KONDISI udara di Kota Batam diklaim perlahan mulai pulih setelah sempat diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Membaiknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) ini dilaporkan berdampak langsung pada penurunan signifikan jumlah warga yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penurunan lonjakan kasus hingga hampir setengahnya hanya dalam tempo dua hari. Jika pada Senin (14/9) terdapat 446 warga yang melaporkan gangguan pernapasan, angka tersebut merosot tajam menjadi 239 orang pada Rabu (16/9).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam, Melda Sari, mengonfirmasi tren positif tersebut. Menurutnya, tren penurunan kasus berjalan linier dengan membaiknya grafik kualitas udara di wilayah Batam.
“Laporan kami buat per hari. Itu jauh turunnya. Artinya berarti sudah 50 persen penurunannya, karena ISPU-nya juga sudah mulai membaik dari beberapa hari sebelumnya,” sebut Melda Kamis (17/9) sore.
Sebelumnya, nilai ISPU Batam berada di kisaran angka 60-an atau masuk dalam kategori sedang (rentang 51–100). Pada tingkat ini, masyarakat secara umum masih diperbolehkan beraktivitas di luar ruang, tetapi kelompok sensitif disarankan untuk membatasi aktivitas fisik yang berat serta mengenakan masker penutup hidung dan mulut.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Batam bergerak cepat melalui penerbitan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 tentang kesiapsiagaan penanganan kabut asap. Dinkes Batam telah menginstruksikan seluruh jaringan puskesmas untuk gencar memberikan edukasi pencegahan tidak hanya kepada warga, tetapi juga ke sektor perkantoran dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ratusan pasien yang mendatangi faskes rata-rata mengeluhkan gejala ISPA ringan. Oleh karena itu, pemantauan ketat terhadap tren kualitas udara dan laporan medis dari lapangan terus dilakukan.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinkes Batam juga menyiapkan skema pembagian masker gratis secara langsung di area publik.
“Nanti kita akan sampaikan juga kepada Bapak Wali Kota Amsakar Achmad, apakah memang mau dalam bentuk di jalan-jalan bagi masker atau bagaimana. Nanti kita akan laporkan dulu,” pungkas Melda.
(dha)


