Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Tekan Pengangguran, Gelontorkan Dana Rp 11,3 Miliar

iqbal fadillah

Terbit

|

PEMERINTAH Kabupaten Bandung optimis bisa terus menekan jumlah pengangguran. Sekarang penyerapan tenaga kerja di sejumlah proyek dalam negeri dan luar negeri terus bergulir di sana.

“Tercatat angka pengangguran 2012 sebesar 11,61 persen kemudian pada 2013 turun jadi 10,12 persen. Penurunan kembali terjadi pada 2014 sebesar 8,48 persen dan terakhir 2015 jadi 4,03 persen,” ucap Bupati Bandung Dadang Naser dikutip dari laman Jabarprov.go.id.

Namun menurut dia yang menjadi masalah lain adalah jumlah angkatan kerja setiap tahun terus bertambah, hingga mencapai 1,7 juta orang. Dari data yang ada tingkat pengangguran masa kerja 2012 berkisar 65,92 persen, mengalami penurunan pada 2013 menjadi 65,13 persen. Lalu, pada 2014 naik jadi 66,16 persen.

Penambahan angka tersebut, menurut Dadang jadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Bandung yang selama ini dikenal sebagai daerah industri dan pertanian.

Guna mengurai persoalan tersebut Dadang Naser mengambil kebijakan strategis di bidang ketenagakerjaan, misalnya penyelenggaraan bursa tenaga kerja atau job fair, pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja), Pendidikan dan Pelatihan keterampilan bagi pencari kerja untuk 3.120 orang.

Lalu, kejasama pendidikan dan latiham dengan metoda 3 in 1, yaitu pelatihan, pemagangan, penempatan untuk 1.900 orang, pelatihan berbasis kewirausahaan melalui bimbingan teknis teknologi tepat guna untuk 1.125 orang disamping kegiatan start and improve your business bagi 600 orang.

BACA JUGA :  “Balada Pencatat Kitab”, Catatan Dari Warung Mbah Tjokro

Untuk mengimplementasikan program tersebut, Pemkab Bandung tidak tanggung-tanggung mengeluarkan dana senilai Rp11,3 miliar. Uangnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 hingga 2015.

“Kami sengaja membekali mereka dengan berbagai pelatihan keterampilan, agar mereka bisa bersaing dipasaran dunia kerja, karena tanpa keterampilan sekarang ini sulit memperoleh pekerjaan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan, pada 2015 jumlah angkatan kerja ada 1.782.302 orang, sementara jumlah orang yang tidak bekerja sebanyak 123.783 orang.

Terjadinya penurunan angka pengangguran, didorong pula oleh semakin banyaknya penanaman modal asing (PMA) dan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) ke Kabupaten Bandung. Upaya itu dianggap mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Pada 2015 jumlah investasi tercatat Rp9,4 triliun yang menyerap tenaga kerja sebanyak 66.869 orang. Penyerapan tenaga kerja terjadi pada proyek skala besar sebanyak 55.005 orang, skala menengah sekitar 5.081 orang dan skala kecil 5.783 orang. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook