PETUGAS Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang mencatat tren positif dalam menekan tingkat fatalitas kecelakaan jalan raya di Kota Batam. Meski pertumbuhan penduduk dan volume kendaraan memicu kenaikan jumlah insiden secara kuantitas, angka korban meninggal dunia disebut.
Berdasarkan data Analisa dan Evaluasi (Anev) Satlantas Polresta Barelang periode Januari hingga Oktober 2025, tercatat fatalitas korban jiwa menyusut menjadi 30 orang. Angka ini turun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang merenggut 78 korban jiwa, dan tahun 2023 dengan 96 korban jiwa.
Penurunan juga terjadi pada kategori luka berat, yakni dari 181 orang pada 2024 menjadi 137 orang pada 2025. Sebaliknya, grafik kecelakaan secara total berturut-turut dari tahun 2023 hingga Oktober 2025 berada di angka 800, 917, dan 888 kasus, yang berimbas pada naiknya angka luka ringan menjadi 1.085 orang pada tahun ini.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah kasus merupakan konsekuensi logis dari dinamika pertumbuhan kota. Namun, secara kualitas pencegahan, tingkat kerawanan fatalitas berhasil diredam.
“Secara kuantitas angka kecelakaan memang bertambah dari tahun ke tahun karena dipengaruhi meningkatnya jumlah penduduk maupun kendaraan. Namun secara kualitas justru menurun apabila dibandingkan dengan persentase pertumbuhan yang ada,” ujar Kompol Afiditya, kemarin.
Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka kematian di jalan raya ini merupakan buah dari sinergi lintas instansi. Polresta Barelang intensif melakukan edukasi keselamatan, penegakan hukum, serta evaluasi infrastruktur jalan bersama pemerintah daerah.
Melalui momentum ini, Kompol Afiditya kembali mengingatkan masyarakat untuk menjadikan tertib lalu lintas sebagai budaya. Pengendara diimbau memastikan kelayakan kendaraan, kelengkapan surat-surat, serta disiplin menggunakan alat keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman demi keselamatan bersama di jalan raya.
(dha)


