BERTAHUN setelahnya, saya baru tahu; ‘rush’ pembelian produk baru begini, bisa jadi tidak natural sama sekali?! Tapi, dikonsep dan dirancang matang; dikemas seperti natural, melibatkan media-media mainstream serta orang-orang yg kini dikenal sebagai para ‘bajer’. Telat, tahu ya?Â
Oleh: Bintoro Suryo
TUJUANNYA menarik calon konsumen asli di acara peluncuran produk; menyasar mereka yg gampang termakan promo. Mereka yg rela berdesakan dan antri panjang di antara bajer yg nyaru jadi calon pembeli. Mereka yg gampang di-trigger demi mendapat produk baru karena ego dan gengsi.
Foto atau video peluncuran produknya kemudian direpublish oleh media-media mainstream; utk menimbulkan efek bola salju. Menambah guliran promo jadi makin luas dan viral.
Zaman sekarang, konsepnya meluas. Cara ‘natural’ utk promo dan meningkatkan branding tak hanya utk produk komersil. Tapi menyasar ke banyak bidang lain. Termasuk politik dan pencitraan tokoh.
Para ‘bajer’ yg dulu cuma salah satu objek pemeran dalam skenario promo, berubah jadi makin penting. Mereka sekaligus mata rantai distribusi informasi dan kontennya. Mulai menyalip dan mengambil peran media mainstream yg kini banyak mati suri.
Zaman memang terus bergulir. Tapi informasi-informasi ‘menyaru’ seakan natural; utk ‘menyulap’ persepsi publik terus ada. Cuma berubah wajah, orang dan pemerannya saja. Sasarannya tetap sama; publik yg polos seperti saya, hehe.
(*)
Video credit: © AP on YouTube
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini diterbitkan sebelumnya di: bintorosuryo.com


