Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Raja Situmorang, Pelaku Ujaran Kebencian Berhasil Diamankan Polisi
    1 hari lalu
    Dua Orang Tersangka Pengedar Sabu Ditangkap di Tiban BTN
    1 hari lalu
    LAM Kota Batam Ambil Sikap Tegas Kepada Pelaku Ujaran Kebencian
    1 hari lalu
    Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
    2 hari lalu
    Kloter Pertama Haji Embarkasi Batam (BTH 1) Tiba
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    2 hari lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    2 hari lalu
    Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
    2 hari lalu
    PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
    3 hari lalu
    “Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    2 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    2 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    2 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    4 hari lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    5 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Hujan Buatan Untuk Atasi Kabut Asap di Malaysia

Editor Admin 7 tahun lalu 1.7k disimak

MALAYSIA berencana untuk menaburkan awan buatan untuk menghasilkan hujan karena kualitas udara di banyak daerah di negara itu telah mencapai tingkat yang tidak sehat akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kabut asap yang pekat beberapa waktu terakhir memaksa otoritas negara bagian Serawak meliburkan seluruh sekolah di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat karhutla yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

Seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, Gary Theseira, mengatakan negara itu sedang bersiap-siap melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan yang tidak kunjung datang selama musim kemarau.

“Bahan kimia akan dimuat dan pesawat akan lepas landas dan melakukan penyemaian awan,” katanya dilansir dari Strait Times, Selasa (10/9/2019)

Departemen meteorologi negara itu memperkirakan kondisi panas masih akan berlangsung, dan musim hujan diperkirakan baru akan tiba pada akhir September atau awal Oktober.

Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia mengatakan akan mengajukan keluhan kepada Indonesia karena kabut asap yang menyerbu masuk wilayahnya, dan menyerukan tindakan cepat yang harus diambil untuk memadamkan api.

Selain Malaysia, Singapura juga mengalami kondisi serupa pada hari ini. Udara di sana bercampur aroma dedaunan terbakar, meskipun indeks polutan tetap pada tingkat moderat tapi sejumlah warga mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Singapura, Glen Chandra, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (8/9).

“Tahun ini kabut asap yang terparah menurut saya. Sejak pagi saya sudah harus menggunakan masker hidung biar enggak sesak nafas,” ujar Glen di laman Beritagar.

Indonesia membantah

Tudingan karhutla Indonesia sebagai penyebab kabut asap tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo memastikan bantahan itu berdasarkan pantauan dan analisa data satelit.

“Tidak seperti yang diberitakan oleh media asing sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan analisa data satelit, tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumatera yg melintas ke Semenanjung Malaysia,” ujar Mulyono dalam keterangan resmi dikutip Selasa (10/9).

BMKG mencatat sedikitnya 2.510 titik panas yang terpantau menyebar di seluruh wilayah Asia Tenggara. Seluruh titik panas itu terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4-7 September 2019.

Pada citra satelit peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga pukul 11.00 WIB hari ini, terpantau ada 813 titik panas yang tersebar di Pulau Kalimantan.

https://www.google.com/maps/d/u/0/viewer?mid=1-XzuDX3k6827pE2BYqcvtuaffexu95Dq&ll=-3.2190722981090882%2C119.57025900000008&z=5

Sebaran titik panas terbanyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah mencapai 400 titik. Titik panas juga terdeteksi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Menurut LAPAN, titik panas merupakan area yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan sekitarnya yang dapat dideteksi satelit.

Plh Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan pada akhir pekan kemarin kabut asap secara fluktuatif menyeberang ke wilayah Semenanjung Malaysia. Kondisi tersebut yang diduga menjadi pemicu transboundary haze pollution atau polusi lintas batas.

“Sejauh ini kondisinya masih aman. Pantauan hari ini, tidak ada yang melintasi batas,” ujar Agus seperti dilansir dari laman Beritagar.

Menurutnya, BNPB dan pemerintah daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia.

Untuk enam provinsi yang masuk prioritas penanganan, BNPB menerjunkan 9.072 personel. Mereka akan berpatroli, mengadakan sosialisasi, dan melakukan pemadaman darat. Ada juga pengerahan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Khusus di Provinsi Riau, dikerahkan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Sumber : Straith Times / Beritagar

Kaitan kabut asap, Kebakaran Hutan, kepri, malaysia, riau, top
Admin 10 September 2019 10 September 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya UKM Yang Urus Izin di PATEN, Wajib Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Artikel Selanjutnya Skenario Jalan Tol di Batam

APA YANG BARU?

Raja Situmorang, Pelaku Ujaran Kebencian Berhasil Diamankan Polisi
Artikel 1 hari lalu 48 disimak
Dua Orang Tersangka Pengedar Sabu Ditangkap di Tiban BTN
Artikel 1 hari lalu 90 disimak
LAM Kota Batam Ambil Sikap Tegas Kepada Pelaku Ujaran Kebencian
Artikel 1 hari lalu 82 disimak
Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
Pendidikan 2 hari lalu 359 disimak
Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
Artikel 2 hari lalu 360 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 5 hari lalu 758 disimak
Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
Statistik 5 hari lalu 692 disimak
SPMB Kota Batam 2026/2027 Dibuka Lebih Awal: Jalur Afirmasi Mulai 8 Juni 2026
Pendidikan 5 hari lalu 657 disimak
“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 4 hari lalu 558 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
Artikel 4 hari lalu 520 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?