Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Belasan Ribu Hewan Kurban Telah Diperiksa Kesehatanya oleh DKPP Batam
    13 jam lalu
    Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemko Batam Matangkan Persiapan Perayaan
    24 jam lalu
    Pemko Batam Jalin Kerjasama dengan BRK Syariah
    1 hari lalu
    Waka BP Batam Lantik 27 Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya
    1 hari lalu
    Polsek Bengkong Amankan 2 Remaja Pelaku Pencurian Motor
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    1 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    2 hari lalu
    100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Buku Ajar Lokal
    2 hari lalu
    Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    4 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Tentang si Penulis Cerita Little House

Editor Admin 7 tahun lalu 4.6k disimak

LAURA Elizabeth Ingalls Wilder (7 Februari 1867 – 10 Februari 1957) adalah seorang penulis Amerika yang dikenal dengan karyanya, Little House.

Serangkaian buku anak-anak yang dirilis dari tahun 1932 hingga tahun 1943 yang didasarkan pada pengalaman masa kecilnya di sebuah keluarga pemukim dan pionir Amerika Serikat.

Selama tahun 1970-an dan awal 1980-an, serial televisi Little House on the Prairie adalah adaptasi yang didasarkan pada seri Little House.

Film seri yang populer itu dibintangi Melissa Gilbert sebagai Laura Ingalls, dan Michael Landon sebagai ayahnya, Charles Ingalls.

Laura Ingalls lahir pada 7 Februari 1867, 7 km sebelah utara desa Pepin di wilayah Big Woods, Wisconsin, dari pasangan Charles Phillip Ingalls dan Caroline Lake (née Quiner).

Foto Laura Ingall (1885) : © ist.

Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara setelah Maria Amelia (Mary). Tiga adik-adiknya adalah Caroline Celestia (Carry), Charles Frederick (meninggal semasa bayi), dan Grace Pearl.

Rumah tempat kelahiran Laura diperingati dalam bentuk replika pondok kayu, bernama Little House Wayside (Rumah Kecil Tepi Jalan). Kehidupannya di sana menjadi dasar cerita pada buku pertamanya, Little House in the Big Woods (1932).

Laura menikah dengan Almanzo “Manly” Wilder pada tanggal 25 Agustus 1885 ketika berusia 18 tahun dan Manly 28 tahun. Pada tanggal 5 Desember 1886, ia melahirkan putri satu-satunya, Rose Wilder.

Karier Menulis

MASA Depresi Besar, ditambah dengan kematian ibunya pada tahun 1924 dan kakaknya pada tahun 1928, tampaknya telah mendorong Laura untuk melestarikan kenangannya dalam sebuah kisah hidup yang disebut Pioneer Girl.

Ia juga berharap bahwa tulisannya akan menghasilkan beberapa tambahan pendapatan.

Judul pertama dari bukunya adalah When Grandma was a Little Girl. Atas saran penerbitnya, Laura memperluas ceritanya.

Harper & Brothers menerbitkan buku Laura pada tahun 1932, Little House in the Big Woods. Setelah sukses, Laura terus menulis seri-seri buku Little House selanjutnya.

Kehidupan dan Kematian

KELUARGA Wilder hidup secara mandiri dan tanpa kekhawatiran keuangan sampai kematian suami Laura pada usia 92 (1949).

Laura tetap tinggal di tanah pertanian tersebut sendirian selama delapan tahun ke depan. Dia terus aktif berkorespondensi dengan editor, penggemar, dan teman-teman selama bertahun-tahun.

Deskripsi Little House sesuai buku cerita karangan Laura Ingall

Di musim gugur tahun 1956, Laura sakit parah karena diabetes dan masalah jantung. Dia dibawa ke rumah sakit oleh putrinya yang baru tiba ke rumahnya untuk acara Thanksgiving.

Laura kembali ke rumah sehari setelah Natal. Namun, kesehatannya menurun setelah keluar dari rumah sakit, dan akhirnya ia meninggal dalam tidurnya, di rumahnya, pada 10 Februari 1957, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-90.

Laura dimakamkan di samping suaminya di Pemakaman Mansfield, Missouri. Putri mereka, Rose Wilder Lane, dimakamkan di samping mereka setelah kematiannya pada tahun 1968.

Medali Laura Ingalls Wilder

SEJAK tahun 1954, Asosiasi Layanan Perpustakaan untuk Anak-anak (ALSC), salah satu dari divisi American Library Association, memberikan anugerah kepada para penulis atau ilustrator buku anak-anak di Amerika Serikat yang telah selama beberapa tahun berkontribusi secara substansial dan abadi pada literatur anak-anak.

Hadiah berupa medali tersebut dinamai berdasarkan nama pemenang pertamanya, Laura Ingalls Wilder.

Namun kemudian, lembaga itu menerima berbagai keluhan bahwa Laura Ingalls Wilder memiliki pandangan anti penduduk asli Amerika dan anti kulit hitam seperti tampak dalam karya-karyanya.

ALSC pun akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan nama Laura Ingalls Wilder sebagai nama penghargaan bacaan anak-anak yang mereka berikan setiap tahun itu. Sejak Juni 2018, penghargaan tersebut berganti nama dari Laura Ingalls Wilder Award, menjadi Children’s Literature Legacy Award.

Pihak ALSC mengatakan bahwa novel karya Wilder dan “ungkapan perilaku stereotip” Wilder tidak sejalan dengan nilai dasar ALSC.

Novel anak-anak karya Wilder yang berkisah tentang kehidupan para penjelajah di Amerika Barat banyak mendapat kecaman karena menggunakan bahasa yang tidak memanusiakan penduduk asli dan orang kulit berwarna.

Misalnya, pada salah satu bagian pembukaan buku Little House, penggambarannya terhadap sebuah wilayah ditulisnya dengan menyebut, “tanah yang tidak ada orang di sana. Hanya ada para Indian.”

Sebenarnya pada tahun 1953, penerbit Harper telah mengganti kata “people (orang)” dengan “settlers (pemukim)”, menjadi “Tanah yang tak ada pemukim di sana.”

Namun novel tersebut tetap disorot karena jalan cerita yang mengandung stereotip rasis dan pandangan rasis orang kulit putih pada era Wilder.

Sementara itu, sejumlah penggemar berpendapat bahwa novel tersebut mengandung suatu pandangan sejarah yang penting yang seharusnya dijadikan materi pembelajaran untuk anak-anak.

Sampul buku cerita Little House on The Prairie

Sebuah surat dari dewan pengurus ALSC menyorot tentang ‘kerumitan’ kasus ini’ dan ‘emosi sekitar masalah ini.’

“Kami mengakui bahwa buku karya Wilder tidak hanya memiliki tempat yang penting dalam sejarah bacaan anak, dan terus dibaca hingga saat ini,” tulis dewan pengurus.

Namun, lanjutnya, “Kami juga sadar bahwa buku-buku itu membekaskan luka begitu mendalam bagi banyak pembacanya.”

 

Berbagai sumber

 

Kaitan artikel, laura ingall, Little house on a praire, sejarah, top
Admin 24 November 2018 24 November 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tips Terhindar dari Produk Kosmetik Palsu
Artikel Selanjutnya Bunuh Diri Massal Pers Indonesia

APA YANG BARU?

Belasan Ribu Hewan Kurban Telah Diperiksa Kesehatanya oleh DKPP Batam
Artikel 13 jam lalu 24 disimak
Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemko Batam Matangkan Persiapan Perayaan
Artikel 24 jam lalu 133 disimak
Pemko Batam Jalin Kerjasama dengan BRK Syariah
Artikel 1 hari lalu 148 disimak
Waka BP Batam Lantik 27 Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya
Artikel 1 hari lalu 264 disimak
Polsek Bengkong Amankan 2 Remaja Pelaku Pencurian Motor
Artikel 1 hari lalu 275 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 4 hari lalu 637 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 4 hari lalu 569 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 4 hari lalu 555 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 4 hari lalu 530 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 4 hari lalu 512 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?