tidak terganggu dengan kondisi global nanti, salah satu caranya yakni memperkuat fasilitas Inland Free Trade Area (FTA), yang regulasinya terdapat dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 13/2015 tentang Kebijakan Fasilitas Perdagangan Bebas di Dalam Negeri.

Untuk saat ini, Inland FTA belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri di Batam. Sebabnya, karena kewajiban untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalan Negeri (TKDN) sebesar 40 persen dari sektor penerima fasilitas tersebut, masih sulit untuk diimplementasikan.

Sejumlah produk industri Batam yang tak memenuhi syarat, harus dikenakan bea masuk sebesar 10 persen, tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen dan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Dengan begitu, maka produk Batam tidak akan mampu bersaing dengan produk yang dari negara lain.

“Jangan sampai produk yang sama diproduksi di Batam, tapi kalah saing dari sisi taxnya dengan produk yang disupply dari negara tetangga kita. Masih ada waktu untuk merivisi aturan inland FTA ini,” jelasnya.

Kembangkan Industri Semikonduktor

Sementara itu Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengatakan isu resesi membuat khawatir dunia usaha di Batam. Pasalnya, baik itu Singapura, Amerika dan China yang merupakan mitra utama dagang Batam juga terancam resesi, sehingga sangat mungkin menyebabkan terjadi penurunan permintaan produk industri manufaktur di Batam.

Sebagai langkah awal, Batam harus bisa memperluas jangkauan ekspornya dengan mengembangkan industri semikonduktor. Saat ini, krisis chip masih terjadi di seluruh dunia sehingga kehadiran industri model tersebut akan membuat Batam memiliki negara baru sebagai mitra dagang.

Peluang lainnya yang bisa dimanfaatkan yakni industri yang berbasis energi terbarukan, seperti produsen mobil listrik. Indonesia saat ini memang tengah mendorong penggunaan mobil listrik dimulai dari sektor pemerintahan, untuk menyongsong penggunaan energi terbarukan di segala lini.

“Saat ini sudah ada beberapa investor yang masuk mengembangkan industri energi baru dan terbarukan. Ini akan lebih lengkap jika Batam bisa menghadirkan pabrik mobil listrik,” paparnya.

Berbicara mengenai langkah antisipasi menghadapi resesi, Rafki melihat dunia usaha di Batam sudah bersiap dengan sejumlah solusi, mulai dari menahan diri tidak menambah bahan baku ataupun merekrut tenaga kerja, sembari melihat perkembangan kondisi ekonomi global.

“Ini tentunya akan membuat melambatnya permintaan terhadap tenaga kerja di Batam. Kita berharap jangan sampai terjadi PHK tentunya,” katanya.

Namun Apindo berharap penurunan permintaan global tidak begitu drastis. Sehingga pelaku usaha di Batam dapat tetap mengekspor produknya ke berbagai negara yang menjadi mitra Batam.

Rafki juga berharap pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan apabila memang nanti terjadi resesi global yang mengancam keberlangsungan usaha di Batam.

“Mungkin beberapa insentif dalam bentuk keringanan pajak dan restrukturisasi kredit bisa diberikan kepada perusahaan perusahaan di Batam,” ujarnya.

Apindo berharap BP Batam terus bekerja membenahi infrastruktur investasi terutama pelabuhan dan berusaha untuk mengisi lahan kosong di Batam dengan investor baru. Apindo akan terus bekerja sama dan memberikan masukan yang konstruktif kepada BP Batam agar Batam bisa lebih maju lagi bersaing dengan kawasan ekonomi khusus lain di negara-negara di kawasan ASEAN (leo).

Kaitan Apindo Batam, hki, Industri Batam, industri semikonduktor, investasi batam, khas, kota, perizinan batam, resesi global 2023
Admin 18 November 2022 18 November 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Cegah Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Kadinkes Bintan Dorong Warga Pakai Masker
Artikel Selanjutnya Tingkat Pengangguran Terbuka di Kepri Turun, Gubernur: Ini Tren Positif

APA YANG BARU?

Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
Artikel 5 jam lalu 106 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 6 jam lalu 331 disimak
Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
Artikel 6 jam lalu 199 disimak
Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
Artikel 6 jam lalu 308 disimak
Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
Artikel 19 jam lalu 236 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 6 hari lalu 767 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 6 hari lalu 631 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 6 hari lalu 587 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 5 hari lalu 513 disimak
Kapolri Baru Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolda Kepri Diangkat Jadi Kabareskrim
Artikel 3 hari lalu 489 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?