DI wilayah Kepulauan Riau (Kepri), kancil bukan cuma sekadar cerita dongeng, tapi memang satwa asli yang mendiami pulau-pulau di sini. Menariknya, karena Kepri terdiri dari ribuan pulau yang terisolasi, wilayah ini menjadi rumah bagi subspesies kancil yang sangat unik dan spesifik.
Secara garis besar, ada dua spesies utama keluarga Tragulidae yang hidup di Kepri. Hebatnya, para ilmuwan membaginya lagi menjadi beberapa subspesies endemik (hanya ada di pulau tersebut):
1. Pelanduk Kancil (Tragulus kanchil)

Ini adalah jenis kancil bertubuh paling kecil (sering disebut Lesser mouse-deer). Di Kepri, mereka mengalami spesiasi (evolusi unik) karena terisolasi di pulau-pulau kecil, sehingga memunculkan subspesies khusus:
- Tragulus kanchil rubeus: Spesifik hanya ditemukan di Pulau Bintan.
- Tragulus kanchil subrufus: Subspesies yang mendiami Pulau Singkep (Kepulauan Lingga).
- Tragulus kanchil anambensis & siantanicus: Ditemukan di Kepulauan Anambas (Pulau Mata dan Siantan).
- Tragulus kanchil everetti: Endemik di Pulau Bunguran, Kepulauan Natuna.
2. Pelanduk Napu (Tragulus napu)

Napu (atau Greater mouse-deer) memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan kekar dibanding pelanduk kancil biasa. Bobotnya bisa mencapai 4–6 kg.
- Tragulus napu rufulus: Ini adalah subspesies napu khas yang tersebar luas di pulau-pulau utama Kepri, mulai dari Batam, Galang, Setoko, Bulan, Bintan, Lingga, Bakong, hingga Sebangka.
- Tragulus napu bunguranensis: Subspesies napu besar yang mendiami wilayah Natuna.
Habitat Hidup di Kepulauan Riau
KANCIL dan Napu di Kepulauan Riau beradaptasi dengan lingkungan pulau tropis. Karakteristik habitat mereka meliputi:
- Hutan Pesisir dan Mangrove: Berbeda dengan kancil di pedalaman Sumatra yang menyukai hutan daratan tinggi, kancil di Kepri sangat sering ditemukan di hutan bakau (mangrove) sepanjang pesisir pulau dan hutan pantai.
- Hutan Sekunder dan Semak Belukar: Mereka menyukai area vegetasi yang rapat di dekat lantai hutan untuk bersembunyi dari predator. Di beberapa tempat, mereka bahkan sering masuk ke area perkebunan karet atau sawit warga yang berbatasan langsung dengan hutan.
- Ketergantungan pada Air: Mereka biasanya memilih area tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit yang dekat dengan sumber air atau sungai kecil.
Karena ukurannya yang kecil dan dagingnya yang dikenal lezat, kancil dan napu di Kepri menghadapi ancaman serius dari perburuan liar (menggunakan jerat) serta menyusutnya hutan akibat pembangunan infrastruktur dan perkebunan.

Berdasarkan hukum Indonesia, satwa-satwa ini termasuk dalam satwa yang dilindungi.
KOMPILASI data ilmiah mengenai famili Tragulidae (kancil dan napu) yang mendiami wilayah ekosistem Kepulauan Riau (Kepri), merujuk pada taksonomi, perbandingan morfologi, analisis habitat, dan status konservasi berdasarkan studi zoologi dan ekologi pulau (island biogeography).
Kondisi geografis Kepri yang berupa pulau-pulau kecil terfragmentasi memicu terjadinya spesiasi alopatrik (evolusi populasi yang terisolasi secara geografis). Akibatnya, wilayah ini memiliki keanekaragaman subspesies kancil yang sangat tinggi.
| Spesies Utama | Subspesies Endemik Kepri | Lokasi Spesifik (Habitat Pulau) |
| Pelanduk Kancil (Tragulus kanchil) | T. kanchil rubeus T. kanchil subrufus T. kanchil anambensis T. kanchil siantanicus T. kanchil everetti | Pulau Bintan Pulau Singkep (Lingga) Kepulauan Anambas (Mata) Kepulauan Anambas (Siantan) Pulau Bunguran (Natuna) |
| Pelanduk Napu (Tragulus napu) | T. napu rufulus T. napu bunguranensis | Pulau Batam, Galang, Setoko, Bulan, Bintan, Lingga, Bakong, Sebangka Pulau Bunguran (Natuna) |
Perbandingan Morfometri dan Karakteristik Fisik
SECARA ilmiah, Tragulus kanchil (Kancil) dan Tragulus napu (Napu) sering kali tumpang tindih dalam hal wilayah jelajah, namun memiliki profil data fisik yang berbeda signifikan secara anatomi:
| Parameter Fisik | Pelanduk Kancil (T. kanchil) | Pelanduk Napu (T. napu) |
| Bobot Tubuh Dewasa | 1,5 – 2,5 kg | 4,0 – 6,0 kg |
| Panjang Kepala-Badan | 40 – 55 cm | 70 – 75 cm |
| Tinggi Bahu | 20 – 25 cm | 30 – 35 cm |
| Formula Gigi | $\frac{0.1.3.3}{3.1.3.3} \times 2 = 34$ | $\frac{0.1.3.3}{3.1.3.3} \times 2 = 34$ |
| Ciri Khas Garis Leher | Umumnya memiliki 3 garis putih vertikal di bagian tenggorokan. | Memiliki 5 garis putih vertikal yang kontras di bagian leher/tenggorokan. |
| Dimorfisme Seksual | Jantan tidak bertanduk, tetapi memiliki gigi taring atas melengkung yang memanjang keluar dari bibir (terutama saat dewasa). | Sama seperti kancil, namun ukuran taring jantan napu lebih tebal dan kokoh. |
Data Ekologi dan Perilaku di Habitat Kepulauan
STUDI ekologi di pulau-pulau kecil Sumatra dan Kepri menunjukkan pola perilaku adaptif satwa ini terhadap keterbatasan lahan pulau:
- Relung Ekologi (Ecological Niche): Berperan vital sebagai seed disperser (pemencar biji-bijian) di lantai hutan tropis dataran rendah.
- Komposisi Pakan (Diet): Frugivora dan folivora. Komposisi utama makanan meliputi buah-buahan hutan yang jatuh dari kanopi (seperti genus Ficus), tunas muda, dedaunan kaya air, dan sesekali jamur.
- Aktivitas Harian: Bersifat soliter (menyendiri) kecuali pada musim kawin. Aktivitas puncak (diurnal/nocturnal rhythm) terpantau bersifat krepuskular (paling aktif pada fajar dan senja) hingga nokturnal untuk menghindari predator alami (seperti ular sanca dan burung pemangsa besar).
Status Konservasi dan Ancaman Ilmiah
MESKIPUN secara global dalam IUCN Red List kedua spesies utama berada dalam status Least Concern (LC / Risiko Rendah), namun level populasi subspesies lokal di Kepulauan Riau berada dalam ancaman kritis akibat tekanan antropogenik (aktivitas manusia).
- IUCN Red List: Least Concern (Untuk spesies Tragulus kanchil & Tragulus napu secara umum). Namun, subspesies pulau kecil seperti T. n. bunguranensis dinilai kekurangan data (Data Deficient) dan diprediksi mengalami tren penurunan populasi yang tajam.
- Status Hukum (Indonesia): Dilindungi penuh berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
(ham)


