“Pelajaran ke poelau Galang makan waktoe 6 hari (djarak lebih koerang 950 mil). Pagi hari tanggal 4 Mei, banjak sekali poelau jang tampak dan pada djam 15.45 kapal berhenti di Galang.”
…
“Poelau Rempang, Galang dan Galang Baroe (termasoek dalam kepoelauan Riauw) dipindjamkan oleh Inggeris oentoek didjadikan tempat pengoempoelan Djepang …”
…
“Keadaan tanah di Galang lebih boeroek daripada di Rempang. Air soekar terdapat, soemoer jang digali tidak mengeloearkan air. Ada beberapa solokan jang dipergoenakan boeat ambil air minoem, tempat pemandian dan mentjoetji.” (Soedarso – Surat Kabar ‘Merdeka’ no.3, tanggal 31 Mei 1946)
Oleh: Bintoro Suryo
KONDISI pulau Rempang dan Galang pada usia 9 bulan kemerdekaan Indonesia di bulan Mei 1946, dideskripsikan oleh seorang wartawan surat kabar ‘Merdeka’, Soedarso. Ia ikut pengangkutan pertama tentara Jepang yang kalah perang dari Probolinggo ke kamp interniran Inggris di Kepulauan Riau pada rentang April-Mei 1946.
Misi ini diserahkan Sekutu ke Pemerintah Indonesia.
Pemerintah Inggris meminjamkan 3 pulau di Kepulauan Riau sebagai kamp konsentrasi sementara untuk 65.000 tentara Jepang dari seluruh Asia Tenggara Selatan (Andaman, Sumatera, Jawa, Bali-Lombok dll) sebelum dipulangkan ke Jepang. Pembagiannya berdasarkan matra:
- Pulau Rempang = Untuk Angkatan Laut Jepang
Khususnya Rempang Utara untuk Angkatan Laut. Dipimpin Laksamana II G. Kogure. Mereka datang duluan sejak November 1945 dengan 1.000 orang di hutan belukar total. Saat dikunjungi wartawan, sudah ada 8.000 orang, sudah membangun 6 kampung, 200 barak, 8 rumah sakit, membuka 235 acre hutan dan kebun sayur 204 acre. Kondisi lebih baik dari Galang, tapi kekurangan air dan tanah kapur tidak subur. - Pulau Galang = Untuk Angkatan Darat Jepang
Dibuka Januari 1946 oleh Angkatan Darat. Wilayah pulau Halang masa itu dibagi dua ksmp: Galang Selatan untuk pasukan dari Jawa, Galang Utara untuk pasukan dari Sumatera. Kondisi di pulau Galang menurut laporan Soedarso, jauh lebih buruk dari Rempang: air sangat sulit, sumur tidak keluar air, dan hanya mengandalkan selokan. Wabah malaria lebih banyak dibanding di pulau Rempang. Mereka memanfaatkan lokasi bekas kebun karet yang sudah 10 tahun terbengkalai sebagai tempat penampungan tentara Jepang di Galang.
Total saat itu menurut catatan Soedarso, sudah ada 28.000 tentara Jepang yang sudah dipulangkan. Tiap 2 hari, ada kapal ke Jepang. Target pemulangan seluruh tentara Jepang masa itu dari pulau Rempang dan Galang adalah pada Juni 1946.
Uniknya, di kamp penampungan tentara Jepang tersebut menurut catatan Soedarso, seluruh komplek hanya diawasi 6 opsir Inggris. Urusan pengelolaan tentara Jepang lebih banyak diurus oleh mereka sendiri.
Kolonel Obata, seorang komandan tentara Jepang yang ditemui Soedarso di pulau Galang diberi kesan sangat bersahabat dan bekerjasama. Ia meyakinkan kepada Soedarso bahwa tentaranya tidak akan dipakai Belanda untuk melawan Indonesia yang masa itu masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan.
Catatan harian wartawan Soedarso ini dimuat di surat kabar ‘Merdeka’ edisi nomor 3 tanggal 31 Mei 1946. Ditulis masih dalam ejaan Van Ophuijsen buatan Belanda yang resmi digunakan di wilayah Hindia Belanda sejak 1901.

Berikut catatan harian Soedarso tentang proses pemulangan tentara Jepang yang menggunakan pulau Rempang dan Galang sebagai kamp pengumpulan, sesuai artikel aslinya dengan judul: ‘Ke Poelau Galang Mengikoeti Penjingkiran Djepang’
Penyematan sub judul untuk memudahkan pemahaman catatannya.
Pendahuluan
BEBERAPA waktoe sebeloem perang berakhir, fihak jang mengetahoei di kalangan pemerintah Djepang di Djawa soedah memerintahkan kepada kepala bagian-bagiannja soepaja bersedia menjingkirkan diri dari kota-kota besar, pergi mengoengsi ke “dalam” — ke tempat-tempat di pegoenoengan — jang mereka djadikan sarang oentoek bersemboenji.
Di masa itoe setiap hari kita dapat menjaksikan berderet-deret truck, mobil dan kendaraan lain-lain, penoeh dengan segala alat-alat dan perbekalan hidoep, menoedjoe keloear kota. Di lereng2 goenoeng mereka dirikan koeboe-koeboe — lengkap dengan sendjata — dan menoeroet perhitoengan mereka akan tahan sampai berboelan-boelan lamanja.
Tak lama kemoedian habislah perang, Djepang kalah, Serikat (tentara Sekutu, pen.) mendarat, siboek hendak mengoempoelkan orang-orang Djepang. Tetapi soekarlah roepanja mereka mengeloearkan orang2 Djepang dari koeboenja.
Kemoedian adalah persetoedjoean antara Pemerintah kita dengan Serikat (Inggris, AS dan sekutunya, pen.) : pada kita diserahkan pemberesan penjingkiran Djepang dari koeboe-koeboenja ke beberapa pelaboehan di Djawa oentoek selandjoetnja diangkoet ke poelau Galang dan Rempang (kepoelauan Riauw), jang disediakan boeat pengoempoelan Djepang dari seloeroeh daerah Selatan.
Pada moelanja rakjat agak gelisah. Teroetama pendoedoek di tempat-tempat sekitar tempat pengoempoelan, Banjak jang tergesa-gesa mengoengsi ke tempat lain, tetapi kemoedian ternjata bahwa kegelisahan ini tidak pada tempatnja. Berkat tindakan Tentara jang sempoerna dapatlah penjingkiran dikerdjakan dengan lekas dan teratoer.
Dengan pekerdjaan ini, Pemerintah kita memboektikan ke doenia loear bahwa kita dapat membereskan segala sesoeatoe, asal sadja kita diberi kesempatan oentoek mengerdjakannja. Soeatoe boekti jang njata bahwa Negara kita koeat dan koeasa!
Demikianlah pada tg. 17 April 1946 pengoempoelan orang2 Djepang dimoelai dan pengangkoetan pertama ke poelau Galang langsoeng pada tg. 29 April 1946 dari Probolinggo dengan disaksikan oleh seorang wakil Tentara dan 9 wartawan. Dibawah ini kisah perdjalanan disadjikan kepada sidang pembatja menoeroet boekoe tjatatan harian penoelis.
26 APRIL. Djakarta — Malang
Atas oendangan jang mendadak dari Kementerian Pertahanan bagian Penerangan pada tg. 26 April, saja ditoendjoek oleh Sidang Redaksi oentoek berangkat ke Malang hari itoe djoega, goena mengikoeti pengangkoetan pertama orang2 Djepang dari Probolinggo ke poelau Galang. Waktoe tiga perempat djam saja pergoenakan oentoek lari ke roemah dan ke setasioen. Kereta api istimewa tidak ada, djadi tempat di kereta haroes bereboet poela.
27 APRIL. Interview dengan beberapa pembesar Djepang
Sore hari djam 6.30, tibalah kereta api di Malang. Betjak membawa saja ke hotel ,Bromo, dimana kita – wartawan-penindjau – haroes berkoempoel. Setiba di sana, melihat baroe ada 3 orang wartawan. Penerimaan ajem sadja. Roepanja orang tidak mengetahoei bahwa kita akan memenoehi oendangan Kementerian. Tempat penginapan laloe ditjarikan, kebetoelan masih ada 2 kamar kosong di hotel Repoeblik.
Malamnja ada kesempatan menemoei beberapa pembesar Djepang jang djoega mengoeroes soal penjingkirkan, jakni bekas Djenderal-major Iwabe, bekas Kolonel Yoshimoto dan bekas Major angkatan laoet Murakami, disaksikan oleh Major Machmoed dan Kapten Asmanoe. Ringkas keterangan mereka demikian:
Atas nama 40 riboe orang bawahannja dioetjapkan terima kasih atas perlakoean baik selama ada dalam tawanan dan poela atas oesaha bangsa Indonesia dalam soal penjingkiran keloear Djawa.
Pada oemoemnja, orang Djepang merasa senang akan dapat melihat negerinja kembali. Sebagai anggota tentara juga berdisiplin; mengakoei kekalahannja dan haroes toendoek kepada fihak jang menang. Tetapi sebagai bangsa mereka tetap berpengharapan dan tak poetoes asa. Dalam oeroesan penjingkiran ini mereka akan mentjoerahkan segala tenaga oentoek dapat menjelesaikannja dengan tjepat dan selamat.
28 APRIL. Ke Poedjon, melihat kamp angkatan laoet Djepang
Pada hari dengan seboeah truck pergilah kita ke Poedjon oentoek melihat keadaan kamp angkatan laoet Djepang. Kita diterima oleh bekas Major Takahasi, jang memberikan keterangan setjoekoepnja. Diantar poela kita melihat kamp VIII dan kamp IV, dimana kebetoelan orang-orang Djepang dikoempoelkan perloe mendengarkan instroeksi2 penghabisan mengenai penjingkiran dari Poedjon.
29 APRIL. Hari berangkat ke poelau Galang
Djam 9.00 berangkatlah kita per truck, diantar oleh letnan Moerdiatno dan 3 opsir perhoeboengan bangsa Djepang ke Probolinggo. Djam 11.00 tiba di pelaboehan Probolinggo dan teroes naik ‘Banshu Maru’, jang akan membawa kita ke poelau Galang.
Rombongan penindjau terdiri dari 10 orang, ialah: seorang wakil Tentara dan 9 orang wakil persoerat kabaran Indonesia. Kapal berangkat djam 12.45 menoedjoe ke timoer, dengan membawa 360 orang-orang Djepang + 10 orang Indonesia.
30 APRIL — 4 MEI. Pengalaman di kapal dan pendaratan di Galang
Selama 5 hari terapoeng-apoeng di tengah laoet, hanja sedikit sekali kita mengalami kesoekaran. Di antaranja ialah koerang enak tidoer (di geladak), koerang enak makan (hanja sematjam sadja), poesing kepala (selama berlajar di selat Karimata), tak dapat mandi, dsb.
Tetapi semoeanja ini tidak kita hiraukan, sebab perdjalanan ini boekannja oentoek pelesir.
Pelajaran ke poelau Galang makan waktoe 6 hari (djarak lebih koerang 950 mil). Pagi hari tanggal 4 Mei, banjak sekali poelau jang tampak dan pada djam 15.45 kapal berhenti di Galang.
Kolonel Gillington (opsir tertinggi Inggeris di sana) datang menemoei pemimpin Djepang. Pembitjaraan formeel hanja sebentar sadja. Kapal laloe berlajar ke oetara ke poelau Rempang, tempat pengoempoelan serdadoe2 angkatan laoet Djepang.
Djam 18.00 kapal memboeka saoeh, diterima oleh Kapten De Las Casas oentoek diperiksa. Kepada toean Ishido, pemimpin Djepang diadjoekan pertanjaan sbb. :
- Adakah sendjata di kapal?
- Adakah orang bekas anggota Kenpeitai?
- Adakah orang bekas anggota Intelligent Service Djepang?
- Adakah orang bekas pendjaga pendjara atau tempat interniran?
Djika tidak ada, pendaratan boleh segera dimoelai, jang berdjalan lekas. Kedatangan kita soedah diketahui, maka boeat kita soedah disediakan tempat penginapan di Rempang-Oetara.
Mendarat di Rempang
BOEAT kita, jang di kapal mendapat makan sangat sederhana, makanan2 dari dalam kaleng jang disadjikan, sangat mengagetkan. Mandi dengan air panas poen sangat menjegarkan badan. Penerimaan boleh dikatakan melebih-lebihi.
Interview kita dengan bekas Laksamana II toean G. Kogure, pemimpin angkatan laoet di Rempang-oetara dapat disingkatkan sbb.:
Terima kasih atas bantoean bangsa Indonesia menolong soal pengangkoetan. Minta soepaja hal ini lekas dibereskan. Poelau Rempang, Galang dan Galang Baroe (termasoek dalam kepoelauan Riauw) dipindjamkan oleh Inggeris oentoek didjadikan tempat pengoempoelan Djepang dari seloeroeh daerah selatan (Andamanen, Nicobaren, Soematera, Djawa, Bali-Lombok, dll).
Hanja Rempang bagian oetara sadja jang ditempati oleh angkatan laoet. Sedang lainnja oleh angkatan darat.
Beliaoe dengan 1000 anggota, moelai mendarat di Rempang pada boelan XI tahoen jang laloe. Semoea masih hoetan beloekar, hanja di beberapa tempat di pantai sadja jang ada pendoedoeknja, lebih koerang 30 orang Indonesia dan Tionghoa. Mereka adalah pentjari ikan dan pembikin arang.
Mereka sekarang dipindahkan oleh Inggeris ke poelau lain di sekitarnja. Penghidoepan pertama sangat soekar. Makan koerang, kadang-kadang ditambah dengan poepoes daoen dan roempoet. Lambat laoen dapat mendirikan kampoeng dan seboeah poenggahan di tempat pendaratan pertama, jang diberi nama Tachibana.
Sekarang, soedah ada 6 perkampoengan dengan lebih koerang 200 barak dan 8 roemah sakit ketjil. Hoetan jang soedah diboeka ada 235 acre dan jang telah ditanami dengan sajoeran, singkong, oebi, dsb, ada 204 acre.
Ada djalan besar dari Tachibana dan Aenoura (tempat markas besar angkatan laoet) jang pandjangnja 10 km.
Sekarang soedah dapat memenoehi keboetoehan sendiri (selfsupporting). Beras dapat dari Inggeris 280 gram seorang-sehari. Djoega makanan dalam kaleng serta rokok dan alat-alat jang diboetoehkan didapat dari pembagian Inggeris.
Penjakit sampai sekarang hanja beri-beri dan malaria (penjakit lama jang berdjangkit), njamoek hanja sedikit. Rempang koerang air, soemoer banjak digali dan dari kali ketjil djoega dapat diperoleh air sedikit. Sawah kiranja soekar diadakan di sana.
Tanah gamping di Rempang koerang soeboer. Dan dengan tidak pakai gemoek (pupuk, pen.) tidak dapat menghasilkan apa-apa. Nanti kepoelauan itoe akan dikosongkan sama sekali dan tergantung kepada Inggeris bagaimana seteroesnja.
Serdadoe angkatan laoet jang soedah dikoempoelkan di Rempang-oetara, pada waktoe itoe ada 8000 orang, ketjoeali jang baroe datang dari Djawa. Jang soedah diangkoet ke Djepang 3000 orang dan selandjoetnja hampir 2 hari sekali ada kapal pengangkoet jang pergi.
Pengangkoetan memang lebih lantjar daripada menoeroet rentjana. Maka itoe tidak akan diboeka hoetan baroe. Mereka jang baroe datang dapat menempati tempat2 jang sekarang soedah kosong. Pekabaran mereka dapat selain dari siaran radio, djoega dari seboeah soerat kabar ‘Seika jiho’ (Berita Doenia) dalam bahasa Djepang jang dikeloearkan di Singapoera.
Kita dibawa melihat perkebonenan, jang ditanami sajoeran, oebi, kaspe, dll. Semoea kelihatan sangat soeboer dan teratoer baik.
Siang hari itoe djoega (tanggal 5 Mei) kita meninggalkan Rempang oetara oentoek pergi ke Galang, tempat bagian angkatan Darat.
Menuju pulau Galang
KEDATANGAN kita diterima oleh Kolonel Gillington dan bekas major Miyasaki. Keterangan jang kita dapat dari mereka dan dari beberapa pemimpin Djepang lainnja singkatnja sbb.:
Galang diboeka oleh angkatan darat dari Djawa dan Soematera pada boelan Djanoeari tahoen ini. Banjak kesoekaran haroes ditempoeh. Dapat djoega mendirikan kamp2 dan memboeat perkebonan di bekas keboen karet (soedah tidak dipakai lebih koerang 10 tahoen, karena roegi dan ditinggalkan). Sekarang soedah ada djalan-djalan lebar tjoekoep boeat mobil.
Kesehatan baik, malaria lebih banjak daripada di Rempang. Galang Selatan disediakan boeat angkatan darat dari Djawa. Galang Oetara boeat angkatan darat dari Soematera. Beras mereka dapat pembagian dari Inggeris 6 ounces per orang jang bekerdja dan 3 ounces boeat orang jang tidak bekerdja.
Keadaan tanah di Galang lebih boeroek daripada di Rempang. Air soekar terdapat, soemoer jang digali tidak mengeloearkan air. Ada beberapa solokan jang dipergoenakan boeat ambil air minoem, tempat pemandian dan mentjoetji.
Pengangkoetan orang2 Djepang dari Soematera dan kepoelauan lain boleh dikatakan soedah selesai. Hanja menoenggoe pengangkoetan dari Djawa sadja. Dalam soal evakoesi orang-orang Djepang sampai sekarang, beloem pernah ada kesoekaran. Pengembalian ke Djepang soedah dimoelai pada boelan Maret tahoen ini dan dikira akan selesai pada achir boelan Joeni.
Bertemu Kolonel Obata
SAMPAI waktoe itoe, soedah ada 65 riboe orang jang terkoempoel di Galang dan Rempang, jang soedah dipoelangkan lebih koerang 28 riboe, sedangkan hari itoe akan berangkat 7 riboe dan besok lagi 7 riboe orang.
Di seloeroeh Galang dan Rempang, hanja ada 6 opsir Inggeris, jang hanja mengawas-awasi sadja. Sedangkan pekerdjaan sehari-hari dikerdjakan oleh pembesar2 Djepang sendiri.
Malam harinja, sesoedah kita mandi, datanglah bekas Kolonel Obata, pemimpin angkatan darat di Galang dari tempat markasnja jang letaknja 4 km. dari markas Kolonel Gillington.
Dengan beliau, ada poela beberapa pembesar Gunseikanbu joega. Semoeanja sangat senang melihat kita. Pertjakapan kita mengenai soal keadaan di Galang poen poela soal perdjoeangan kita di Indonesia.
Pertanjaan kita, apakah ada kemoengkinan orang2 Djepang akan dipergoenakan oentoek melawan perdjoeangan kemerdekaan Indonesia, didjawabnja bahwa tentang hal itoe kita tidak oesah koeatir. Poen kemoengkinan tidak ada.
Tentang oeang sama sekali tidak diperloekan, sebab di kepoelauan tsb. tidak ada djoeal-beli. Beberapa orang Djepang Sakura, jang doeloe membawa oeang ke sitoe, dipaksa membakarnja. Poen poela ditjeritakan bahwa kebanjakan d antara mereka ditelandjangi oleh serdadoe2 Serikat (Belanda tidak ketinggalan!), waktoe mereka diangkoet dari Tandjoeng Perioek pada boelan Djanoeari tahoen ini. (Alangkah besar bedanja dengan perlakoean Tentara kita!)
6 MEI. Naik ‘Nanshin Maru’, seboeah kapal-minjak
Esok hari hoedjan toeroen sangat lebatnja, sehingga kita tak ada kesempatan oentoek melihat-lihat keadaan di Galang. Djam 10.00 kita meninggalkan Galang dengan diberi perbekalan makanan. Sekali lagi, makanan dalam kaleng (jang boeat teman-teman sedjawat saja jang dari loear Djakarta, ini soenggoeh meroepakan soeatoe ‘surprise’).
Kembali ke Jawa
DENGAN seboeah ‘landingscraft’, kita diantar ke kapal ‘Nanshin Maru’ jang baroe datang hari itoe, dan jang nanti akan membawa kita kembali ke Djawa.
Pendaratan orang2 Djepang jang baroe datang baroe selesai sore hari, sehingga kapal terpaksa menoenggoe semalam di Galang. Baroe esok harinja djam 11.00 siang, kita meninggalkan Galang.
7 — 17 MEI. Perlajaran poelang ke Djawa.
Pelajaran kita kembali agak berlainan daripada waktoe pergi, sebab kita tidak dapat perlakoean istimewa dari anak boeah kapal tanker itoe. Karena makanan tidak tjotjok dengan lidah Indonesia, dan ombak laoet agak besar, maka hampir semoea penindjau sakit ‘maboek laoet’.
Djoeroesan kita jang semoela menoedjoe ke Djakarta, kemoedian haroes diarahkan ke Soerabaja, oentoek mengambil minjak dan air.
Di Soerabaja, kita datang pada tanggal 13 Mei, kebetoelan pada hari Belanda moelai berkoeasa di Tandjoeng Perak (kita dengar ini dari seorang Liasion officer Djepang jg. datang di kapal).
Pengambilan minjak dan air makan tempo 2 hari, sehingga kita baroe tanggal 15 Mei meninggalkan Tg. Perak menoedjoe ke Probolinggo.
Pada tanggal 17, kita melihat pelaboehan Probolinggo dan serta kita mendarat dan soedah melepaskan lelah di hotel Merdeka, kemoedian kita menjerboe seboeah restoran Tionghoa oentoek menggedoetkan peroet.
Siangnja, kita dibawa dengan seboeah truck bobrok ke Malang kembali. Betapa segar hawa Malang di waktoe itoe boeat kita dapatlah dibajangkan. Oentoeng tempat di hotel soedah disediakan, tidak oesahlah kita menoenggoe lama.
18 MEI. Anggota rombongan penindjau poelang ke tempat masing-masing.
Esok hari kita diminta memberi keterangan kepada opsir-opsir Tentara dan opsir2 Djepang tentang keadaan di Galang dan Rempang.
Karena kita soedah kangen kepada roemah-tangga masing2, maka oendangan Tentara oentoek tinggal semalam lagi di Malang kita tolak dengan hormat. Siang hari kita meninggalkan Malang, naik seboeah truck ke Modjokerto, oentoek memboeroe kereta-api malam jang membawa kita ketempat masing-masing.
(*)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini diterbitkan sebelumnya di: bintorosuryo.com



