Terhubung Dengan Kami

Histori

Tentang Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Maqam Ibrahim, foto : ist.

UMAT Islam yang telah menunaikan umrah atau ibadah haji, pasti pernah berpapasan atau melihat Maqam Ibrahim. Sebuah bangunan yang sepintas mirip seperti sangkar dan letaknya cukup dekat dengan Ka’bah.

Di dalamnya, terdapat sepasang pijakan kaki Nabi Ibrahim di atas sebuah batu sewaktu dirinya mendirikan Ka’bah bersama anaknya Nabi Ismail.

Awalnya, banyak orang menduga bahwa Maqam Ibrahim merupakan kuburan Nabi Ibrahim. Hal itu karena pengunaan kata maqam dalam penamaannya. Dugaan tersebut tentu saja keliru.

Dari sudut bahasa, kata maqam dalam Maqam Ibrahim berasal dari kata al-maqam. Artinya, tempat kaki berpijak.

Adapun yang dipijak Nabi Ibrahim adalah sebuah batu surga pemberian Allah SWT guna memudahkannya membangun Ka’bah.

Maqam Ibrahim merupakan saksi bisu perjuangan Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah.

Al-Azraqy meriwayatkan dari Ibnu Juraij, bahwa Ali bin Abi Thalib berkata, “Ibrahim AS melangkah diiringi malaikat, awan, dan burung. Mereka adalah petunjuk jalan, hingga Ibrahim AS menempati Baitul Haram, sebagaimana laba-laba menempati rumahnya.

Dia melakukan penggalian dan memunculkan fondasi dasarnya sebesar punggung unta. Batu itu hanya dapat digerakkan oleh tiga puluh orang laki-laki.”

Kemudian, Allah SWT berfirman kepada Nabi Ibrahim. Isi firman tersebut tak lain adalah agar Nabi Ibrahim mendirikan sebuah rumah untuk-Nya. Namun, Nabi Ibrahim belum mengetahui di mana letak tepatnya Allah SWT menginginkan bangunan tersebut didirikan.

Nabi Ibrahim lantas bertanya kepada Allah SWT di mana dia harus membangun rumah itu untuk-Nya. Allah SWT pun berfirman dan menunjukan tempatnya kepada Nabi Ibrahim.

Setelah mengetahui tempatnya, Nabi Ibrahim mendatangi anaknya, Nabi Ismail, dengan maksud meminta bantuannya. Ketika keduanya telah bertemu, Nabi Ibrahim pun menceritakan kepada anaknya bahwa dia diperintahkan Allah SWT untuk membangunkan rumah untuk-Nya.

Nabi Ismail kemudian berkata kepada Nabi Ibrahim agar perintah tersebut sebaiknya segera dilaksanakan. Nabi Ismail pun dengan sukarela membantu ayahnya untuk menunaikan perintah Allah SWT tersebut.

Ibnu Abbas pernah berkata, pada saat itu, Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim mulai mendirikan fondasi Baitullah. Nabi Ismail mengangkut batu, sementara ayahnya yang menyusun dan merekatkannya satu per satu.

Setelah susunan batu-batu tersebut cukup tinggi, Nabi Ismail kemudian membawakan lagi sebuah batu untuk pijakan kaki ayahnya. Batu tersebut diyakni sebagai Maqam Ibrahim.

Setelah berhari-hari bekerja mengangkut dan menyusun batu, bangunan yang mereka dirikan pun semakin tinggi. Kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta dan lebar 20 hasta. Bangunan awal masih belum diberi atap. Hanya empat tembok persegi dengan dua pintu.

Celah di salah satu sisi bangunan tersebut kemudian disematkan batu hitam besar yang dikenal dengan Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di Bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.

Ketika selesai dibangun, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula lahirnya perintah ibadah haji. Ibadah akbar umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana telah diterangkan dalam Alquran, “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (QS al-Hajj: 26).

Kendati telah ribuan tahun berlalu, kondisi Maqam Ibrahim, yang menjadi saksi bisu dibangunnya Ka’bah, masih senantiasa terjaga.

Selain Hajar Aswad, Maqam Ibrahim dipercaya merupakan batu lainnya yang sangat dilindungi Allah SWT.

(*)

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Budaya6 hari lalu

“MERAWAT GASING MELAYU” | GALERI

GASING merupakan permainan tradisi yang kerap ditemui di masyarakat Melayu pada zaman dahulu. Sekarang, sudah tidak banyak lagi yang memainkannya....

Pop & Roll6 hari lalu

Sudah Jelas, Jenis Kelamin Lucinta Luna Adalah Wanita

JAJARAN Polres Metro Jakarta Barat telah menerima salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ihwal perubahan jenis kelamin Lucinta Luna. Surat tersebut...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Berhati-Hati, Ada Malware Yang Disuntikkan di Konten Informasi Tentang Virus Corona

VIRUS corona disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk memasukkan malware ke perangkat mobile. Pakar informasi dan teknologi (IT) mengungkapkan celah masuknya malware ke...

Makan Enak2 minggu lalu

Nyicip Lendot Khas Karimun

LENDOT adalah makanan khas masyarakat Melayu. Khususnya bagi warga yang tinggal di kabupaten Karimun. Makanan yang terbuat dari sagu dengan...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

4 Vendor China Bergabung Bikin Pesaing Google PlayStore

EMPAT vendor ponsel asal China, Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan sebuah platform toko aplikasi smartphone Android pesaing...

Makan Enak2 minggu lalu

Harris Resort Barelang Batam Hadirkan Menu Baru di 2020

JUICE Bar, HARRIS Café, 20 Feet Snack & Bar, Rocksalt Beach Club dan Ti Punch Bar HARRIS Resort Barelang Batam,...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Proses Pemulangan WNI Dari Wuhan | KILAS BALIK

DALAM beberapa hari ini, proses pemulangan 238 WNI asal Wuhan, China begitu menyita perhatian publik. Banyak yang mendukung langkah pemerintah...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Virus Corona Tidak Ditularkan Dari Benda Mati

VIRUS Corona tidak menular melalui barang maupun pakaian. Terkait keresahan masyarakat apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV) dapat menular melalui barang paketan,...

Pop & Roll3 minggu lalu

Ronaldo Jadi Yang Pertama Dengan 200 Juta Followers di IG

BINTANG sepak bola Cristiano Ronaldo merayakan raihan  200 juta pengikut di Instagram. Ronaldo pun memposting keberhasilan ini melalui sebuah postingan....

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Menampilkan Galaksi Bimasakti di Ponsel Pakai Google Earth

MESKIPUN tidak bisa menikmati keindahan luar angkasa, kita bisa melihat alam semesta di smartphone lewat bantuan Google Earth. Sayangnya, selama...