PERLUASAN kolam retensi di kawasan Simpang K-Square, Kecamatan Batam Kota, menjadi salah satu langkah yang diambil Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam untuk menambah kapasitas tampungan air. Di area ini, daya tampung air ditingkatkan melalui pembesaran fisik kolam: fasilitas di sekitar Living Plaza diperluas hingga 1,5 kali lipat, sementara kolam di belakang pos polisi lalu lintas diperbesar dua kali lipat.
Air dari area tersebut selanjutnya diarahkan menuju Waduk Duriangkang, didukung dengan pelebaran jembatan di seberang K-Square guna mempermudah aliran. Kepala DBMSDA Batam, Metra Dinata, menyebutkan bahwa dampak dari perubahan fisik kolam retensi tersebut mulai terlihat saat hujan mengguyur pada Selasa (22/9/2026) lalu.
“Puncak intensitas hujan biasanya terjadi pada dua jam pertama. Kemarin hari Selasa hujan cukup intens, tetapi sejak kolam retensi diperluas, air tidak lagi meluap di Simpang K-Square,” sebut Metra pada Jumat (25/9/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari penanganan terhadap 105 lokasi yang terdaftar sebagai titik genangan di Kota Batam. Untuk tahun anggaran 2025, pengerjaan difokuskan pada beberapa kawasan utama.
“Untuk tahun ini ada beberapa lokasi yang kami tangani dengan skala cukup besar, di antaranya Simpang Sei Pancur, Simpang K-Square, kawasan depan Rumah Sakit Graha Hermine, dan Perumahan Sawang Permai. Pekerjaannya terus berjalan dan kami optimistis dapat mengurangi genangan di lokasi tersebut,” jelas Metra.
Selain perluasan kolam retensi, beberapa pengerjaan fisik drainase di wilayah lain mencatatkan progres sebagai berikut:
- Simpang Sei Pancur (Kecamatan Sei Beduk): Pembangunan drainase sepanjang 800 meter dan lebar 16 meter mencapai sekitar 63 persen. Saluran ini dirancang terhubung dengan pekerjaan BP Batam untuk membuang air ke laut.
- Jalan Letjen R Suprapto – RS Graha Hermine (Kecamatan Batu Aji): Pembangunan drainase menuju area Putera Batam dan RS Graha Hermine mencatatkan progres tertinggi, yakni sekitar 95 persen.
- Perumahan Sawang Permai hingga Perumahan Harapan Putra Moro (Kecamatan Batu Aji): Pembangunan drainase di kawasan pemukiman ini telah mencapai sekitar 60 persen.
Metra menambahkan bahwa penanganan yang berjalan saat ini masih terbatas pada lokasi-lokasi yang sudah dialokasikan dalam anggaran tahun 2025. Di luar pembangunan fisik, kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah juga menjadi faktor penentu kelancaran saluran air.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah ke drainase karena dapat menyumbat aliran dan menyebabkan genangan maupun banjir,” pungkasnya.
(ham/ant)


