Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Ultimatum Manajemen Hotel Royal Bintan Heritage
    1 hari lalu
    KPK Soroti Potensi Kerentanan Tata Kelola di KEK Galang Batang Bintan
    2 hari lalu
    Polres Bintan Periksa 37 Orang Saksi, Dugaan Pencurian Besi 49 Ton di Bintan Alumina
    2 hari lalu
    BP Batam Segera Bangun Dua Jaringan Pipa Distribusi
    2 hari lalu
    Perkuat Sinergi Lintas Pemerintah, Menkum RI Kunker di Kota Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    2 hari lalu
    Pemko Batam Rencanakan Bangun Zona Selamat Sekolah di SD Negeri 001 Batam Kota
    3 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    6 hari lalu
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    2 minggu lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

7 Negara Yang Sudah Memulai Pemberian Vaksin Covid-19

Editor Admin 5 tahun lalu 786 disimak

KETIKA pandemi Covid-19 terus melanda bersamaan dengan musim dingin di belahan utara dunia, semakin banyak negara memberikan lampu hijau vaksin Covid-19 untuk vaksinasi massal di negara masing-masing.

Daftar Isi
InggrisBahrainAmerika SerikatKanadaArab SaudiRusiaChina

Dari sejumlah vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, vaksin kolaborasi antara perusahaan Amerika Serikat, Pfizer dan perusahaan Jerman, BioNTech mencatat sejarah pada tanggal 18 Desember sebagai vaksin pertama yang merilis data hasil uji coba tahap akhir skala penuh.

Vaksin tersebut diklaim dapat menawarkan kemanjuran hingga 95% terhadap Covid-19.

Menyusul lampu hijau untuk Pfizer-BioNTech, Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin buatan Moderna, menjadikannya sebagai vaksin kedua yang mendapat persetujuan.

Moderna dinyatakan dapat mencegah Covid-19 hingga 94%.

Negara-negara mana saja yang telah memulai program vaksinasi virus corona dan vaksin apa saja yang digunakan?

Inggris

Pada tanggal 2 Desember, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat.

Pemerintah Inggris memesan 40 juta dosis vaksin, diperkirakan cukup untuk 20 juta orang mengingat setiap orang memerlukan dua dosis.

Enam hari kemudian, Inggris meluncurkan program vaksinasi massal. Orang pertama yang beruntung mendapat vaksin itu adalah Margaret Keenan, seorang nenek berusia 90 tahun.

Urutan warga Inggris yang mendapatkan vaksin ditetapkan pada kerentanan seseorang terpapar virus. Oleh karena itu, prioriitas pertama adalah lansia dan para pekerja di panti jompo, disusul warga di atas 80 tahun dan petugas kesehatan serta perawatan sosial.

Hingga Senin (21/12), menurut Perdana Menteri Boris Johnson, lebih dari 500.000 orang telah diberi dosis pertama dengan interval 21 hari sebelum dosis kedua.

Inggris menunggu hasil uji tahap akhir vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca untuk pengadaan lebih lanjut.

Bahrain

Menyusul langkah Inggris, Bahrain pada tanggal 4 Desember tercatat sebagai negara kedua di dunia yang memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech.

Program vaksinasi nasional segera dimulai dan pada Rabu (16/12) Raja Hamad bin Isa Al Khalifa diberi vaksin Covid-19.

Bahrain selanjutnya menyetujui penggunaan vaksin produksi China Sinopharm. Negara itu mencatat 89.600 kasus dengan 349 kematian.

Amerika Serikat

Semula Amerika Serikat (AS) sempat menyalahkan Inggris karena dianggap terlalu terburu-buru menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech, tetapi negara itu melalui Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) turut memberikan lampu hijau untuk vaksin yang sama pada tanggal 11 Desember.

Program vaksinasi ini dimulai pada Senin (14/12) dan di antara mereka yang masuk penerima gelombang pertama adalah Sandra Lindsay, seorang perawat di New York.

“Saya merasa penyembuhan akhirnya tiba,” ungkapnya.

Selain Pfizer-BioNTech, FDA juga memasukkan Moderna ke dalam daftar vaksin yang digunakan di negara itu. Vaksin buatan dalam negeri AS tersebut memerlukan interval 28 hari dari dosis pertama ke dosis kedua.

AS adalah negara pertama di dunia yang paling banyak mengalami kasus, 18,1 juta hingga Selasa (22/12). Jumlah korban meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 juga tercatat paling tinggi, 320.000 orang.

Kanada

Kanada mengeluarkan izin penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech pada tanggal 9 Desember dan beberapa hari kemudian langsung memulai vaksinasi massal.

Menurut penghitungan yang dilakukan kantor berita Reuters, Kanada memesan vaksin paling banyak di dunia jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Sejauh ini negara itu telah memesan 414 juta dosis untuk 38 juta penduduknya.

Pemesanan dalam jumlah besar itu tak urung menimbulkan kritik dari sejumlah kalangan yang berpendapat jumlah dosis yang dipesan Kanada cukup untuk memvaksin lima kali total penduduknya. Langkah itu menyebabkan negara-negara miskin kehilangan peluang mendapatkannya.

Perdana Menteri Justin Trudeau sampai merasa perlu memberikan klarifikasi. Menurutnya, pemerintah Kanada kurang sigap membeli alat pelindung diri di awal pandemi dan pelajaran itu ia terapkan untuk pengadaan vaksin.

“Ada banyak hal yang menjadi pelajaran, tetapi salah satu pelajaran yang kami petik dari kekacauan alat pelindung diri adalah menyediakan vaksin sejak awal,” ungkapnya.

Arab Saudi

Sama dengan negara tetangga Bahrain, Arab Saudi telah meluncurkan program vaksinasi massal.

Menteri Kesehatan Tawfiq Rabiah merupakan salah satu dari warga yang mendapat suntikan vaksin Pfizer-BioNTech.

“Selama sembilan bulan terakhir, dengan cemas saya memantau jumlah kasus yang tercatat,” katanya sesudah mendapat suntikan dosis pertama pada Kamis (17/12).

“Sekarang, dengan gembira saya akan memantau mereka yang mendapat vaksin.”

Sejak awal pandemi, terdapat lebih dari 360.300 kasus terkonfirmasi di Arab Saudi, dan jumlah kematian mencapai 6.080.

Rusia

Meskipun Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang digunakan secara massal setelah lulus uji fase ketiga secara penuh, Rusia sejatinya telah memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada rakyatnya dengan vaksin buatan dalam negeri yang masih dalam uji tahap akhir.

Pemerintah Rusia mengumumkan vaksin Sputnik V yang dikembangkan lembaga penelitian nasional Gamaleya dan diklaim mempunyai kemanjuran 91,4%.

Walaupun sudah didaftarkan sejak Agustus lalu, penggunaan Sputnik V skala besar baru dimulai pada tanggal 4 Desember.

Vaksinasi massal di Rusia itu diperintahkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin dalam hitungan jam sesudah Pfizer-BioNTech disetujui penggunaannya oleh Inggris.

Gelombang pertama yang mendapat vaksin di antaranya adalah dokter, guru dan pekerja sosial serta kelompok-kelompok rentan lainnya.

China

Sejauh ini China mempunyai lima kandidat vaksin dari empat produsen dalam uji klinis fase ketiga, termasuk Sinopharm dan Sinovac Biotech.

Walaupun belum ada yang disetujui untuk penggunaan komersial di China, vaksin-vaksin tersebut telah diberikan dalam bentuk “pra-uji” di China yang jumlah kasusnya rendah.

Pada pertengahan Desember, sebagaimana dilaporkan media, pihak berwenang mengumumkan rencana untuk menvaksinasi sekitar 50 juta warga sebelum tanggal 15 Januari untuk dosis pertama dan sebelum tanggal 5 Februari untuk dosis kedua.

Vaksin-vaksin tersebut juga diujicobakan tahap akhir di 15 negara di luar China, termasuk Indonesia, Turki, Brasil dan Turki.

Para tenaga kesehatan di Indonesia mengaku khawatir menjadi yang pertama mendapat vaksin Covid-19, karena belum ada informasi terkait dengan keamanan.

Dua negara Arab, Uni Emirat Arab dan Bahrain, menjadi negara-negara pertama yang menyetujui vaksin Sinopharm.

Uni Emirat Arab menempuh langkah itu sesudah melakukan uii coba tahap akhir terhadap 31.000 orang dengan tingkat efikasi 86%.

(*)

Sumber : BBC Indonesia

Kaitan khas, top, Vaksin covid-19
Admin 22 Desember 2020 22 Desember 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Bandara Hang Nadim Siapkan Pelayanan Pemeriksaan Rapid Antigen
Artikel Selanjutnya Aneka Paket Promo Menarik Akhir Tahun di Harris Resort Waterfront Batam

APA YANG BARU?

Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Ultimatum Manajemen Hotel Royal Bintan Heritage
Artikel 1 hari lalu 192 disimak
KPK Soroti Potensi Kerentanan Tata Kelola di KEK Galang Batang Bintan
Artikel 2 hari lalu 178 disimak
Polres Bintan Periksa 37 Orang Saksi, Dugaan Pencurian Besi 49 Ton di Bintan Alumina
Artikel 2 hari lalu 166 disimak
BP Batam Segera Bangun Dua Jaringan Pipa Distribusi
Artikel 2 hari lalu 240 disimak
Perkuat Sinergi Lintas Pemerintah, Menkum RI Kunker di Kota Batam
Artikel 2 hari lalu 226 disimak

POPULER PEKAN INI

Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 6 hari lalu 364 disimak
Modus Bukti Transfer Fiktif, Pelaku Ditangkap Sebelum Kabur
Artikel 6 hari lalu 341 disimak
Dihadiri Ribuan Warga, Walikota Batam Buka MTQH XXXIV
Artikel 6 hari lalu 311 disimak
Mulai Efektif Berjalan, Ratusan Permohonan Perizinan Telah Diterbitkan BP Batam
Artikel 6 hari lalu 281 disimak
Kapolda Kepri Pastikan Proses Hukum Kematian Bripda Natanael Dijalankan Secara Transparan
Artikel 2 hari lalu 281 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?